Harga Batu Bara Seperti Kehilangan Arah, Gara-Gara China?

1 week ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
kapal-tongkang-batu-bara-cnbc-indonesiatri-susilo-5_169

Harga Batu Bara Seperti Kehilangan Arah: Analisis Faktor China dan Dinamika Global

Dailynesia.com – Perdagangan komoditas energi pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, mencatatkan penguatan marginal yang terbatas. Batu bara termal sempat bergerak naik tipis sebesar 0,07 persen, menutup di level US$ 134,1 per ton. Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa batu bara hampir kehilangan arah pergerakan setelah tiga sesi berturut-turut berjalan datar. Faktor utama yang masih membayangi tren harga adalah interaksi dengan pergerakan minyak serta perkembangan ekonomi di China.

Sebagai komoditas yang saling menggantikan, harga minyak dan batu bara memiliki hubungan kausal yang erat. Pada hari yang sama, harga minyak mentah juga mengalami kenaikan marginal. Brent crude naik tujuh sen menjadi US$ 88,98 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga mencatat kenaikan serupa menjadi US$ 83,27 per barel. Peningkatan ini didorong oleh berlanjutnya serangan terhadap kapal-kapal di wilayah Timur Tengah serta kemacetan dalam pembicaraan untuk mengakhiri konflik Iran.

Ekspor Newcastle Melemah, Permintaan China Lemah

Port Newcastle di New South Wales, Australia Tenggara, menjadi salah satu jalur vital bagi ekspor batu bara global. Sebagian besar komoditas yang dilepas adalah batu bara termal. Data terbaru dari otoritas pelabuhan menunjukkan bahwa total ekspor seluruh jenis batu bara pada Juli 2026 menyentuh angka 12,63 juta ton. Angka ini merepresentasikan penurunan 16,5 persen secara bulanan dan 7 persen secara tahunan.

Penurunan volume ekspor tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya pengiriman ke negara-negara tujuan utama di Asia Timur Laut. Berdasarkan catatan maritim dari Mysteel, pengiriman batu bara dari Newcastle menuju China pada Juli mencapai 2,38 juta ton. Volume ini turun tajam 41 persen secara bulanan dan 25 persen secara tahunan. Importir China diperkirakan memangkas pembelian dari Newcastle karena permintaan pengisian ulang stok oleh perusahaan listrik domestik masih berada dalam kondisi lemah.

Meskipun perusahaan listrik di China meningkatkan konsumsi batu bara untuk memenuhi lonjakan permintaan listrik selama musim panas, sebagian besar pelaku pasar hanya melakukan pembelian terbatas di pasar spot. Stabilitas pasokan domestik melalui kontrak jangka panjang membuat cadangan batu bara mereka tetap berada pada level yang aman. Hal ini menjelaskan mengapa Harga Batu Bara Seperti Kehilangan Arah meskipun ada faktor-faktor pendukung lainnya.

Stok China Aman, Namun Harga Termal Tetap Menguat

Survei yang dilakukan Mysteel terhadap 493 pembangkit listrik berbahan bakar batu bara di China mengungkapkan bahwa total persediaan batu bara mencapai 97,89 juta ton pada 30 Juli. Angka ini naik dibandingkan 97,19 juta ton yang tercatat pada akhir Juni. Dengan tingkat konsumsi saat ini, stok tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sekitar 22 hari.

Di sisi lain, pasar batu bara termal di pelabuhan utara China juga menunjukkan penguatan. Harga batu bara dengan kalori 4.500 Kcal/kg berhasil menyentuh level tertinggi baru. Kenaikan ini didukung oleh penurunan stok serta keterbatasan ketersediaan batu bara berkalori rendah. Namun, momentum kenaikan tersebut mulai menghadapi resistensi, sehingga ruang untuk pergerakan lebih lanjut dinilai semakin sempit.

Ekspor ke Jepang dan Korea Selatan Juga Menurun

Selain China, pasar ekspor Australia ke negara-negara Asia lainnya juga mencatatkan penurunan. Ekspor batu bara melalui Newcastle ke Jepang turun 13 persen secara bulanan dan 22 persen secara tahunan, menjadi 5,13 juta ton pada Juli. Sementara itu, pengiriman ke Korea Selatan hanya mencapai 265.320 ton, yang merupakan penurunan drastis 80 persen secara bulanan dan 37 persen secara tahunan.

Meskipun terjadi penurunan pada bulan Juli, secara kumulatif untuk periode Januari hingga Juli 2026, total ekspor batu bara untuk seluruh penggunaan melalui Pelabuhan Newcastle mencapai 87,36 juta ton. Angka ini naik 7,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menunjukkan tren positif dalam jangka panjang meskipun terjadi fluktuasi bulanan.

“Kondisi pasar batu bara saat ini mencerminkan ketidakpastian yang disebabkan oleh permintaan China yang lemah dan pasokan yang stabil dari Australia,” ujar analis komoditas.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Harga Batu Bara

Apa penyebab utama Harga Batu Bara Seperti Kehilangan Arah? Faktor utama adalah permintaan China yang lemah, penurunan ekspor dari Newcastle, dan stabilitas pasokan domestik China yang membuat harga bergerak datar.

Bagaimana hubungan antara harga minyak dan batu bara? Kedua komoditas ini saling menggantikan sebagai sumber energi. Kenaikan harga minyak biasanya mendorong permintaan batu bara, namun saat ini hubungannya tidak sekuat sebelumnya.

Berapa lama stok batu bara China dapat bertahan? Dengan total persediaan 97,89 juta ton dan tingkat konsumsi saat ini, stok diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sekitar 22 hari.

More from this category