Israel Blokir Calon Haji Gaza, Umat Islam Tak Bisa ke Tanah Suci

2 months ago  ·  3 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
a62cc7fe-1db0-4541-99c9-1423f06ead97-0

Israel Blokir Haji Gaza, Umat Islam Terjebak dalam Isolasi

Dailynesia.com – Pemerintah Israel terus membatasi akses keberangkatan umat Islam dari Jalur Gaza ke Tanah Suci Makkah selama tiga tahun terakhir. Kebijakan ini memengaruhi ratusan ribu jemaah yang ingin menunaikan rukun ibadah haji, terutama penduduk Palestina yang tinggal di wilayah terisolasi. Tindakan pembatasan terhadap keberangkatan haji menjadi isu utama dalam perekonomian dan spiritualitas umat Islam di Gaza. Menurut laporan terkini, jumlah calon haji yang terhalang mencapai 10.000 orang, sementara sistem kontrol perbatasan telah diimplementasikan sejak 2007.

Kontrol Perbatasan sebagai Strategi Politik

Topics Covered: Sistem kontrol perbatasan Gaza telah menjadi bagian dari kebijakan politik Israel sejak 2007. Pada bulan Februari, gerbang Rafah, satu-satunya jalur utama ke luar negeri, hanya dibuka untuk pasien kritis dan bantuan medis. Untuk keperluan haji, umrah, atau studi, warga Gaza terus terjebak dalam blokade darat, udara, dan laut. Angka 2,3 juta penduduk yang terkena dampak blokade menggambarkan keparahan situasi. Menurut organisasi internasional, pembatasan ini mengakibatkan kerusakan massal terhadap infrastruktur transportasi dan akibatnya memutus akses ke Tanah Suci.

“Saya tidak bisa pergi ke Makkah seperti yang saya harapkan sejak kecil,” kata Hanan al-Hams, warga Gaza Utara, yang terpaksa tinggal di tenda darurat setelah kehilangan rumahnya. Kehilangan peluang haji ini tidak hanya mengguncang spiritualitas, tetapi juga merusak harapan ekonomi keluarga.

Kerusakan Pariwisata Religi dan Pengaruhnya

Topics Covered: Pembatasan haji berdampak langsung pada sektor pariwisata religi Gaza. Data dari Kementerian Wakaf dan Urusan Agama menyebutkan bahwa hilangnya pendapatan dari haji menyebabkan kerugian hingga US$ 4 juta per tahun. Pada tahun 2024, sekitar 3.000 calon jemaah Palestina yang telah mendaftar terpaksa dibatalkan karena blokade. Pihak eksternal juga menyimpan dana beku sebesar US$ 2-3 juta yang belum dapat dicairkan. Kehilangan ini mengancam ekonomi lokal yang bergantung pada jemaah dari berbagai negara.

“Dalam tiga tahun terakhir, hampir semua perusahaan haji terpaksa tutup. Kami kehilangan penghasilan besar, dan kini hampir semua orang tak bisa berangkat,” ujar Adnan Abu Foul, salah satu pengusaha haji yang terkena dampak serius.

Kebijakan Israel dan Penghalang Haji

Topics Covered: Perang yang dimulai pada 7 Oktober 2023 memperketat pembatasan haji. Selain perbatasan Rafah, kebijakan darurat juga membatasi akses ke bandara dan pelabuhan. Jemaah dari Gaza harus menunggu hingga pemerintah mengizinkan pembukaan kembali. Kehilangan peluang haji berdampak pada pengurangan pendapatan umat Islam dan merusak kepercayaan internasional terhadap kebijakan Israel. Masyarakat Gaza pun terus berharap ada perubahan dalam sistem kontrol akses.

Kebijakan yang Memutus Rantai Haji

Topics Covered: Pemerintah Israel telah menetapkan kebijakan yang secara sistematis membatasi keberangkatan haji. Setiap tahun, ribuan jemaah Palestina yang sebelumnya mendaftar mengalami kecewa karena tidak bisa menunaikan ibadah. Selain itu, operasi militer menargetkan infrastruktur transportasi dan fasilitas haji, seperti tawaf dan tempat ibadah. Menurut laporan Palestinian Center for Political Studies, ini disebut sebagai “genosida ekonomi struktural” yang merusak industri religi Gaza. Penutupan seluruh akses ke Makkah membuat kehidupan spiritual umat Islam di wilayah tersebut terganggu.

“Hajj adalah bagian dari identitas kami, dan pembatasan ini membuat kami merasa diasingkan. Kami tak bisa menunaikan ibadah yang dianugerahkan oleh Allah,” tulis jemaah lain dalam surat yang dikirimkan ke lembaga keagamaan internasional.

Peluang dan Harapan dalam Kondisi Sulit

Topics Covered: Meski terjebak dalam blokade, masyarakat Gaza tetap mempertahankan semangat spiritual. Beberapa keluarga berusaha menyelesaikan keinginan haji melalui layanan online atau mendukung jemaah yang berhasil berangkat. Dalam kondisi sulit ini, harapan keberangkatan haji masih menjadi sumber semangat bagi banyak orang. Kebijakan Israel yang terus berlangsung telah menimbulkan tekanan ekonomi dan emosional, tetapi tidak menghentikan minat umat Islam untuk menunaikan rukun ibadah tersebut.

MORE FROM THIS CATEGORY