Video: Kementan Sebut Stok Hewan Kurban 2026 Melimpah
Dailynesia.com – Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan bahwa stok hewan qurban pada tahun 2026 diperkirakan akan melimpah, menjamin ketersediaan hewan kurban selama bulan Ramadan dan Idul Adha. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam wawancara terbaru dengan CNBC Indonesia, menjawab kekhawatiran masyarakat tentang keterbatasan pasokan hewan kurban pada tahun ini.
Perkembangan Pasokan Hewan Kurban
Sudaryono menegaskan bahwa jumlah hewan qurban tahun 2026 telah meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa Kementan telah melakukan pengawasan ketat terhadap produksi ternak, termasuk sapi, kambing, dan domba, yang menjadi pilihan utama masyarakat untuk ibadah kurban. Dengan stok yang lebih dari cukup, pihaknya optimis masyarakat akan merasakan manfaat dari kelebihan pasokan ini, terutama dalam hal harga yang lebih terjangkau.
Menurut data dari Kementan, produksi ternak pada tahun 2026 meningkat seiring peningkatan program pengembangan peternakan skala besar dan kecil. Beberapa daerah seperti Jawa Timur, Kalimantan, dan Sumatra telah menjadi sentral produksi hewan qurban, memastikan pasokan yang merata dan memadai ke seluruh Indonesia. Sudaryono juga menyebut bahwa kementerian telah bekerja sama dengan peternak lokal untuk memastikan kualitas dan keamanan hewan yang dipasok.
Kondisi Pasar dan Dampak pada Konsumen
Ketersediaan stok hewan kurban yang melimpah diperkirakan akan mengurangi risiko kenaikan harga secara signifikan. Sudaryono menjelaskan bahwa harga hewan kurban pada tahun 2026 diharapkan tetap stabil, bahkan mungkin turun karena persaingan antarpenjual dan penyediaan pasokan yang berlebih. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin membeli hewan kurban dengan anggaran terbatas.
Sebelumnya, pada tahun 2025, pasokan hewan kurban sempat mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem dan penyebaran penyakit ternak. Kementan pun mengambil langkah-langkah khusus, seperti peningkatan vaksinasi dan pengaturan distribusi hewan dari daerah penghasil utama. Dengan persiapan yang lebih matang, Kementan yakin tahun ini akan terhindar dari masalah serupa.
Adapun, untuk memastikan ketersediaan stok hewan kurban, Kementan juga melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kelompok tani dan perusahaan peternakan. Sudaryono menekankan bahwa upaya ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan umat Muslim sepanjang Ramadan dan Idul Adha, serta menekan inflasi di sektor makanan. Ia menambahkan bahwa Kementan juga sedang mempersiapkan program pengurangan impor hewan kurban guna mengoptimalkan produksi dalam negeri.
Dalam video wawancara tersebut, Sudaryono juga memberikan petunjuk tentang kebijakan yang akan diambil dalam beberapa bulan ke depan. Ia menyatakan bahwa Kementan akan terus memantau kondisi pasar dan memastikan tidak ada penurunan kualitas hewan kurban yang signifikan. Selain itu, kementerian juga berencana memperluas akses pemasaran hewan kurban ke daerah-daerah yang kurang terlayani, sehingga meminimalkan risiko kelangkaan di lokasi tertentu.
Ketersediaan hewan kurban yang melimpah tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga pada keberlanjutan ekosistem peternakan. Sudaryono menyoroti bahwa tingkat produksi yang tinggi memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis bahan bakar. Dengan demikian, kebijakan Kementan tahun ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian.

