Curhat Tak Terduga Driver Ojol Sebulan Setelah Komisi Naik Jadi 92%

15 hours ago  ·  2 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
pengemudi-ojek-online-ojol-menunggu-orderan-penumpang-di-kawasan-stasiun-palmerah-jakarta-senin-452026-1777870908636_169

Driver Ojol Masih Bingung Meski Komisi Naik Jadi 92 Persen

Dailynesia.com – Sebulan telah berlalu sejak platform ojek online roda dua mengumumkan penurunan potongan layanan menjadi delapan persen. Perubahan ini seharusnya meningkatkan pendapatan mitra pengemudi hingga mencapai 92 persen dari total nilai pesanan. Namun, realita di lapangan menunjukkan banyak pengemudi yang tidak merasakan peningkatan signifikan pada dompet mereka.

Berbagai driver mengungkapkan bahwa penghasilan harian mereka masih berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Angka ini sama seperti periode sebelumnya ketika sistem bagi hasil masih menerapkan rasio 20 persen untuk aplikasi dan 80 persen untuk pengemudi. Untuk mendapatkan jumlah tersebut, para pengemudi tetap harus menyelesaikan 10 hingga 15 perjalanan setiap harinya dengan durasi kerja mencapai 8 sampai 12 jam.

Kepandaian yang Tidak Tercapai

Kebingungan menjadi tema utama di kalangan pengemudi. Mereka awalnya berharap pendapatan akan melonjak setelah potongan dikurangi. Kenyataannya, beberapa bahkan mengalami penurunan.

“Beda (pendapatannya), bisa turun sampai Rp50 ribu,” ungkap seorang pengemudi kepada CNBC Indonesia pada Selasa (3/8/2026).

Seorang pengemudi perempuan lainnya menceritakan bahwa pendapatan bersihnya masih berada di angka Rp200 ribu per hari. Ia menilai tidak ada perubahan berarti dibandingkan kebijakan lama. Dengan jumlah tersebut, ia berhasil menutupi biaya sewa kamar kos serta pengeluaran operasional harian seperti bensin dan makanan.

Situasi serupa dialami oleh driver lain yang membiayai tiga orang anak. Ia menjelaskan bahwa setiap bulannya ia harus mengumpulkan dana sebesar Rp2 juta hingga Rp3 juta. Jumlah tersebut digunakan untuk operasional rumah tangga dan biaya pendidikan dua anaknya.

Perubahan Kecil yang Terlihat

Salah satu hal positif yang mulai dirasakan adalah hilangnya biaya berlangganan untuk layanan hemat. Sebelumnya, pengemudi harus membayar sejumlah uang tergantung jumlah trip yang diambil. Sebagai contoh, mereka perlu mengeluarkan Rp20 ribu untuk 10 perjalanan menggunakan layanan hemat.

“Dulu kan layanan hemat bayar, sekarang enggak bayar lagi,” tutup seorang pengemudi ojol yang ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Meskipun demikian, kebingungan tetap ada. Banyak yang merasa pendapatan mereka justru stagnan atau bahkan turun, padahal seharusnya naik.

“Ya kan harusnya dengan potongan 8% pendapatan naik, ini malah turun. Saya pusing,” keluh seorang pengemudi.

Pengemudi lain menambahkan bahwa awalnya potongan delapan persen terasa cukup menguntungkan jika dihitung secara kasar. Namun, ternyata ada perhitungan lain yang mempengaruhi total pendapatan mereka.

Para pengemudi ini pada akhirnya pasrah dan terus menjalankan pekerjaan mereka. Mereka berharap ke depannya kondisi akan membaik seiring berjalannya waktu.

Frequently Asked Questions

What is Curhat Tak Terduga Driver Ojol Sebulan?

Curhat Tak Terduga Driver Ojol Sebulan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Curhat Tak Terduga Driver Ojol Sebulan matter?

Curhat Tak Terduga Driver Ojol Sebulan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

MORE FROM THIS CATEGORY