Komoditas Makanan Paling Bernilai di Dunia: Susu dan Beras Memimpin
Dailynesia.com – Jakarta — Ketika berbicara tentang komoditas pangan global, banyak orang mungkin langsung memikirkan beras, gandum, atau jagung. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa susu merupakan komoditas makanan dengan nilai produksi terbesar di dunia pada tahun 2024. Pencapaian ini menempatkan susu di posisi terdepan dibandingkan berbagai jenis pangan pokok lainnya yang selama ini dianggap sebagai tulang punggung ketahanan pangan global.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 40 komoditas makanan yang masuk dalam daftar peringkat komoditas bernilai tinggi. Total nilai produksi dari semua komoditas tersebut mencapai sekitar US$4,3 triliun pada tahun 2024. Angka ini mencerminkan betapa besarnya kontribusi sektor pangan terhadap ekonomi global dan menunjukkan bahwa permintaan terhadap berbagai jenis makanan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dunia.
Posisi Susu dan Beras dalam Peringkat Global
Dari total nilai produksi tersebut, susu menyumbang kontribusi sebesar US$379 miliar. Angka ini menempatkan susu sebagai komoditas nomor satu dalam daftar. Tidak jauh di belakangnya, beras berhasil meraih posisi kedua dengan nilai produksi mencapai US$362 miliar. Selisih antara susu dan beras hanya sekitar US$17 miliar, menunjukkan bahwa kedua komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang sangat setara dan strategis.
Perbandingan ini menarik karena susu dan beras berasal dari kategori yang berbeda. Susu merupakan produk hewani yang dihasilkan dari ternak seperti sapi, kambing, dan domba. Sementara itu, beras adalah produk pertanian yang berasal dari tanaman padi. Meskipun berbeda sumber, keduanya memiliki peran krusial dalam memenuhi kebutuhan nutrisi manusia di berbagai belahan dunia.
Susu menyumbang US$379 miliar, sedikit di atas beras yang mencapai US$362 miliar dalam nilai produksi global tahun 2024.
Keunggulan susu sebagai komoditas bernilai tinggi tidak lepas dari permintaan yang konsisten terhadap produk olahan susu. Produk seperti susu cair, keju, yogurt, dan mentega memiliki pasar yang luas di berbagai negara. Selain itu, susu juga dikenal sebagai sumber nutrisi penting yang mengandung kalsium, protein, dan vitamin yang dibutuhkan tubuh.
Di sisi lain, beras tetap menjadi makanan pokok bagi lebih dari setengah populasi dunia, terutama di negara-negara Asia. Permintaan terhadap beras yang stabil setiap tahunnya mendorong nilai produksinya tetap tinggi. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara produsen dan konsumen beras terbesar di dunia, yang memperkuat posisi beras dalam perdagangan global.
Implikasi bagi Ketahanan Pangan Global
Posisi susu dan beras sebagai dua komoditas pangan paling bernilai memiliki implikasi penting bagi ketahanan pangan global. Fluktuasi harga atau pasokan kedua komoditas ini dapat berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi berbagai negara. Oleh karena itu, banyak pemerintah yang menerapkan kebijakan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kedua komoditas ini bagi masyarakatnya.
Pertumbuhan populasi dunia yang terus meningkat juga menjadi faktor pendorong permintaan terhadap susu dan beras. Diperkirakan bahwa kebutuhan akan kedua komoditas ini akan terus bertambah dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini menuntut peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam sektor peternakan dan pertanian.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Susu dan Beras
1. Mengapa susu menjadi komoditas makanan bernilai tertinggi? Susu menjadi komoditas bernilai tertinggi karena permintaan yang konsisten terhadap produk olahan susu serta nilai nutrisinya yang tinggi. Selain itu, industri susu memiliki rantai pasok yang kompleks dan bernilai ekonomi besar.
2. Berapa selisih nilai produksi antara susu dan beras? Selisih nilai produksi antara susu dan beras pada tahun 2024 adalah sekitar US$17 miliar, dengan susu mencapai US$379 miliar dan beras US$362 miliar.
3. Apakah Indonesia termasuk dalam daftar negara produsen susu dan beras terbesar? Ya, Indonesia merupakan salah satu negara produsen dan konsumen beras terbesar di dunia. Indonesia juga memiliki industri susu yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
4. Bagaimana tren permintaan susu dan beras ke depan? Diperkirakan permintaan terhadap susu dan beras akan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi global dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya nutrisi.

