Wow! 84% Potensi Panas Bumi ASEAN Ternyata Ada di Indonesia
Indonesia Pegang 84% Potensi Geothermal Seluruh ASEAN
Dailynesia.com – Sebagian besar cadangan energi panas bumi di kawasan Asia Tenggara terkonsentrasi di satu negara: Indonesia. Menurut data yang disampaikan Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani, sekitar 84% potensi geothermal ASEAN berada di dalam negeri. Secara global, angka tersebut bahkan mencapai 40% dari total potensi panas bumi dunia.
Pernyataan itu diutarakan Ahmad Yani dalam wawancara dengan CNBC Indonesia pada Kamis (20/8/2026), bertepatan dengan penyelenggaraan The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) di JCC Senayan, Jakarta.
24 Gigawatt yang Belum Tergali
Total potensi geothermal Indonesia mencapai 24 gigawatt. Namun, pemanfaatan baru menyentuh sekitar 11% dari kapasitas tersebut. Ahmad Yani menyebut kondisi ini sebagai pekerjaan rumah bersama yang harus dijawab oleh investor, pemangku kepentingan, IPP, dan pemerintah secara kolektif.
"Dari 24 gigawatt yang ada, saat ini itu baru 11% yang termanfaatkan. Nah, inilah menjadi PR kita bersama dalam pertemuan IIGCE ini juga merupakan kita diskusi bersama investor, pemangku kepentingan, IPP, dan pemerintah sama-sama mencari jalan keluar ini. Bagaimana energi yang besar ini bisa tumbuh berkembang di Indonesia."
Target RUPTL dan Ambisi PGE
Dalam dokumen RUPTL 2025–2034, pemerintah menetapkan target kapasitas panas bumi sebesar 5,2 gigawatt. Ahmad Yani menilai sasaran tersebut realistis dan sejalan dengan roadmap internal PGE. Perusahaan tersebut menargetkan pencapaian 1 gigawatt pada 2028 sekaligus posisi sebagai operator geothermal terbesar di Indonesia. Lebih jauh lagi, pada 2034 PGE mengincar kapasitas 1,8 gigawatt dan predikat perusahaan panas bumi nomor satu secara global.
"Kita punya pipeline-pipeline yang sangat jelas ya, terkait dengan pencapaian target, support, dan Green RUPTL itu salah satu bentuk support dari pemerintah kepada geothermal untuk bisa tumbuh berkembang dengan baik. Kita di PGE sudah punya target yang jelas nih terkait dengan opportunity ini."
"Kemudian di tahun 2034 menjadi nomor satu di dunia untuk kapasitas 1,8 gigawatt. Kita sudah punya pipeline yang jelas jadi tidak ada isu terkait dengan resource."
Regulasi Jadi Penghambat Utama
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pengembangan geothermal merupakan bagian dari strategi kedaulatan dan ketahanan energi nasional. Meski demikian, ia mengakui bahwa proses perizinan masih menjadi keluhan utama para pelaku usaha di sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
"Nah salah satu persoalannya itu adalah kecepatan regulasi, izin segala macam."
Bahlil mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia坐拥 sumber daya geothermal terbesar di dunia, tingkat implementasinya masih tertinggal di bawah Amerika Serikat. Ia menyoroti bahwa berbelit-belitnya prosedur perizinan menjadi penyebab utama lambatnya realisasi proyek.
"Sejak saya dilantik jadi Menteri SDM, saya cek apa sih yang membuat lambat, karena saya dulu pengusaha juga. Saya dulu sebelum masuk di pemerintah, saya pengusaha. Dan setelah saya masuk pemerintah, saya jadi Menteri Investasi. Pengusaha itu kan mau cepat, tapi kalau aturannya berbelit-belit, lambat, ya mau gimana?"
Sebagai respons, Bahlil telah memangkas sejumlah tahapan regulasi yang dianggap menghambat pelaku usaha. Akan tetapi, hasil evaluasi internal menunjukkan masih tersisa hambatan normatif yang belum terselesaikan.
"Dan sekarang ternyata setelah saya evaluasi, masih banyak juga hambatan-hambatan terhadap aturan-aturan itu."
Di luar pembenahan regulasi, Bahlil menyatakan akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk merumuskan insentif, khususnya di bidang perpajakan. Ia menekankan bahwa sinergi antara pelaku usaha dan regulator menjadi prasyarat agar potensi geothermal Indonesia benar-benar dapat dikonversi menjadi nilai tambah bagi ketahanan energi nasional.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Wow 84 Potensi Panas Bumi ASEAN?Wow 84 Potensi Panas Bumi ASEAN is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Wow 84 Potensi Panas Bumi ASEAN matter?Wow 84 Potensi Panas Bumi ASEAN matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.