Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Demo Besar-Besaran Tolak Data Center Raksasa, Warga Sudah Muak

Published August 7, 2026 · Updated August 7, 2026 · By Elizabeth Lopez - dailynesia.com

Foto : Elizabeth Lopez - dailynesia.com

Warga Visakhapatnam Protes Kencang Pembangunan Data Center Google

Dailynesia.com – Proyek pembangunan pusat data milik Google di India kini menghadapi gelombang penolakan masif dari masyarakat. Proyek bernilai US$15 miliar ini menuai kritik dari berbagai pemerhati lingkungan yang khawatir akan dampak negatifnya terhadap ketersediaan air lokal. Selain itu, lokasi proyek yang berdekatan dengan suaka margasatwa juga menjadi perhatian utama, mengingat kawasan tersebut merupakan habitat alami bagi macan tutul dan trenggiling.

Protes di Jalanan Kota

Gelombang protes telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir di Kota Visakhapatnam. Para aktivis lingkungan bersama anak-anak muda turun ke jalan membawa berbagai spanduk unjuk rasa. Salah satu slogan yang paling mencolok adalah tulisan "Kami tidak bisa minum DATA" yang dipajang di depan umum. Tidak hanya itu, para demonstran juga menampilkan gambar borgol yang ditempelkan pada logo Google sebagai simbol penolakan mereka.

"Pembangunan tidak seharusnya mengorbankan mata pencaharian masyarakat," ujar Raja Rama, pendiri organisasi nirlaba Green Visakha, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Jumat (7/8/2026).

Krisis Air yang Diprediksi Memburuk

Berdasarkan data pemerintah setempat, kota ini hanya menerima 410 juta liter air setiap harinya dari waduk dan sungai-sungai yang ada. Angka tersebut masih jauh di bawah kebutuhan total masyarakat yang mencapai 480 juta liter per hari. Dengan populasi sebesar 2,5 juta jiwa, warga kota sudah mulai mengalami penjatahan pasokan air. Situasi ini diperkirakan akan semakin parah mengingat pusat data membutuhkan air dalam volume besar untuk proses pendinginan server, ditambah dengan konsumsi daya listrik yang sangat tinggi.

Kelompok aktivis Jal Biradari atau Komunitas Air juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Mereka menilai proyek data center ini akan memberikan beban tambahan pada ketersediaan air di waduk terdekat. Menanggapi hal tersebut, Pengadilan Tinggi Negara Bagian Andhra Pradesh telah meminta pemerintah memberikan tanggapan resmi atas tuduhan-tuduhan yang dilontarkan.

Respons Pemerintah dan Google

Pihak pemerintah kota membantah adanya kekhawatiran berlebihan dari masyarakat. Mereka menyebut tuduhan tersebut sebagai hal yang menyesatkan. Namun, pemerintah tetap menyatakan keterbukaannya untuk menerima masukan dari warga. "Protes semacam itu adalah hak demokrasi mereka. Jika ada klaim yang sah, pemerintah berkomitmen untuk terlibat dan memberikan klarifikasi faktual serta solusi yang sesuai," kata perwakilan pemerintah dalam pernyataannya.

Sementara itu, Google menegaskan bahwa seluruh proyeknya akan dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku. Raksasa teknologi ini juga berkomitmen untuk menerapkan sistem pendingin canggih guna melindungi sumber daya air di wilayah tersebut. Terkait klaim bahwa lokasi data center terlalu dekat dengan Suaka Margasatwa Kambalakonda, pemerintah membantah pernyataan tersebut. Mereka mengklaim jaraknya sudah melebihi batas minimum yang disyaratkan, meskipun gugatan di pengadilan menyebutkan jaraknya hanya 860 meter.

Untuk memastikan kenyamanan lingkungan sekitar, Google juga berjanji akan memasang teknologi peredam suara. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketenangan kawasan dan mencegah gangguan bagi warga yang tinggal di sekitar proyek.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Demo Besar Besaran Tolak Data Center?

Demo Besar Besaran Tolak Data Center is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Demo Besar Besaran Tolak Data Center matter?

Demo Besar Besaran Tolak Data Center matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.