WHO Ungkap 8 Kasus Hantavirus Andes – Bisa Menular Antar Manusia?

3 months ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
cddf8399-0d6e-43f6-9b60-87db54db29cb-0

WHO Ungkap 8 Kasus Hantavirus Andes, Bisa Menular Antar Manusia?

Dailynesia.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja mengungkapkan adanya 8 kasus infeksi hantavirus Andes yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Wabah ini menimbulkan perhatian internasional karena kemungkinan penularan antar manusia, meski saat ini belum ada bukti pasti bahwa penyebaran terjadi secara langsung di antara penumpang. Berdasarkan laporan terbaru, tiga dari delapan kasus tersebut dikaitkan dengan kematian, yang terjadi sejak awal April 2026 saat kapal berlayar dari Argentina ke Samudra Atlantik.

Kasus Hantavirus Andes di Kapal Pesiar

Dalam rilis resmi, WHO menyatakan bahwa dari total 8 kasus, dua di antaranya telah dikenal sebagai infeksi kemungkinan, sementara satu masih dalam proses pemeriksaan lanjutan. Korban pertama adalah seorang pria Belanda berusia 70 tahun yang menunjukkan gejala pada 6 April 2026. Sementara itu, dua korban meninggal telah diperiksa dan dikonfirmasi menderita hantavirus Andes. Kasus ketiga, yang berasal dari Amerika Serikat, memiliki hasil tes yang bervariasi, dengan satu positif dan satu negatif, tetapi tidak menunjukkan gejala yang jelas.

“Delapan kasus telah dikonfirmasi secara laboratorium terinfeksi virus Andes (ANDV), dua kasus diklasifikasikan sebagai kemungkinan terinfeksi, dan satu kasus masih menunggu hasil uji lanjutan,” jelas pernyataan dari WHO. Ini menunjukkan bahwa meskipun virus Andes biasanya menyebar melalui hewan pengerat, kini ada indikasi bahwa transmisi antar manusia bisa terjadi.

Virus Andes, yang juga dikenal sebagai Hantavirus Andes, termasuk dalam keluarga hantavirus yang sering menyerang manusia melalui kontak dengan ekskrement hewan pengerat. Namun, kejadian ini menarik karena terjadi di lingkungan tertutup seperti kapal pesiar, yang memperbesar peluang penularan melalui droplet atau kontak langsung antar penumpang. WHO menegaskan bahwa hantavirus Andes tidak memiliki vaksin khusus, sehingga penanganan berupa isolasi dan pemeriksaan lanjutan menjadi penting.

Gejala dan Dampak Kesehatan Global

Kasus hantavirus Andes biasanya menunjukkan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, mual, dan nyeri otot, dengan beberapa pasien mengalami komplikasi yang serius seperti sindrom pernapasan akut (HPS) atau penyakit hemoragik. Meski begitu, WHO mengklasifikasikan risiko kesehatan masyarakat dari wabah ini sebagai “sedang” untuk penumpang kapal, sementara risiko bagi populasi global dianggap “rendah” karena belum ada bukti penyebaran masif. Namun, kemungkinan penularan antar manusia memicu kekhawatiran baru.

Kapal pesiar MV Hondius menjadi lokasi utama wabah ini, tetapi WHO masih mengejar sumber infeksi awal yang terjadi sebelum pelayaran dimulai. Pemeriksaan lebih lanjut sedang dilakukan untuk memastikan apakah virus ini menyebar melalui lingkungan kapal atau berupa infeksi yang terjadi secara simultan. Selain itu, para ahli menekankan perlunya kehati-hatian dalam menangani pasien yang memiliki hasil tes bervariasi, seperti kasus dari Amerika Serikat.

Virus Andes pertama kali ditemukan di Argentina pada 2003 dan sejak saat itu menjadi penyebab penyakit langka yang berpotensi mematikan. Dalam wabah baru ini, WHO memperkirakan bahwa jumlah kasus yang tercatat masih terbatas, namun ini menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman tentang mekanisme penyebaran virus tersebut. Dengan delapan kasus yang diketahui, kejadian ini bisa menjadi indikasi awal dari kemungkinan penularan antar manusia yang lebih luas.

Sebagai upaya pencegahan, WHO merekomendasikan pemeriksaan rutin terhadap penumpang kapal pesiar dan lingkungan mereka. Selain itu, mereka menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang kebersihan dan tindakan pencegahan, terutama bagi yang tinggal di area dengan risiko infeksi tinggi. Perkembangan ini juga menjadi bahan evaluasi bagi organisasi kesehatan di tingkat regional dan internasional untuk memperkuat protokol respons terhadap wabah hantavirus.

MORE FROM THIS CATEGORY