Video: Jurus Pengamanan Audit Keuangan Negara dari Serangan Siber
Dailynesia.com – Dalam era perubahan teknologi digitalisasi, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) semakin mengintegrasikan inovasi teknologi, terutama kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk memperkuat proses pemeriksaan keuangan negara.
Pinky Dezar Zulkarnain, direktur teknologi informasi BPK RI, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam audit negara telah dimulai sejak 1998, kemudian berkembang secara signifikan pada tahun 2020 selama fase transformasi digital.
Upaya modernisasi ini bertujuan meningkatkan efektivitas hasil pemeriksaan BPK, mempercepat proses audit, serta memudahkan pengambilan keputusan berdasarkan temuan.
Tiap tahun, BPK RI ditugaskan meninjau laporan keuangan 542 lembaga pemerintah daerah dan 89 lembaga pemerintah pusat, yang kini semakin efisien dan transparan berkat adopsi teknologi digital.
Langkah Keamanan Siber yang Diperkuat
Sementara itu, BPK RI juga menguatkan perlindungan siber dalam audit keuangan dengan menerapkan standar internasional, seperti sertifikasi ISO 27001, serta membentuk Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber (CSIRT) yang tergabung dalam jaringan CSIRT Indonesia yang diinisiasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Bagaimana pemanfaatan big data dalam audit laporan keuangan? Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan Pinky Dezar Zulkarnain, Direktur Teknologi Informasi BPK RI, dalam program Profit, CNBC Indonesia (Kamis, 04/06/2026).

