Prabowo Subianto Bentuk BUMN Ekspor untuk Mengatasi Kebocoran Pendapatan Negara
Dailynesia.com – Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam sektor ekspor, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus yang bertugas mengatur ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) strategis. Video yang diunggah oleh CNBC Indonesia menyoroti langkah ini sebagai bagian dari strategi untuk memastikan pendapatan negara tidak terganggu oleh praktik ekspor yang rentan kebocoran. Prabowo memberikan jaminan bahwa pembentukan BUMN ekspor ini tidak akan menghambat bisnis pengusaha swasta, melainkan akan memperkuat kerja sama antara pemerintah dan sektor usaha.
Latar Belakang Pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI)
Pembentukan PT DSI dianggap sebagai solusi untuk mengatasi masalah Under-invoicing dan transfer pricing yang telah terjadi sejak tahun 1991 hingga 2024. Dua praktik ini menyebabkan hilangnya pendapatan negara sebesar Rp 15.400 triliun, menurut penjelasan Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah RI, Fithra Faisal. Dalam dialog yang tayang dalam program Closing Bell, CNBC Indonesia, Fithra menjelaskan bahwa pengelolaan ekspor oleh BUMN ekspor ini bertujuan untuk mengoptimalkan tata kelola perdagangan dan mengurangi risiko pengelapan nilai ekspor. Dengan adanya DSI, pemerintah berharap dapat mengendalikan alur komoditas SDA seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy.
Langkah pembentukan PT DSI juga dilatarbelakangi oleh tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. Dalam kondisi pasar yang tidak stabil, pengelolaan ekspor yang terstruktur diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pendapatan negara. Prabowo menggarisbawahi bahwa BUMN ekspor ini akan menjadi mitra strategis bagi pengusaha, dengan menjaga keseimbangan antara kepentingan pemerintah dan keberlanjutan usaha swasta. Selain itu, pemerintah berharap DSI dapat menjadi kepanjangan tangan dalam mempercepat proses ekspor dan memastikan kualitas komoditas yang diekspor tetap terjaga.
“Pembentukan BUMN ekspor ini adalah bagian dari upaya mengembalikan pengelolaan komoditas strategis ke tangan pemerintah, sehingga pendapatan negara tidak lagi tergerus oleh praktik ekspor yang tidak transparan,” ujar Fithra Faisal dalam video CNBC Indonesia.
Dalam peran strategisnya, PT DSI diharapkan dapat mengendalikan harga jual, distribusi, dan kebijakan tarif untuk mengoptimalkan pendapatan dari ekspor SDA. Ini penting karena sektor ekspor menjadi salah satu pilar ekonomi nasional yang berkontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. Selain itu, BUMN ekspor ini juga ditujukan untuk memperkuat ekspor ke pasar internasional, terutama di tengah persaingan global yang semakin ketat. Prabowo menegaskan bahwa DSI akan bekerja sama dengan pengusaha untuk memastikan keberhasilan program ini tanpa mengganggu dinamika bisnis mereka.
Program Closing Bell yang membahas pembentukan BUMN ekspor ini menjadi platform diskusi penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan. Dalam sesi wawancara, Fithra Faisal menjelaskan bahwa perbaikan tata kelola ekspor-impor melalui DSI akan membantu meningkatkan kepercayaan investor dan menjaga konsistensi pendapatan negara. Selain itu, DSI akan menjadi jembatan antara pemerintah dan sektor usaha dalam menghadapi perubahan kebijakan ekonomi dan politik global. Penyusunan kebijakan ekspor yang lebih baik diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.

