Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

WNI Pakai Uang Palsu di Kasino Singapura, Polisi RI Turun Tangan

Published September 20, 2026 · Updated September 20, 2026 · By William Moore - dailynesia.com

Foto : William Moore - dailynesia.com

Polisi Indonesia Minta Kepastian Status 34 Lembar Uang Singapura yang Disita

Dailynesia.com – Polres Tangerang Selatan sedang berkoordinasi dengan otoritas Singapura untuk memastikan keaslian 34 lembar uang kertas pecahan S$10.000 yang terkait dugaan pemakaian uang palsu di kasino Resorts World Sentosa (RWS). Uang tersebut diduga digunakan oleh seorang pengusaha Indonesia bernama Steven dalam beberapa kunjungannya ke kasino itu pada Juni 2026.

Langkah koordinasi ini diperlukan karena penyidik di Indonesia masih membutuhkan dokumen resmi yang secara tegas menerangkan status barang bukti. Kejelasan tersebut menjadi penting untuk mendalami asal uang, perjalanan uang itu hingga ke tangan Steven, serta kemungkinan adanya perbuatan pidana yang berlangsung di wilayah Indonesia.

Penyidik Meminta Surat Resmi dari Kepolisian Singapura

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menyampaikan bahwa jajarannya telah menjalin komunikasi dengan Singapore Police Force (SPF). Pertemuan virtual antara kedua pihak digelar pada 14 September 2026 di Divisi Hubungan Internasional Polri.

Pembahasan itu melibatkan perwakilan SPF, termasuk atase kepolisian Singapura yang bertugas di Jakarta. Dalam forum tersebut, penyidik Indonesia meminta penerbitan surat keterangan resmi mengenai 34 lembar uang kertas pecahan S$10.000 keluaran tahun 1973 yang telah diamankan.

"Dalam pertemuan tersebut, kami meminta SPF menerbitkan surat yang menyatakan bahwa 34 lembar uang kertas pecahan S$10 ribu tahun 1973 yang telah disita tersebut adalah palsu," kata Boy.

Sampai tahap ini, dokumen yang diterima penyidik Indonesia baru berupa salinan tanda terima penyitaan. Keterangan pada dokumen itu belum menyatakan secara final bahwa uang tersebut palsu, melainkan hanya menyebutnya sebagai barang yang diduga tidak asli.

"Sampai saat ini, penyidik Indonesia baru menerima salinan tanda terima penyitaan yang menyebutkan uang tersebut sebagai 'diduga tidak asli'," ujarnya.

Perbedaan antara dugaan dan penetapan resmi memiliki arti penting dalam proses penyelidikan. Surat autentik dari otoritas yang menangani penyitaan dapat membantu penyidik menentukan langkah berikutnya, termasuk menghubungkan temuan di Singapura dengan pemeriksaan yang berjalan di Indonesia.

Uang Sempat Ditukar Menjadi Chip Kasino

Perkara ini mencuat setelah Steven diduga membawa dan menggunakan 34 lembar uang bernilai nominal S$10.000 per lembar dalam tiga kunjungan ke RWS pada Juni lalu. Nilai nominal keseluruhan uang yang menjadi perhatian penyidik mencapai S$340.000.

Informasi yang muncul dalam perkara tersebut menunjukkan uang itu sempat diterima pihak kasino dan kemudian ditukarkan menjadi chip permainan. Setelah proses penukaran berlangsung, uang kertas tersebut terdeteksi sebagai uang yang diduga palsu dan akhirnya disita.

Kasus semacam ini tidak hanya menyangkut penggunaan uang di tempat hiburan, tetapi juga menuntut penelusuran yang lebih luas mengenai pihak yang pertama kali memasukkan uang tersebut ke dalam peredaran. Karena transaksi awal yang diklaim Steven terjadi di Tangerang Selatan, penyidik Indonesia memiliki kepentingan untuk memeriksa jalur penerimaan uang tersebut.

Steven Mengaku Tidak Mengetahui Keaslian Uang

Kuasa hukum Steven, Yosia Ginting, menyatakan kliennya tidak menyadari uang dolar Singapura yang digunakan di kasino itu diduga palsu. Dalam penjelasannya, Steven mengaku justru menjadi pihak yang dirugikan dalam dugaan penipuan tersebut.

Uang kertas itu disebut diterima Steven sebagai pembayaran dalam transaksi penjualan sebuah rumah toko atau ruko di Tangerang Selatan. Pembayaran tersebut dikatakan berasal dari seorang pria bernama Anthony, yang diperkenalkan melalui rekan Steven bernama Rangga.

Versi yang disampaikan pihak kuasa hukum menempatkan Steven sebagai penerima uang dalam suatu transaksi properti sebelum kemudian uang itu digunakan di Singapura. Keterangan ini masih perlu diuji melalui pemeriksaan saksi, dokumen transaksi, dan penelusuran pihak-pihak yang disebut dalam rangkaian kejadian tersebut.

Dalam perkara dugaan uang palsu, asal-usul uang menjadi salah satu unsur yang sangat menentukan. Penyidik perlu mengetahui kapan uang diterima, siapa yang menyerahkannya, bagaimana bentuk transaksi yang mendasari penyerahan tersebut, serta apakah ada pihak lain yang mengetahui atau terlibat dalam peredarannya.

Penyelidikan Dua Negara Masih Berjalan

SPF telah mengonfirmasi bahwa laporan terkait kasus ini telah dibuat dan penyelidikan di Singapura masih berlangsung. Di Indonesia, Polres Tangerang Selatan terus memeriksa sejumlah saksi untuk menggali asal 34 lembar uang itu dan mencari kemungkinan tindak pidana di dalam negeri.

Proses hukum belum berhenti pada penemuan uang di kasino. Otoritas kedua negara masih perlu memastikan hasil pemeriksaan keaslian uang serta mengurai rantai peredarannya. Kepastian teknis dari pihak Singapura akan menjadi salah satu dasar bagi penyidik Indonesia dalam menilai informasi yang telah dikumpulkan.

Bagi publik, kasus ini juga menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima pembayaran bernilai besar, terutama dalam mata uang asing. Penerima pembayaran perlu memastikan sumber transaksi dapat dibuktikan dan menyimpan catatan yang relevan, karena persoalan keaslian uang dapat membawa konsekuensi hukum meski seseorang mengaku tidak mengetahui adanya masalah pada uang yang diterimanya.

Hingga kini, status akhir 34 lembar pecahan S$10.000 tersebut masih menunggu penegasan resmi dalam penyelidikan yang dilakukan Singapura dan Indonesia. Pemeriksaan akan terus diarahkan untuk menentukan keaslian uang itu sekaligus mengidentifikasi pihak yang pertama kali diduga mengedarkannya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is WNI Pakai Uang Palsu di Kasino?

WNI Pakai Uang Palsu di Kasino is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does WNI Pakai Uang Palsu di Kasino matter?

WNI Pakai Uang Palsu di Kasino matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.