Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Giant Sea Wall Impian Prabowo, Seperti Apa Tanggul Raksasa Belanda?

Published August 16, 2026 · Updated August 16, 2026 · By Christopher Moore - dailynesia.com

Foto : Christopher Moore - dailynesia.com

Visi Tanggul Laut Raksasa untuk Jawa Utara yang Diusung Prabowo

Dailynesia.com – Presiden Prabowo Subianto menyoroti pembangunan Giant Sea Wall sebagai proyek strategis dalam Pidato Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Sesi penyampaian tersebut berlangsung pada hari Jumat, 14 Agustus 2026 di Gedung MPR/DPR RI Senayan, Jakarta.

Rencana infrastruktur ini mencakup pesisir utara Pulau Jawa sepanjang 575 kilometer. Pemerintah memperkirakan kebutuhan dana mencapai 100 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan 1.800 triliun rupiah, dengan asumsi kurs 1 dolar AS bernilai 18.000 rupiah. Pembagian proyek dilakukan dalam 15 segmen yang memerlukan durasi pengerjaan antara 15 hingga 20 tahun.

"Tanggul besar untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa ini mutlak harus kita lakukan. Jangan kita tunggu bencana datang, kita harus belajar dari negara lain seperti Belanda yang membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa menunggu bencana," tegas Prabowo.

Menyadari lamanya proses pembangunan, Presiden menyatakan komitmennya untuk memulai proyek ini pada masa jabatannya sebagai presiden ke-8. "Proyek ini akan butuh 15 - 20 tahun untuk kita selesaikan, ini waktu yang lama, saya tidak tahu presiden ke berapa yang akan meresmikan," tambahnya.

Manfaat Strategis bagi Ekonomi dan Masyarakat

Infrastruktur raksasa ini dirancang untuk melindungi sekitar 50 juta jiwa yang tinggal di kawasan pesisir Pantura. Wilayah tersebut memegang peranan vital bagi perekonomian nasional dengan kontribusi mencapai 38 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia. Selain itu, kawasan ini menampung 70 kawasan industri, lima kawasan ekonomi, serta berfungsi sebagai poros logistik nasional.

Prabowo menekankan bahwa Giant Sea Wall tidak sekadar berfungsi sebagai benteng penahan ombak. Proyek ini juga akan mengintegrasikan sistem penyediaan air bersih, menjadi jalur pertumbuhan ekonomi baru, serta mengembangkan kemampuan rekayasa teknologi dalam negeri. "Selain itu, Giant Sea Wall kita di Pantura harus jadi infrastruktur air bersih, harus jadi jalur pertumbuhan baru, proyek rekayasa anak bangsa," jelas Presiden.

Belanda sebagai Model Inspirasi

Dalam penjelasannya, Presiden mencontohkan pengalaman Belanda dalam membangun infrastruktur perlindungan air. Salah satu pencapaian paling ikonik adalah Afsluitdijk, tanggul sepanjang 32 kilometer yang memisahkan Wadden Sea dari IJsselmeer. Sejak tahun 1932, struktur ini telah melindungi sebagian wilayah Belanda dari ancaman banjir laut.

Afsluitdijk merupakan salah satu proyek rekayasa air paling terkenal di Belanda yang memisahkan Laut Wadden dari Danau IJssel (IJsselmeer). Pembangunan tanggul ini tidak lepas dari ancaman banjir laut yang sejak lama menghantui Belanda. Salah satu titik baliknya terjadi pada 1916, ketika banjir besar melanda wilayah Belanda, menimbulkan korban jiwa, membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal, serta menyebabkan kerugian ekonomi.

Bencana tersebut mendorong pemerintah Belanda mengambil langkah besar. Pada 1918, pemerintah mengesahkan Zuiderzeewet, undang-undang yang menjadi dasar proyek untuk menutup Zuiderzee, mengendalikan air, sekaligus menciptakan kawasan air tawar dan lahan baru. Pembangunan Afsluitdijk kemudian dimulai pada 1920-an. Setelah bertahun-tahun dikerjakan, bagian terakhir tanggul akhirnya ditutup pada 28 Mei 1932.

Saat ini, lebih dari sembilan dekade setelah selesai dibangun, Afsluitdijk memiliki fungsi yang jauh melampaui sekadar tanggul. Belanda tengah meningkatkan kemampuan pembuangan air dari IJsselmeer (Danau IJssel) ke Wadden Sea melalui pintu air tambahan dan stasiun pompa berkapasitas tinggi. Tanggul tersebut sekaligus menjadi koridor transportasi karena jalan tol A7 menghubungkan Noord-Holland dan Friesland melalui Afsluitdijk.

Kawasan ini juga digunakan untuk pengembangan teknologi energi berbasis angin, matahari, air, hingga pertemuan air tawar dan air asin. Namun, Belanda juga menghadapi konsekuensi ekologis dari pembangunan Afsluitdijk. Pemisahan air asin Wadden Sea dan air tawar IJsselmeer menghambat migrasi ikan. Untuk mengatasinya, kini dibangun Fish Migration River, sungai buatan yang memungkinkan ikan kembali bermigrasi antara kedua perairan tanpa mengurangi fungsi perlindungan banjir.

Pengalaman Afsluitdijk menunjukkan bahwa tanggul laut berskala besar dapat dikembangkan menjadi infrastruktur multifungsi. Namun, proyek semacam ini juga membutuhkan adaptasi dan pengelolaan jangka panjang. Afsluitdijk sendiri masih terus diperkuat setelah lebih dari sembilan dekade untuk menghadapi kenaikan muka laut dan cuaca ekstrem.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Giant Sea Wall Impian Prabowo Seperti?

Giant Sea Wall Impian Prabowo Seperti is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Giant Sea Wall Impian Prabowo Seperti matter?

Giant Sea Wall Impian Prabowo Seperti matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.