Sukun: Buah Lokal yang Dipandang sebagai Jawaban atas Krisis Pangan Global
Dailynesia.com – Jakarta — Buah sukun, yang selama ini tumbuh di pekarangan rumah dan pasar tradisional, kini mendapat sorotan sebagai kandidat pangan masa depan sekaligus superfood khas Indonesia. Penilaian tersebut disampaikan oleh Edi Santosa, guru besar di Fakultas Pertanian IPB University, yang menegaskan bahwa sukun memenuhi seluruh syarat untuk menyandang predikat superfood.
Tiga Kriteria Superfood yang Dipenuhi Sukun
Menurut Edi, sebuah bahan pangan layak disebut superfood apabila memenuhi tiga syarat sekaligus: kandungan nutrisi tinggi tanpa komponen antinutrisi, manfaat nyata bagi kesehatan konsumen, serta sistem budidaya yang rendah emisi karbon dan tahan terhadap guncangan iklim.
“Berdasarkan berbagai kajian dan pengamatan di lapangan, sukun memenuhi ketiga kriteria itu,” kata Edi, dikutip dari laman resmi IPB, Kamis (13/8/2026).
Profil Gizi yang Melampaui Sumber Karbohidrat Lain
Dari sudut pandang nutrisi, sukun menunjukkan keunggulan signifikan dibanding sejumlah bahan pangan pokok. Buah ini kaya serat, memiliki indeks glikemik rendah, dan mengandung vitamin C. Beberapa riset juga mendeteksi keberadaan vitamin A, folat, zat besi (Fe), serta seng (Zn) di dalamnya — komponen yang krusial untuk mencegah stunting dan mendukung kecukupan gizi masyarakat.
“Sukun juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan singkong. Namun, setiap bahan pangan memiliki keunggulan masing-masing dan saling melengkapi, sehingga tidak perlu dipertentangkan,” jelasnya.
Ketahanan Iklim dan Produktivitas Sepanjang Tahun
Sebagai pohon tahunan, sukun menunjukkan daya adaptasi yang luas. Tanaman ini mampu tumbuh optimal baik di kawasan bercurah hujan tinggi maupun di wilayah kering seperti Nusa Tenggara Timur (NTT). Perawatannya pun tergolong minim tanpa mengorbankan hasil panen.
“Dengan perawatan yang relatif minim, pohon sukun tetap mampu berproduksi hampir sepanjang tahun,” terangnya.
Potensi Ekonomi dan Peluang Industri Pangan
Nilai ekonomi sukun melonjak ketika diolah menjadi tepung. Tepung tersebut dapat diolah menjadi roti, mi, serta beragam produk pangan olahan modern, sehingga membuka akses pasar yang jauh lebih luas, termasuk bagi sektor industri pangan skala besar.
Untuk segmen ekspor dalam bentuk buah segar, Edi mengakui masih diperlukan upaya promosi yang lebih intensif agar konsumen internasional memahami cara mengolah dan mengonsumsi sukun. Ia menyinggung keberhasilan nangka menembus pasar global sebagai preseden yang dapat ditiru oleh komoditas lokal lain.
Promosi, Budaya Pangan, dan Peran Media
Edi menekankan bahwa langkah yang dibutuhkan saat ini adalah penguatan promosi, pembangunan budaya pangan, serta pengembangan industri olahan. Ia mengusulkan penyelenggaraan festival atau kompetisi berbasis sukun sebagai sarana meningkatkan popularitas buah tersebut di mata publik.
“Festival atau perlombaan berbasis sukun dapat menjadi langkah untuk meningkatkan popularitasnya. Media massa juga memiliki peran penting dalam mengenalkan sukun sebagai superfood Indonesia,” pungkasnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Buah Asli RI Disebut Superfood Solusi?
Buah Asli RI Disebut Superfood Solusi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Buah Asli RI Disebut Superfood Solusi matter?
Buah Asli RI Disebut Superfood Solusi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

