Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Banyak yang Kabur, Segini “Kekuasaan” Asing di Bursa Saham RI Sekarang

Published October 20, 2026 · Updated October 20, 2026 · By Daniel Rodriguez - dailynesia.com

Foto : Daniel Rodriguez - dailynesia.com

Kepemilikan Asing di Saham Indonesia Menyusut, Investor Domestik Kian Dominan

Dailynesia.com – Tekanan penjualan oleh investor asing masih menjadi salah satu perhatian utama di pasar saham Indonesia sepanjang 2026. Seiring pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kekhawatiran pasar terkait evaluasi MSCI, nilai saham yang berada dalam kepemilikan investor asing mengalami penurunan besar dalam beberapa bulan terakhir.

Posisi investor domestik pun semakin kuat. Dalam delapan bulan, komposisi kepemilikan saham tercatat bergeser sehingga hampir dua pertiga nilai saham di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kini berada di tangan investor lokal.

Nilai Kepemilikan Asing Turun Lebih dari Rp1.297 Triliun

Nilai saham milik investor asing tercatat Rp2.723,23 triliun pada September 2026. Posisi ini jauh lebih rendah dibandingkan Januari 2026, ketika kepemilikan asing masih mencapai Rp4.020,98 triliun.

Dalam rentang tersebut, nilai kepemilikan asing berkurang Rp1.297,74 triliun atau 32,27%. Jika dibandingkan secara tahunan, penyusutannya juga cukup dalam. Pada September 2025, saham yang dimiliki investor asing masih bernilai Rp3.846,53 triliun, sekitar 29,20% lebih tinggi daripada posisi September 2026.

Perjalanan penurunannya tidak terjadi dalam satu waktu. Pada Februari, nilai kepemilikan asing mulai melemah dan penurunan membesar pada Maret. Angkanya turun dari Rp3.864,03 triliun menjadi Rp3.208,59 triliun dalam periode tersebut.

Pelemahan berlanjut hingga Juni, saat nilai kepemilikan asing mencapai Rp2.573,50 triliun. Nilai itu sempat pulih pada Juli dan Agustus, sebelum kembali melemah pada September. Dari Rp2.949,49 triliun pada Agustus, kepemilikan asing turun menjadi Rp2.723,23 triliun pada bulan berikutnya.

Porsi Investor Lokal Menembus 60%

Perubahan tidak hanya terlihat dari nilai nominal saham. Bagian kepemilikan investor asing terhadap total saham yang tercatat di KSEI juga menyusut cukup jelas.

Pada Januari 2026, investor asing menguasai 43,54% dari total nilai saham yang tercatat. Pada September, porsinya tinggal 39,67%. Sementara itu, proporsi investor domestik meningkat dari 56,46% menjadi 60,33%.

Angka tersebut menunjukkan pergeseran struktur kepemilikan pasar modal Indonesia. Investor lokal kini menguasai hampir dua pertiga nilai saham yang tersimpan di KSEI, sedangkan peran asing tetap besar tetapi tidak lagi sebesar awal tahun.

Komposisi ini penting dicermati karena kepemilikan domestik yang lebih besar dapat memberi basis permintaan lokal yang lebih luas. Namun, pergerakan dana asing tetap berpengaruh terhadap sentimen pasar, terutama pada saham berkapitalisasi besar dan saham yang aktif diperdagangkan.

Penjualan Bersih Asing Berlanjut pada Oktober

Tekanan transaksi asing belum berhenti setelah September. Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp1,18 triliun pada Senin, 19 Oktober 2026. Dengan tambahan transaksi tersebut, total net sell investor asing sejak awal tahun mencapai Rp86,08 triliun.

Data nilai kepemilikan saham asing hingga September belum memasukkan seluruh dinamika yang terjadi sepanjang Oktober. Perubahan harga saham maupun transaksi pada bulan itu, termasuk ketika IHSG mengalami penurunan tajam pada 16 dan 19 Oktober, belum tercermin dalam angka kepemilikan KSEI tersebut.

Karena itu, pembacaan terhadap penurunan nilai kepemilikan asing perlu dilakukan secara hati-hati. Angka tersebut memang dipengaruhi oleh aksi beli dan jual investor, tetapi nilainya juga bergerak mengikuti harga saham di bursa.

Penurunan Nilai Tidak Selalu Berarti Dana Keluar Penuh

Turunnya nilai saham yang dipegang investor asing tidak dapat langsung diartikan bahwa seluruh penurunan tersebut merupakan dana yang meninggalkan pasar Indonesia. Ketika harga saham melemah, nilai portofolio akan turun meskipun jumlah lembar saham yang dimiliki tidak berubah.

Di sisi lain, aksi jual bersih yang berlangsung sepanjang tahun tetap menjadi penanda adanya tekanan transaksi dari investor asing. Kombinasi antara pelemahan harga saham dan net sell dapat membuat nilai kepemilikan terkoreksi lebih dalam.

Bagi pelaku pasar, perbedaan antara arus dana dan perubahan nilai pasar menjadi hal yang penting. Arus dana menggambarkan aktivitas pembelian atau penjualan, sedangkan nilai kepemilikan mencerminkan nilai portofolio pada harga pasar saat data dicatat. Dua indikator itu saling berkaitan, tetapi tidak selalu bergerak dalam besaran yang sama.

Perkembangan berikutnya akan sangat ditentukan oleh arah IHSG, minat investor terhadap saham domestik, serta keberlanjutan transaksi asing setelah periode tekanan pada Oktober. Untuk saat ini, data hingga September memperlihatkan bahwa investor domestik mengambil porsi yang semakin besar dalam struktur kepemilikan saham Indonesia.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Banyak yang Kabur Segini Kekuasaan Asing?

Banyak yang Kabur Segini Kekuasaan Asing is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Banyak yang Kabur Segini Kekuasaan Asing matter?

Banyak yang Kabur Segini Kekuasaan Asing matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.