Ahli Jepang Bongkar Rahasia Punya Teknologi ‘Anti Kiamat’ Gempa

2 months ago  ·  2 min read
By David Williams - dailynesia.com
layar-televisi-menampilkan-laporan-berita-tentang-peringatan-tsunami-dari-badan-meteorologi-jepang-yang-menyatakan-bahwa-gelom-1776675428200_169

Ahli Jepang Bongkar Rahasia Teknologi ‘Anti Kiamat’ Gempa

Dailynesia.com – Senin (1/6/2026), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengapresiasi kemajuan teknologi Jepang dalam menghadapi bencana gempa. Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, menekankan pentingnya sistem peringatan dini gempa yang responsif dan tepat waktu. Sistem ini bisa mengurangi korban jiwa serta kerusakan akibat guncangan yang terjadi.

Prinsip Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa

Menurut Mitsuyuki Hoshiba dari Meteorological Research Institute Japan Meteorological Agency, Jepang mengembangkan sistem peringatan dini gempa bumi (EEWS) yang efektif. Sistem ini mendeteksi gelombang gempa primer yang muncul segera setelah gempa terjadi. Gelombang tersebut lebih cepat dari gelombang utama, yang biasanya menyebabkan guncangan kuat.

“Komunikasi bergerak jauh lebih cepat dibanding gelombang gempa. Karena itu, peringatan bisa dikirim lebih dulu sebelum guncangan kuat tiba,” jelas Hoshiba.

Jaringan Sensor dan Pengoperasian

Jepang memiliki sekitar 4.400 titik pemantau gempa yang tersebar di berbagai daerah. Jaringan ini aktif 24 jam penuh untuk memproses data gempa secara real time. Dari sensor, informasi langsung dikirim untuk memperkirakan lokasi dan intensitas guncangan.

Manfaat di Berbagai Sektor

Sistem peringatan dini bukan hanya digunakan oleh masyarakat umum, tetapi juga diintegrasikan ke sektor transportasi dan industri. Peringatan bisa diberikan melalui televisi, radio, ponsel, maupun pengeras suara daerah. Dalam transportasi, contohnya kereta cepat Shinkansen, EEWS secara otomatis memutus listrik dan mengaktifkan rem darurat ketika gempa terdeteksi.

Semua proses dilakukan secara otomatis tanpa keterlibatan operator. Hoshiba menjelaskan bahwa EEWS berfungsi setelah gempa terdeteksi, bukan untuk memprediksi kapan gempa akan terjadi. Tujuannya adalah menyampaikan peringatan secepat mungkin agar dampaknya bisa diminimalkan.

Akurasi Sistem Peringatan Dini

Kecepatan sistem EEWS harus diimbangi dengan akurasi. Untuk itu, Jepang mengembangkan metode khusus untuk membedakan sinyal gempa dari getaran lain. Teknologi ini bertujuan mengurangi risiko peringatan palsu yang mungkin memicu kepanikan di masyarakat.

MORE FROM THIS CATEGORY