ASN Ketahuan Absen Palsu-Pelaku Ditangkap Polisi – Begini Cara Kerjanya

1 month ago  ·  2 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
3820fed2-fa22-4384-aa79-9ee8669abe3a-0

Polres Brebes Ungkap Skema Penipuan Absensi ASN, Begini Tekniknya

Dailynesia.com – Polres Brebes telah mengungkap cara penyimpangan sistem absensi yang dilakukan oleh sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya, ada tiga skenario yang bisa digunakan untuk memalsukan data kehadiran. Salah satu metode melibatkan fitur Mock Location di platform Android, di mana aplikasi palsu berperan sebagai penyedia koordinat yang menggantikan sinyal GPS. Aplikasi lain kemudian menerima dan memproses koordinat yang dibuat secara semu.

Modus Palsu Melalui Sistem Backend

Dalam skenario ketiga, penyimpangan terjadi saat perangkat mengirim permintaan langsung ke API backend presensi. Koordinat telah disiapkan secara terlebih dahulu. Alfons menjelaskan, “Ini yang kemungkinan terjadi dan perlu diwaspadai karena kelemahan ada di server absensi. Aplikasi bisa mengirim permintaan langsung ke API backend presensi dengan daftar koordinat yang sudah disiapkan terlebih dahulu.” Ia menambahkan, “Jadi, bisa mengakses backend yang tidak dilindungi dengan baik atau dibiarkan terbuka. Ini merupakan ancaman serius karena ada reverse engineering terhadap protokol/API.”

Langkah Pencegahan untuk Memblokir Penipuan

Alfons juga mengusulkan beberapa strategi untuk mencegah modus serupa. Pertama, lakukan validasi terhadap permintaan dari perangkat yang belum dimodifikasi. Kedua, pastikan permintaan tanpa tanda tangan valid langsung ditolak. Selain itu, dia menyarankan pemeriksaan sinyal lokasi majemuk, seperti GPS, Wi-Fi BSSID, dan ID seluler. “Crosscheck sinyal lokasi majemuk, jadi selain GPS, cek juga Wi-Fi BSSID kantor dan cell tower ID. GPS spoofing tidak akan bisa memalsukan hal ini,” tutur Alfons.

Untuk memastikan keabsahan absensi, ia menekankan pentingnya deteksi anomali di server, seperti perubahan lokasi yang mendadak atau banyak perangkat melaporkan koordinat identik. “Deteksi anomali di server, contohnya lokasi loncat drastis dalam waktu singkat, banyak device berbeda melaporkan koordinat yang identik persis (indikasi hardcoded spoofing),” ujarnya. Alfons juga menyarankan penggunaan sistem berbasis biometrik liveness. “Gunakan upgrade ke sistem presensi berbasis biometrik liveness untuk memastikan keabsahan pengabsen, sekaligus memperkuat perlindungan di server side,” pungkasnya.

Kasus Absensi Palsu di Brebes

Kasus ini terungkap setelah laporan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Brebes pada 29-30 April 2026. Dari hasil penyelidikan, ditemukan adanya pengalihan titik koordinat dalam sistem presensi. Sembilan orang terlibat dalam skandal ini. Alfons menyebut, pernyataan resmi bahwa “server dimatikan tetapi absen tetap masuk” menunjukkan kemungkinan besar bahwa skenario ketiga yang diterapkan.

MORE FROM THIS CATEGORY