What Happened During: Terkuak! Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU, Kerugian Negara Rp5 T
Dailynesia.com – Penyelidikan kasus korupsi pengadaan batu bara untuk PLTU menemui titik balik signifikan setelah Kabareskrim Polri, Komjen Pol Syahardiantono, mengumumkan bahwa dugaan kejahatan tersebut telah naik ke tahap penyidikan. Dalam konferensi pers di Gedung Awaloedin Djamin, Jakarta, pada 4 Juli 2026, ia menjelaskan bahwa kasus ini mengungkap kerugian keuangan negara sekitar Rp5 triliun dan menyangkut tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penyidikan ini memperlihatkan proses yang kompleks, mulai dari pengadaan batu bara hingga distribusi energi yang menguntungkan pihak tertentu. What Happened During investigasi mencakup perubahan status kasus, pemeriksaan saksi, dan analisis dokumen yang mengarah pada peningkatan penyelidikan menjadi penyidikan.
Status Perkara Dinaikkan
Penyidikan kasus korupsi terkait pengadaan batu bara PLTU naik ke tingkat penyidikan setelah penyidik menemukan cukup bukti permulaan dari berbagai langkah penyelidikan. Laporan Polisi Nomor 6/Kortastipidkor Polri dan Surat Perintah Penyidikan Nomor 63/Kortastipidkor yang diterbitkan pada 4 Juli 2026 menjadi dasar peningkatan status tersebut. “Kasus ini terus dikembangkan selama periode 2018-2026, dan What Happened During penyelidikan membuka kemungkinan penemuan bukti yang lebih kuat,” jelas Irjen Pol Totok Suharyanto, yang memimpin tim Kortastipidkor Polri. Dengan langkah ini, pihak kepolisian berupaya untuk memastikan semua aspek korupsi, termasuk manipulasi kuantitas, kualitas, dan kontrak, terungkap secara detail.
“Peningkatan status penyidikan dilakukan untuk mempercepat proses investigasi dan mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan batu bara PLTU,” tambah Totok. Ia menekankan bahwa pihak kepolisian akan terus mengejar kebenaran meskipun masih ada proses yang memakan waktu.
Keterlibatan Perusahaan dan Kerugian Sementara
Sejumlah perusahaan, seperti PT UBP dan PT BRA, disebut sebagai pelaku dugaan korupsi dalam pengadaan batu bara PLTU. Dalam What Happened During awal penyelidikan

