Leonardi DiCaprio dan Jeff Bezos Luncurkan Proyek Konservasi Besar untuk 100 Spesies Terancam Punah
Dailynesia.com – Jakarta, Leonardo DiCaprio dan pendiri Amazon, Jeff Bezos, secara resmi meluncurkan inisiatif konservasi global senilai US$200 juta atau setara Rp3,5 triliun. Proyek ambisius ini dirancang khusus untuk menyelamatkan 100 Spesies Terancam Punah Leonardi yang saat ini menghadapi risiko kepunahan di seluruh dunia. Melalui Phoenix Species Project, kedua tokoh dunia ini berkomitmen penuh untuk membantu pemulihan spesies-spesies paling kritis di 30 negara berbeda.
Komitmen finansial ini dibagi secara merata. Separuh dana sebesar US$100 juta berasal dari Bezos Earth Fund, sementara US$100 juta lainnya disumbangkan melalui organisasi Re:wild yang didirikan oleh DiCaprio dan Dr. Wes Sechrest. Dukungan tambahan juga datang dari bintang film Titanic dan Age of Union, serta Todd Graves Family Foundation. Inisiatif ini menandai salah satu kolaborasi terbesar antara sektor hiburan dan teknologi dalam upaya pelestarian alam.
Visi Jangka Panjang untuk Pelestarian Ekosistem Global
Leonardo DiCaprio menyampaikan pesan penting dalam pernyataannya resmi. “Selama beberapa dekade, para ilmuwan, masyarakat adat, komunitas lokal, dan para pemimpin konservasi berada di garis depan dalam melindungi alam,” ujarnya. Ia menekankan bahwa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa spesies yang berada di ambang kepunahan sering kali menjadi penopang sejumlah ekosistem paling penting di dunia.
“Phoenix Species Project memiliki potensi untuk mengubah cara kita melakukan pendekatan terhadap konservasi sekaligus memerangi krisis iklim dalam skala global,” kata DiCaprio menambahkan bahwa perlindungan terhadap spesies tersebut juga berarti melindungi hutan, lahan basah, padang rumput, dan lautan yang menjadi habitat mereka.
Sejak akhir 1990-an, DiCaprio telah dikenal sebagai aktivis vokal yang menyuarakan isu kesehatan planet melalui Leonardo DiCaprio Foundation. Gagasan pembentukan Phoenix Species Project mulai muncul ketika DiCaprio dan Wes Sechrest bertemu dengan Jeff Bezos serta istrinya, Lauren Sánchez Bezos yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bezos Earth Fund pada tahun 2021. Pertemuan tersebut menjadi titik awal dari kolaborasi yang kini menghasilkan dampak nyata.
Proyek ini bekerja sama erat dengan IUCN Species Survival Commission dalam memilih 100 spesies prioritas. Daftar tersebut mencakup berbagai kategori biologis, mulai dari mamalia, amfibi, reptil, burung, ikan, invertebrata, hingga tumbuhan. Beberapa spesies yang menjadi fokus utama antara lain Golden-crowned Sifaka dari Madagaskar, Bowmouth Guitarfish dari perairan tropis, dan Hickory Nut Gorge Green Salamander yang ditemukan di Amerika Serikat.
Implementasi proyek ini akan melibatkan berbagai strategi konservasi modern. Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada perlindungan spesies individu, tetapi juga pada pemulihan habitat alami mereka. Dengan dukungan teknologi dan pendanaan yang memadai, 100 Spesies Terancam Punah Leonardi diharapkan dapat pulih secara signifikan dalam dekade mendatang.
FAQ: Informasi Penting tentang Proyek Konservasi
Berapa total dana yang dikumpulkan untuk proyek ini? Total dana yang dikumpulkan mencapai US$200 juta atau sekitar Rp3,5 triliun, dengan kontribusi setara dari Bezos Earth Fund dan Re:wild.
Di negara mana saja proyek ini dilaksanakan? Proyek ini mencakup 30 negara di seluruh dunia dengan fokus pada wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi.
Apa peran masyarakat adat dalam proyek ini? Masyarakat adat diakui sebagai pihak yang berada di garis depan perlindungan alam dan akan dilibatkan secara aktif dalam implementasi proyek.
Bagaimana proyek ini terkait dengan perubahan iklim? Proyek ini dirancang untuk memerangi krisis iklim secara bersamaan melalui perlindungan ekosistem yang menyerap karbon.

