Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mengapa NTT Rawan Gempa Besar? Ini Penyebab & Sejarah Gempa Dahsyatnya

Published August 15, 2026 · Updated August 15, 2026 · By Linda Miller - dailynesia.com

Foto : Linda Miller - dailynesia.com

NTT: Wilayah yang Selalu Bergetar, Mengapa Gempa Besar Sering Terjadi?

Dailynesia.com – Pagi hari Sabtu, 15 Agustus 2026, wilayah Nusa Tenggara Timur diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,0. Peristiwa ini menambah panjang deretan catatan bencana tektonik yang pernah melanda provinsi tersebut. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan terjadi pukul 04.58 WIB. Titik pusat gempa tercatat berada pada koordinat 8,33 derajat lintang selatan dan 121,32 derajat bujur timur. Jaraknya sekitar 38 kilometer dari arah timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan.

Bencana ini juga memicu gelombang tsunami yang menjangkau minimal sepuluh wilayah. Dua nyawa melayang akibat peristiwa tersebut. Hingga kini, peringatan tsunami telah dicabut oleh otoritas terkait.

Posisi Geografis yang Rentan

NTT dikenal sebagai salah satu daerah paling rawan gempa di Indonesia. Bersama Bali dan Nusa Tenggara Barat, provinsi ini termasuk dalam Kepulauan Sunda Kecil. Gugusan pulau ini membentang di antara Jawa bagian timur dan Kepulauan Banda. Letaknya yang strategis menempatkan kawasan ini di zona transisi Busur Sunda-Banda. Pertemuan Lempeng Eurasia dan Australia di wilayah ini menghasilkan aktivitas seismik yang sangat tinggi.

Namun, kegempaan tidak hanya disebabkan oleh tumbukan lempeng. Terdapat pula sistem Flores Back-Arc Thrust (FBT), yaitu patahan di busur belakang yang terbentuk melalui proses subduksi. Kombinasi antara pertemuan lempeng dan patahan aktif menjadikan Bali, NTB, hingga NTT memiliki berbagai sumber gempa.

Berbagai Sumber Kegempaan di NTT

Katalog BMKG mencatat tingginya aktivitas tektonik di kawasan ini. Beberapa gempa besar pernah terjadi, termasuk di Flores tahun 1992 hingga Alor tahun 2015. NTT memiliki lebih dari satu sumber kegempaan. Aktivitasnya berasal dari zona subduksi di selatan, Flores Back-Arc Thrust di utara, sesar-sesar aktif di daratan, serta zona outer rise di selatan NTT. Artinya, gempa tidak hanya berasal dari satu garis patahan tunggal. Beberapa sistem tektonik dapat menyimpan energi lalu melepaskannya dalam bentuk gempa.

BMKG menyebut NTT sebagai wilayah aktif gempa akibat interaksi Lempeng Indo-Australia dengan Eurasia.

Risiko Tsunami yang Tinggi

Posisi NTT yang dikelilingi laut membuat gempa kuat di kawasan tertentu berpotensi memicu tsunami. Sejarah mencatat gempa Alor berkekuatan M7,5 pada tahun 2004 yang menyebabkan tsunami dengan ketinggian sekitar 2 meter di Dili dan Alor. Bencana tersebut menewaskan 31 orang, melukai 400 orang, serta merusak ratusan rumah dan bangunan.

Sementara itu, pada tahun 2021, gempa M7,5 di Flores kembali memicu tsunami, meskipun ketinggiannya hanya tercatat 0,07 meter. Ada beberapa faktor utama mengapa gempa besar kerap terjadi di NTT:

Pertama, adanya tumbukan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. NTT berada di kawasan pertemuan dan tumbukan lempeng tektonik. Lempeng Indo-Australia bergerak dan menunjam ke bawah sistem lempeng Eurasia. Aktivitas penunjaman ini menjadi salah satu sumber utama gempa di kawasan Nusa Tenggara.

Kedua, keberadaan Flores Back-Arc Thrust di utara NTT. Ini merupakan salah satu penyebab penting di wilayah tersebut. Di sebelah utara Flores terdapat struktur Flores Back-Arc Thrust, yaitu zona sesar naik yang membentang di kawasan Laut Flores. Struktur ini sangat aktif dan dapat menghasilkan gempa dangkal dengan magnitudo besar. Inilah alasan mengapa wilayah Flores dan pulau-pulau di sekitarnya berulang kali mengalami gempa kuat.

Daftar Gempa Besar di NTT (Magnitudo di Atas M6)

Berdasarkan data Katalog Gempabumi Signifikan & Merusak Tahun 1821-2023 yang diterbitkan Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, berikut adalah gempa besar yang pernah mengguncang NTT:

1. Gempa Flores 1992 - M7,5

Salah satu yang paling dahsyat dalam sejarah NTT. Gempa pada 12 Desember 1992 mengguncang Flores dan memicu tsunami. Katalog BMKG mencatat sekitar 2.500 orang meninggal atau hilang, lebih dari 500 orang luka-luka, dan sekitar 90% bangunan di Maumere hancur. Tsunami masuk hingga 300 meter ke daratan dan mencapai 26 meter di Kalaotoa.

2. Gempa Flores 2021 - M7,5

Pada 14 Desember 2021, gempa M7,5 berpusat di laut sekitar 112 km barat laut Larantuka. BMKG mencatat tsunami setinggi 0,07 meter. Dampaknya menyebabkan 5.064 warga mengungsi dan 736 rumah rusak.

3. Gempa Alor 2004 - M7,5

Gempa pada 12 November 2004 berpusat di sekitar Kalabahi, Alor, dengan kedalaman hanya 10 km. Tsunami sekitar 2 meter teramati di Dili dan Alor. Katalog mencatat 31 orang meninggal, 400 orang luka-luka, serta kerusakan pada ratusan rumah dan bangunan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Mengapa NTT Rawan Gempa Besar Ini Penyebab?

Mengapa NTT Rawan Gempa Besar Ini Penyebab is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mengapa NTT Rawan Gempa Besar Ini Penyebab matter?

Mengapa NTT Rawan Gempa Besar Ini Penyebab matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.