Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Wow, China Ternyata Konsumsi Batu Bara 4,4 Miliar Ton/ Tahun

Published August 14, 2026 · Updated August 14, 2026 · By Elizabeth Lopez - dailynesia.com

Foto : Elizabeth Lopez - dailynesia.com

China Mengonsumsi Batu Bara 4,4 Miliar Ton Setiap Tahun, Indonesia Tertinggal

Dailynesia.com – Jakarta mencatatkan data menarik mengenai penggunaan batu bara di Tiongkok. Negara tersebut tercatat mengonsumsi 4,4 miliar ton batu bara dalam satu tahun. Angka ini tidak hanya dialokasikan untuk pembangkit listrik, tetapi juga untuk proses gasifikasi dan sektor industri kimia. Konsumsi yang masif ini menunjukkan betapa strategisnya posisi batu bara dalam bauran energi Tiongkok.

Optimalisasi Penggunaan Batu Bara di Tiongkok

Todotua Pasaribu, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi atau BKPM, menilai tingginya angka konsumsi ini menunjukkan keberhasilan Tiongkok dalam mengoptimalkan pemanfaatan batu bara di dalam negeri. Dalam acara Mindialogue 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, ia menjelaskan detail alokasi tersebut secara komprehensif.

China itu setiap tahun konsumsi 4,4 miliar metrik ton batu bara, kurang lebih 30% mereka itu, 30-35% mereka itu pakai untuk produk gasifikasi, selebihnya pakai untuk energi.

Penjelasan ini disampaikan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Besarnya porsi gasifikasi di Tiongkok berbanding terbalik dengan kondisi di Indonesia saat ini. Tiongkok berhasil memanfaatkan sebagian besar cadangan batu baranya untuk berbagai produk turunan, bukan hanya sebagai bahan bakar langsung.

Indonesia Masih Tertinggal dalam Gasifikasi

Todotua menilai Indonesia masih tertinggal karena belum berhasil mengoperasikan satu pun proyek gasifikasi skala industri untuk menghasilkan nilai tambah. Ia menyoroti bahwa hingga kini, Indonesia belum pernah melakukan gasifikasi sebesar 1 ton. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pengembangan industri hilir batu bara nasional.

Menurutnya, hal ini cukup lucu mengingat Indonesia sudah memiliki perencanaan untuk mengembangkan Dimethyl Ether (DME). Namun, jika dilihat dari siklusnya, batu bara harus dikonversi menjadi gas sintetis terlebih dahulu, kemudian gas sintetis tersebut diubah menjadi metanol sintetis. Proses ini memerlukan investasi teknologi yang signifikan dan waktu yang tidak singkat.

Dorongan Proyek Konversi Batu Bara Menjadi DME

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah saat ini tengah mendorong proyek strategis konversi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Pihaknya menyebutkan dukungan bagi badan usaha yang ingin mengembangkan teknologi gasifikasi menjadi metanol sintetis. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi industri energi Indonesia.

Kita punya batu bara yang bisa kita gasifikasi, makanya kita sangat mendukung sekali pada saat, teman-teman Bukit Asam (PTBA), membawa konsep proposal dengan BPN untuk coal to synthetic gas, bahkan untuk synthetic gas maju lagi kepada methanol.

Mengurangi Ketergantungan Impor Energi

Hilirisasi tersebut dinilai penting untuk menekan biaya konsumsi energi nasional yang masih tinggi akibat ketergantungan impor. Dengan menguasai teknologi pengolahan batu bara di dalam negeri, Indonesia diharapkan mampu mengendalikan struktur biaya industrinya sendiri. Hal ini juga akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.

Konteks paling utama kalau menurut saya, itu untuk kita menekan cost demand consume kita sendiri. Kenapa? Kalau kebanyakan kita impor, kontrol cost -nya itu ya bergantung kepada negara produsennya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Konsumsi Batu Bara

Berapa total konsumsi batu bara Tiongkok per tahun? Tiongkok mengonsumsi 4,4 miliar metrik ton batu bara setiap tahunnya, dengan 30-35% digunakan untuk produk gasifikasi dan sisanya untuk energi.

Apa itu gasifikasi batu bara? Gasifikasi adalah proses mengubah batu bara menjadi gas sintetis yang kemudian dapat dikonversi menjadi berbagai produk turunan seperti metanol dan DME.

Mengapa Indonesia tertinggal dalam gasifikasi? Indonesia belum mengoperasikan proyek gasifikasi skala industri dan belum pernah melakukan gasifikasi sebesar 1 ton secara komersial.

Bagaimana peran PTBA dalam pengembangan gasifikasi? PT Bukit Asam (PTBA) sedang mengembangkan proposal coal to synthetic gas bersama BPN untuk menuju produksi metanol sintetis.

Related Reading