90 Hari Putus Kontak – Iran Akhirnya Buka Kembali Akses Internet
Dailynesia.com – Setelah mengalami gangguan selama lebih dari 90 hari, Iran akhirnya memperbaiki akses internet global yang terputus. Keputusan ini diumumkan oleh Presiden Masoud Pezeshkian melalui perintah resmi yang dikeluarkan pada 28 Februari. Pemulihan koneksi internet diumumkan sebagai langkah untuk memperbaiki kondisi komunikasi setelah sebelumnya dibatasi sebagai respons terhadap aksi protes yang berlangsung di seluruh negeri. Meski proses pemulihan masih dalam tahap awal, warga negara mulai menyambut kembali layanan digital yang vital bagi kehidupan sehari-hari.
Sejarah Pemadaman Internet di Iran
Internet di Iran terakhir kali diputus pada 8 Januari 2023, tepatnya dalam rangkaian protes anti-pemerintah yang memicu ketegangan besar. Pemerintah mengklaim tindakan ini dilakukan untuk menghentikan penyebaran informasi yang dianggap berdampak negatif pada stabilitas politik. Pemadaman ini tidak hanya memutus akses ke layanan global, tetapi juga memperketat kontrol atas informasi yang beredar di dalam negeri. Namun, setelah beberapa bulan, kebijakan ini mulai dikaji ulang, terutama setelah respons internasional terhadap pembatasan tersebut.
Dalam kurun waktu 90 hari, rakyat Iran mengalami kesulitan dalam mengakses media sosial, layanan online, dan berkomunikasi secara real-time. Amirarsalan Hoshang, seorang warga negara, mengungkapkan kegembiraannya saat akses internet kembali terbuka. “90 Hari Putus Kontak membuat banyak pekerjaan terhambat, tapi sekarang saya bisa kembali menggunakan aplikasi dan menyelesaikan tugas,” katanya. Namun, ia juga menyoroti penurunan kecepatan akses dan kesulitan dalam mengakses layanan tertentu di awal pemulihan.
“90 Hari Putus Kontak adalah periode yang membatasi kehidupan digital kami. Sekarang, setelah semua itu, internet kembali memberi ruang untuk komunikasi dan bisnis,” ujar Sina Beigi, penjual konsol game yang terkena dampak ekonomi selama pemadaman.
Sebagai akibat langsung dari pemutusan akses, banyak bisnis dan layanan digital mengalami kerugian signifikan. Sina Beigi menyebutkan bahwa pesanan online turun drastis, sementara iklan dan optimisasi mesin pencari (SEO) terasa tidak efektif. “Dalam 90 Hari Putus Kontak, pelanggan beralih ke pembelian offline, dan kami kehilangan peluang untuk tumbuh,” jelasnya. Kondisi ini juga menghambat kemajuan teknologi di negara tersebut, karena akses ke data global dan penggunaan platform internasional terbatas.
Langkah Pemerintah dan Dampak Sosial
Pemulihan akses internet menjadi salah satu kebijakan yang diumumkan pemerintah Iran untuk menenangkan masyarakat. Langkah ini dianggap sebagai respons terhadap tekanan internasional, terutama setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari memicu kekhawatiran tentang pengaruhnya terhadap komunikasi dan ekonomi. Dengan koneksi global kembali terbuka, warga Iran bisa berinteraksi lebih bebas dengan dunia luar, meski masih ada kebijakan pengawasan yang diterapkan.
Sebagai bagian dari 90 Hari Putus Kontak, internet juga menjadi alat untuk membatasi akses ke berita dan media yang dianggap kritis terhadap pemerintah. Beberapa situs berita dan platform sosial terkena pemblokiran, sementara pengguna diwajibkan menggunakan jaringan lokal untuk tetap terhubung. Meski demikian, kembali membuka akses internet global diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendorong kegiatan ekonomi yang lebih dinamis.
Pemerintah Iran mengklaim bahwa pemulihan akses internet dilakukan secara bertahap untuk memastikan stabilitas jaringan. Namun, beberapa analis menilai bahwa ini juga berdampak pada upaya untuk memperbaiki citra pemerintah di tengah krisis politik dan ekonomi yang berkepanjangan. “90 Hari Putus Kontak mengubah cara orang berinteraksi, tapi kembalinya internet global bisa menjadi langkah awal menuju pemulihan ekonomi dan sosial,” kata seorang ahli politik.

