Harga Batu Bara Masih Membara, Tersengat Panasnya Minyak
Batu Bara Terus Menguat, Didorong Sentimen Minyak
Dailynesia.com – Pergerakan harga minyak mentah kembali menjadi katalis utama bagi pasar batu bara. Pada sesi perdagangan Selasa (18/8/2026), kontrak West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik 0,4% ke level US$85,26 per barel, sementara acuan Brent menguat 0,17% menjadi US$91,02 per barel. Kedua angka tersebut menandai posisi tertinggi sejak 24 Juli 2026.
Karena batu bara dan minyak merupakan dua komoditas yang dapat saling menggantikan fungsi energi, tekanan harga pada salah satu sisi langsung memengaruhi sisi lainnya. Efeknya terlihat jelas: harga batu bara ditutup di US$134,25 per ton pada hari yang sama, menguat 0,15% dan melanjutkan reli dua hari berturut-turut.
Sinyal Penguatan di Pasar Kokas Metalurgi China
Dari daratan Tiongkok, laporan terbaru mengindikasikan bahwa pasar kokas metalurgi mulai menunjukkan momentum naik. Kenaikan harga batu bara kokas telah mendorong biaya produksi ke atas, sementara pemangkasan output dan penyempitan pasokan kokas turut memberikan daya dorong tambahan terhadap harga.
Walaupun demikian, lonjakan biaya produksi tidak serta-merta berujung pada lonjakan harga kokas. Faktor penentu berikutnya terletak pada seberapa kuat permintaan dari sektor baja serta sejauh mana pembeli bersedia menyerap harga yang lebih tinggi. Tanpa kedua elemen tersebut, sinyal kenaikan biaya berisiko tetap tertahan di tahap hulu rantai pasok.
Impor Batu Bara Termal India Melambat
Di sisi lain, data dari India memperlihatkan kontraksi yang signifikan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, impor batu bara non-kokas negara tersebut anjlok sekitar 11% secara tahunan (yoy) menjadi 89 juta ton.
Bulan Juli menandai titik balik kecil: untuk pertama kalinya pada 2026, impor batu bara termal India kembali tumbuh secara tahunan. Kenaikannya hanya sekitar 2%, membawa volume ke 12 juta ton — angka yang jauh tertinggal dibandingkan lonjakan pembangkitan listrik berbasis batu bara yang mencapai hampir 13% pada periode yang sama.
Gap antara kedua angka tersebut mengisyaratkan bahwa sebagian besar tambahan kebutuhan listrik masih terpenuhi oleh produksi batu bara domestik, bukan oleh pasokan luar negeri.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Harga Batu Bara Masih Membara Tersengat?Harga Batu Bara Masih Membara Tersengat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Harga Batu Bara Masih Membara Tersengat matter?Harga Batu Bara Masih Membara Tersengat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.