Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Perang Iran Kuras Pasokan Senjata AS, 1.700 Rudal Patriot-THAAD Ludes

Published August 14, 2026 · Updated August 14, 2026 · By Daniel Rodriguez - dailynesia.com

Foto : Daniel Rodriguez - dailynesia.com

Krisis Persediaan Rudal AS Akibat Konflik Iran

Dailynesia.com – Konflik yang melibatkan Iran telah memicu penipisan signifikan terhadap stok rudal pertahanan Amerika Serikat. Sejak permulaan pertempuran pada akhir Februari 2026, Washington secara konsisten mengerahkan sistem Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) guna menangkis gelombang serangan balistik dari Teheran. Konsumsi yang terjadi melampaui kemampuan manufaktur domestik. Akibatnya, dalam kurun waktu lima bulan saja, cadangan kedua jenis rudal tersebut diperkirakan menyusut sebanyak 1.700 unit.

Sebelum eskalasi terjadi, total inventaris rudal Patriot dan THAAD diperkirakan mencapai 2.782 unit. Namun, laporan terbaru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) tertanggal 27 Juli 2026 menunjukkan angka yang jauh lebih rendah. Sisa persediaan kini berkisar antara 993 hingga 1.105 rudal saja.

Penurunan Drastis pada Rudal Patriot

Kontribusi terbesar terhadap penurunan cadangan pertahanan berasal dari sistem Patriot. Awalnya, AS memiliki 2.330 rudal Patriot. Angka ini kemudian anjlok menjadi 759-827 unit. Dengan kata lain, sekitar 1.503 hingga 1.571 rudal telah terpakai, yang setara dengan hampir dua pertiga dari total stok awal.

Sementara itu, THAAD juga mengalami penurunan yang cukup tajam. Dari angka awal 452 unit, persediaan kini tersisa 234-278 unit. Ini berarti 174-218 rudal telah dikonsumsi, atau sekitar 38%-48% dari jumlah semula. Jika digabungkan, total rudal Patriot dan THAAD yang telah terkuras mencapai 1.677 hingga 1.789 unit.

Rudal Patriot umumnya dikerahkan untuk menghadapi ancaman berupa pesawat tempur, rudal jelajah, maupun rudal balistik. Varian terbaru yang saat ini beroperasi adalah Patriot Advanced Capability-3 Missile Segment Enhancement (PAC-3 MSE). Di sisi lain, THAAD dirancang dengan spesifikasi khusus untuk menghancurkan rudal balistik pada jarak dan ketinggian yang lebih jauh dibandingkan Patriot.

Biaya Penggantian yang Mahal

Kemampuan superior THAAD tercermin dari harganya yang lebih mahal. Satu rudal THAAD berharga lebih dari dua kali lipat dibandingkan rudal Patriot. Berdasarkan dokumen pengadaan Angkatan Darat AS untuk tahun fiskal 2027, satu PAC-3 MSE dihargai sekitar US$5 juta, sementara satu rudal THAAD mendekati US$12 juta.

Dengan menggunakan patokan harga tersebut, estimasi biaya untuk mengganti seluruh rudal yang telah digunakan selama perang Iran mencapai sekitar US$10 miliar. Meskipun Washington telah menyiapkan anggaran besar untuk pembelian rudal baru, pemulihan tidak dapat terjadi secara instan.

Proses pembuatan kedua jenis rudal tersebut memerlukan waktu panjang, mulai dari pengadaan komponen, perakitan, hingga pengujian menyeluruh. CSIS memperkirakan AS membutuhkan setidaknya tiga tahun untuk mengembalikan persediaan kedua rudal tersebut ke level sebelum perang.

Upaya Peningkatan Kapasitas Produksi

Untuk menutupi kekurangan, AS mengajukan pembelian 3.203 rudal Patriot dalam anggaran tahun fiskal 2027. Meskipun jumlahnya besar, pengiriman rudal dari pesanan baru tersebut diperkirakan baru dimulai pada Mei 2029. Situasi serupa terjadi pada THAAD. AS memesan 857 rudal, tetapi pengirimannya baru diperkirakan dimulai pada pertengahan 2029. Seluruh THAAD yang digunakan selama perang Iran diproyeksikan baru dapat tergantikan pada akhir tahun tersebut.

Salah satu kendala utama adalah kapasitas produksi yang masih terbatas. Produksi PAC-3 MSE, rudal yang digunakan dalam sistem Patriot, saat ini hanya sekitar 650 unit per tahun. Dari jumlah itu, sekitar separuhnya dikirim untuk militer AS, sedangkan sisanya untuk negara sekutu dan mitra. Lockheed Martin berencana meningkatkan kapasitas produksi Patriot menjadi sekitar 2.000 rudal per tahun. Produksi THAAD juga akan dinaikkan dari 96 menjadi 400 rudal per tahun.

Washington turut menyiapkan dana besar untuk mempercepat pengisian kembali persediaan senjatanya. Anggaran pertahanan tahun fiskal 2027 mencakup permintaan sekitar US$95 miliar untuk amunisi, ditambah US$21 miliar melalui anggaran tambahan perang.

Celah dalam Pertahanan AS

Persediaan yang menipis dapat memaksa AS dan sekutunya lebih selektif dalam menghadapi serangan berikutnya. Mereka berpotensi mengurangi jumlah rudal yang ditembakkan untuk setiap sasaran atau hanya melindungi target yang dianggap paling penting. CSIS menilai belum tersedia pengganti yang sebanding dengan Patriot dan THAAD untuk menghadapi rudal balistik.

Rudal Standard Missile yang diluncurkan dari kapal perang memang memiliki kemampuan serupa, tetapi posisi kapal AS sering kali terlalu jauh dari lokasi serangan. Kondisi tersebut juga memunculkan risiko bagi kesiapan militer AS jika konflik besar terjadi di wilayah lain, khususnya Pasifik Barat, sebelum persediaan pulih sepenuhnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Perang Iran Kuras Pasokan Senjata AS 1?

Perang Iran Kuras Pasokan Senjata AS 1 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Perang Iran Kuras Pasokan Senjata AS 1 matter?

Perang Iran Kuras Pasokan Senjata AS 1 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.