Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Harga Batu Bara Membara: Pasokan China Menipis, Listrik Padam di India

Published October 13, 2026 · Updated October 13, 2026 · By Elizabeth Lopez - dailynesia.com

Foto : Elizabeth Lopez - dailynesia.com

Pasokan Ketat Dorong Harga Batu Bara, China dan India Hadapi Tekanan Listrik

Dailynesia.com – Harga batu bara kembali menguat ketika dua konsumen energi terbesar dunia, China dan India, menghadapi tekanan pasokan di tengah permintaan listrik yang tinggi. Pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, harga batu bara naik 0,7% menjadi US$151,55 per ton, memperpanjang kenaikan selama dua hari berturut-turut.

Lonjakan tersebut terjadi saat pasar energi global juga dibayangi gangguan logistik dan naiknya biaya bahan bakar alternatif. Perang AS-Iran telah ikut memicu reli harga energi, sementara hambatan pasokan dari sejumlah jalur perdagangan mempersempit pilihan pembeli batu bara.

Harga Termal China Menembus CNY1.000

Di China, batu bara termal untuk pembangkit listrik telah mencapai harga tertinggi dalam tiga tahun. Harga acuan yang dicatat Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batu Bara China berada di CNY1.004, atau sekitar US$150 per ton, pada 12 Oktober 2026. Angka itu menjadi kali pertama harga melampaui CNY1.000 dalam dua tahun terakhir.

Sejak pertengahan Juli, harga batu bara acuan tersebut telah meningkat sekitar 25%. Kenaikan ini penting karena batu bara masih menyumbang kurang lebih separuh pasokan listrik China, walaupun pengembangan energi terbarukan di negara itu terus bertumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Keterbatasan produksi domestik menjadi salah satu faktor utama. Produksi batu bara China sepanjang Januari hingga Agustus 2026 turun lebih dari 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pemerintah memperketat pengawasan keselamatan tambang setelah kecelakaan fatal di Provinsi Shanxi pada Mei.

Pasar sebelumnya menaruh harapan pada pemulihan produksi Shanxi, dengan potensi tambahan kapasitas tahunan sekitar 31 juta ton hingga akhir tahun. Namun, proses persetujuan untuk membuka kembali tambang yang sempat dihentikan berjalan lebih lambat dari perkiraan.

Menjelang agenda besar Partai Komunis pada akhir Oktober, pemerintah diperkirakan memilih pendekatan hati-hati terhadap pelonggaran ketentuan keselamatan tambang. Akibatnya, peningkatan pasokan dalam waktu dekat dinilai tidak akan mudah terjadi.

Gangguan Jalur Kereta dan Pengiriman Indonesia

Tekanan harga juga dipertahankan oleh pekerjaan pemeliharaan selama tiga pekan di jalur kereta batu bara utama China. Perawatan yang berlangsung hingga 26 Oktober tersebut berpotensi membatasi arus distribusi batu bara menuju pusat konsumsi.

Dari sisi impor, pengiriman dari Indonesia turut mengalami penurunan tajam sepanjang tahun ini. Indonesia merupakan pemasok utama batu bara termal impor bagi China, sehingga perubahan volume pengiriman dapat langsung memengaruhi keseimbangan pasokan di pasar China.

Pemerintah Indonesia berupaya membatasi produksi untuk membantu pemulihan harga komoditas sekaligus meningkatkan penerimaan negara. Situasi ini kemudian diperberat oleh kekeringan yang berkaitan dengan El Niño di sejumlah wilayah tambang. Turunnya permukaan sungai memaksa operator tongkang mengurangi muatan, sehingga pengangkutan batu bara menjadi lebih lambat dan terbatas.

Risiko pasokan tersebut muncul menjelang musim dingin, periode ketika penggunaan batu bara di China biasanya meningkat. Kebutuhan pembangkit akan bahan bakar dapat bertambah ketika permintaan pemanas dan listrik naik, sementara pasokan domestik maupun impor belum sepenuhnya pulih.

LNG Belum Menjadi Pilihan Murah

Gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), yang dapat digunakan sebagai pilihan bahan bakar pembangkit, juga mengalami kenaikan harga sepanjang tahun ini. Gangguan rute pelayaran melalui Selat Hormuz telah menghambat pasokan Qatar akibat konflik di Timur Tengah.

Kondisi tersebut membuat peralihan dari batu bara ke LNG tidak serta-merta mengurangi tekanan biaya energi. Ketika kedua komoditas sama-sama mahal, pembeli listrik dan industri memiliki ruang yang lebih sempit untuk mencari pasokan alternatif dengan harga lebih rendah.

Di Eropa, kontrak berjangka batu bara API2 untuk November mencapai US$146,80 per ton, level tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Harga batu bara Afrika Selatan pun bergerak naik karena permintaan Asia yang kuat serta keterbatasan material untuk pengiriman segera.

Setelah libur Golden Week, pembeli China kembali aktif mengajukan permintaan pembelian batu bara. Meski demikian, tingginya harga masih menahan sebagian minat beli. Pasar menghadapi tarik-menarik antara kebutuhan memastikan stok dan keinginan menghindari pembelian pada harga yang terlalu tinggi.

India Menghadapi Pemadaman dan Stok Kritis

Tekanan energi juga terasa di India. Pemadaman listrik mulai memengaruhi rumah tangga, pabrik kecil, hingga fasilitas peleburan baja. Permintaan listrik meningkat seiring cuaca yang lebih panas, sedangkan produksi listrik tenaga air menurun tajam.

Dalam beberapa pekan terakhir, kebutuhan listrik yang melampaui pasokan memicu pemadaman di berbagai wilayah. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelanggan rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kecil dan industri yang bergantung pada pasokan listrik stabil untuk menjaga kegiatan produksi.

El Niño yang kuat membuat musim monsun India menjadi yang paling lemah dalam satu dekade. Suhu udara juga melampaui rata-rata normal pada periode ini. Curah hujan yang lebih sedikit mengurangi kemampuan pembangkit listrik tenaga air menghasilkan listrik, sehingga beban pada pembangkit berbahan bakar batu bara semakin besar.

Pada saat yang sama, persediaan batu bara di puluhan pembangkit listrik tenaga uap telah berada pada tingkat kritis. Data pemerintah hingga akhir September memperlihatkan proporsi PLTU dengan stok batu bara sangat rendah meningkat tajam.

Situasi di India memperlihatkan betapa pentingnya ketersediaan batu bara dalam sistem listrik yang masih sangat bergantung pada bahan bakar tersebut. Jika pasokan tidak segera membaik, risiko gangguan listrik dapat menghambat aktivitas rumah tangga dan industri pada saat kebutuhan energi sedang meningkat.

Bagi pasar global, tekanan simultan di China dan India berpotensi menjaga harga batu bara tetap tinggi. Perkembangan produksi tambang, kondisi sungai di Indonesia, kelancaran logistik China, serta cuaca di Asia akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pasokan dalam beberapa bulan mendatang.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Harga Batu Bara Membara?

Harga Batu Bara Membara is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Harga Batu Bara Membara matter?

Harga Batu Bara Membara matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.