Video: Perang Bikin Volume Ekspor Produk Perikanan RI Turun 41,35%

3 months ago  ·  2 min read
By William Moore - dailynesia.com
volume-ekspor-produk-perikanan-ri-turun-4135-yoy-akibat-perang-iran-1778468891557_169

Video: Perang Bikin Volume Ekspor Produk Perikanan RI Turun 41,35%

Dailynesia.com – Ekspor produk perikanan Indonesia turun hingga 41,35% pada periode tertentu akibat dampak geopolitik dari perang yang terjadi di wilayah Timur Tengah, menurut data yang diperoleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Peristiwa ini menciptakan ketidakstabilan dalam rantai pasok global, sehingga mengganggu alur ekspor barang laut dari negara kepulauan ini. Situasi ini terjadi setelah kenaikan signifikan tekanan politik yang menyebabkan pengurangan jumlah pesanan dari pasar utama seperti negara-negara Arab dan Eropa.

Mengapa Perang Berdampak pada Ekspor Perikanan?

Ketegangan geopolitik, terutama perang di wilayah Timur Tengah, mengganggu jalur perdagangan laut yang kritis bagi Indonesia. Banyak kapal ekspor yang terpaksa mengalihkan rute ke pelabuhan alternatif, yang memperlambat proses pengiriman dan meningkatkan biaya logistik. Selain itu, ketidakpastian politik juga membuat mitra dagang Indonesia memperlambat keputusan pembelian, yang berdampak pada volume barang yang bisa dikirimkan ke luar negeri. Perang juga memicu peningkatan harga bahan bakar minyak, yang memperparah tekanan pada industri perikanan yang sudah rentan.

Kondisi Pasar dan Perusahaan Ekspor

Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa penurunan ekspor ini terjadi dalam skala besar, mencerminkan gangguan yang luas pada sektor perdagangan internasional. Perusahaan-perusahaan ekspor perikanan mengalami penurunan pendapatan, terutama dari pasar utama yang terkena dampak langsung perang. Beberapa pelaku usaha juga melaporkan peningkatan biaya produksi dan distribusi, yang memperkuat tekanan pada margin keuntungan mereka. Meski demikian, sektor perikanan tetap berusaha memperbaiki kondisi dengan mengadakan kolaborasi dan inisiatif peningkatan kualitas produk.

Untuk informasi lebih lanjut, tonton program Squawk Box CNBC Indonesia yang tayang pada Senin, 11 Mei 2026, berikut ini.

Pemerintah Indonesia sedang berupaya mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor yang rentan terhadap gangguan geopolitik. Langkah ini melibatkan promosi produk perikanan ke pasar baru seperti Asia Tenggara dan Afrika, serta penguatan kerja sama bilateral dengan negara-negara tetangga. Selain itu, ada juga rencana untuk memperkenalkan inovasi dalam distribusi dan ekspor, seperti penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi logistik.

Para ahli ekonomi menilai bahwa penurunan ekspor perikanan ini memberi pelajaran penting bagi sektor ini untuk lebih siap menghadapi situasi krisis global. Mereka menyarankan perlu diversifikasi pasar ekspor dan peningkatan daya tahan terhadap perubahan politik internasional. Selain itu, penguatan regulasi dan insentif pemerintah juga menjadi kunci dalam memulihkan kinerja sektor perikanan yang sempat terpuruk.

Kondisi ini juga memicu perubahan strategi di dalam negeri. Beberapa perusahaan mulai mengalihkan fokus ke ekspor ke pasar domestik atau regional, sementara yang lain berusaha meningkatkan kapasitas produksi untuk menjaga kestabilan pasokan. Meski tantangan masih besar, ekspor perikanan Indonesia tetap menjadi salah satu pilar ekonomi yang berpotensi untuk bangkit kembali melalui adaptasi cepat dan strategi yang tepat.

MORE FROM THIS CATEGORY