Pengelolaan Industri ACG Sebagai Kunci Pembuka Kesuksesan IP Nasional

2 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
31c0d981-6ab8-4011-a6a6-df5681d5a037-0

New Policy: Mendorong Pengelolaan ACG untuk Sukses IP Nasional

Dailynesia.com – Dengan adanya New Policy, pengelolaan industri ACG—yang mencakup animasi, komik, dan permainan—dibuat menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas kekayaan intelektual (IP) nasional. Industri ini, selama ini dianggap sebagai bagian pendukung dari sektor hiburan, kini berperan penting dalam mendorong ekonomi kreatif Indonesia. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam industri ACG, dengan peningkatan pendapatan mencapai 12,86 persen per tahun sejak 2015, mencerminkan transformasi peran Indonesia dari produsen animasi murah menjadi pengeksplorasi cerita yang lebih mandiri.

Transformasi Industri ACG: Dari Pendukung ke Pusat Kreativitas

Masa depan industri ACG di Indonesia terbentuk melalui kebijakan yang lebih terpadu. Menurut Indonesia Animation Report 2026, industri animasi nasional mencapai Rp798,15 miliar pada 2025. Angka ini menunjukkan bahwa kekayaan intelektual menjadi elemen kunci dalam menyusun strategi New Policy. Dalam laporan tersebut, pendapatan dari karya orisinal melebihi pendapatan jasa animasi yang diekspor, mencerminkan pergeseran fokus ke pengembangan kreativitas dalam negeri.

Fakta menarik lainnya adalah industri komik dan permainan mulai menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Tahun 2025 menempatkan Indonesia di posisi pertama dalam pangsa pasar game Asia Tenggara, dengan 29,45 persen dari total pengguna. Kementerian Ekonomi Kreatif menilai bahwa New Policy akan menjadi penggerak utama untuk mengintegrasikan kelembagaan pendanaan, promosi, dan ekspor agar industri ACG bisa menyaingi negara-negara besar seperti Korea Selatan dan Jepang.

Perbandingan dengan Negara Lain: Pelajaran dari Korea Selatan dan Jepang

Industri ACG di Korea Selatan mencatat pendapatan mencapai 23,8 triliun won pada 2024, menyumbang 60,4 persen dari total ekspor konten sebesar 14,1 miliar dolar Amerika Serikat. Dalam New Policy, pemerintah Korea mengintegrasikan pendanaan riset, dukungan ekspor, dan investasi ke dalam satu kerangka kebijakan, yang membantu meningkatkan keberlanjutan industri tersebut. Serupa dengan itu, Jepang menempatkan industri konten sebagai prioritas sejajar dengan sektor baja dan semikonduktor, dengan target pendapatan luar negeri mencapai 6 triliun yen pada 2033 melalui strategi New Cool Japan.

Program IP360 yang diluncurkan METI menjadi contoh bagus dalam penerapan New Policy. Dengan dana hibah hingga 10 juta yen, pemerintah Jepang mendorong inovasi dari pengembang independen. Pada 2024, industri anime Jepang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, senilai 3,84 triliun yen atau setara 25,25 miliar dolar Amerika Serikat, dengan pendapatan luar negeri melebihi pendapatan domestik sejak 2023. Inisiatif serupa diharapkan bisa diadopsi oleh Indonesia dalam rangka mengejar pertumbuhan ekonomi kreatif.

Strategi New Policy: Membangun Ecosystem Berkelanjutan

Dalam rangka mencapai target kontribusi industri kreatif sebesar 8,37 persen terhadap PDB pada 2029, New Policy menekankan kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Kementerian Ekonomi Kreatif mengungkapkan bahwa industri gim Indonesia—yang memimpin pangsa pasar Asia Tenggara—perlu didukung oleh adopsi teknologi dan pendekatan kreatif yang lebih modern. Dengan New Policy, pengembangan IP nasional bisa dilakukan melalui pendekatan berbasis digital, seperti penggunaan platform global untuk promosi dan distribusi karya.

Perusahaan startup lokal juga bisa menjadi bagian dari strategi New Policy. Tahun 2024, angka penggunaan smartphone mencapai 99,4 persen di kalangan internet pengguna, menciptakan peluang besar bagi ekspansi pasar industri ACG. Dengan dana investasi yang tepat dan kebijakan yang terkoordinasi, Indonesia bisa mengubah peran sebagai produsen animasi murah menjadi negara penghasil IP yang bernilai tinggi. Proyeksi ini menjadi dasar dalam mengejar visi ekonomi kreatif yang lebih besar.

Langkah Strategis untuk Meningkatkan Kualitas Produk

Industri ACG di Indonesia terus berkembang, tetapi masih perlu peningkatan kualitas produksi untuk bisa bersaing secara global. New Policy menawarkan kerangka yang mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, dan pengembangan teknologi. Pemerintah bersama lembaga pendidikan dan kreatif berencana menambah kurikulum pendidikan seni dan digital untuk memperkuat SDM yang mampu menghasilkan karya orisinal berkelas. Langkah ini diharapkan bisa memberikan dampak jangka panjang, dengan hasil yang bisa terlihat dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam implementasi New Policy, sektor swasta juga diminta berperan aktif. Kemitraan antara produsen lokal dan platform digital menjadi strategi penting untuk menjangkau pasar internasional. Dengan kemampuan adaptasi dan inovasi yang baik, Indonesia bisa mengejar visi menjadi negara yang mampu menghasilkan IP nasional yang kompetitif. Kebijakan ini bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang menciptakan identitas budaya yang unik dan berdaya saing.

MORE FROM THIS CATEGORY

petugas-menjunjukkan-uang-pecahan-dolar-amerika-serikat-as-dan-rupiah-di-dolar-asia-money-changer-jakarta-rabu-872026-1783496342975_169

Fiscal Dominance dan Depresiasi Rupiah

Fiscal Dominance dan Depresiasi Rupiah Latest Program – Artikel ini menyampaikan pandangan pribadi penulis, bukan mencerminkan sikap Redaksi CNBCIndonesia.com.