Manfaat Latihan Kekuatan untuk Kesehatan Jangka Panjang
Dailynesia.com – Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal British Journal of Sports Medicine pada bulan Juni 2026 mengungkapkan bahwa latihan kekuatan otot memiliki dampak signifikan terhadap panjang usia. Tim dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menemukan durasi latihan yang optimal untuk mengurangi risiko kematian dini. Dalam studi yang melibatkan 147.374 partisipan yang dipantau selama lebih dari tiga dekade, ditemukan bahwa 90 hingga 119 menit per minggu untuk latihan angkat beban mampu menurunkan risiko kematian akibat berbagai penyebab sebesar 13 persen.
Pola Latihan yang Efektif
Hasil riset ini memberikan jawaban ilmiah mengenai durasi ideal latihan kekuatan. Meski olahraga aerobik dianggap bermanfaat, penelitian membantah anggapan bahwa semakin lama berolahraga, semakin baik. Partisipan yang berlatih beban lebih dari 120 menit seminggu tidak menunjukkan penurunan risiko kematian tambahan yang signifikan. Ini membuktikan bahwa manfaat kesehatan mencapai puncaknya pada durasi 1-2 jam per minggu.
“Manfaat olahraga aerobik bagi kesehatan memang sudah sangat jelas terbukti. Namun, peran latihan kekuatan dalam menurunkan risiko kematian, berapa dosis yang tepat, dan apa dampaknya jika digabungkan dengan olahraga lain, masih belum banyak diketahui secara terperinci,” tulis tim peneliti seperti dikutip oleh Science Alert.
Manfaat Kesehatan yang Luas
Latihan kekuatan tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap organ vital. Hasil riset menunjukkan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah hingga 19 persen, serta penurunan risiko gangguan saraf seperti Alzheimer hingga 27 persen. Temuan ini menegaskan bahwa latihan kekuatan berperan penting dalam kesehatan jangka panjang.
Kombinasi latihan aerobik dan kekuatan terbukti memberikan efek terbaik. Dengan intensitas MET, aktivitas aerobik sedang selama 150 menit setara 7,5 jam MET. Partisipan yang melakukan latihan aerobik intensif (minimal 45 jam MET per minggu) menunjukkan penurunan risiko kematian hingga 42-47 persen. Jika digabungkan dengan latihan kekuatan, kombinasi tersebut dapat mengurangi risiko kematian dini hingga 45 persen.
“Analisis kami menunjukkan risiko kematian paling rendah terjadi pada mereka yang melakukan kedua jenis olahraga ini. Meski melakukan salah satu saja sudah baik, aktivitas aerobik memberikan manfaat yang sedikit lebih besar dibandingkan latihan kekuatan saja,” tambah peneliti.
Rekomendasi untuk Masyarakat Umum
Temuan ini mengubah panduan umum sebelumnya. Sebagian besar partisipan melakukan aerobik ringan hingga sedang (minimal 150 menit per minggu) atau latihan kekuatan. Hanya 46 persen yang rutin berlatih angkat beban. Untuk masyarakat umum, cukup alokasikan 90-120 menit seminggu untuk latihan kekuatan, lalu gabungkan dengan olahraga aerobik seperti jalan kaki cepat atau bersepeda. Dengan durasi ini, hasilnya bisa diperoleh sepanjang hayat.

