Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Trump Pamer Kontak Kim Jong Un, Adiknya Langsung Bilang Begini

Published August 20, 2026 · Updated August 20, 2026 · By Daniel Rodriguez - dailynesia.com

Foto : Daniel Rodriguez - dailynesia.com

Kim Yo Jong Bingung soal Kontak Adik dan Trump

Dailynesia.com – Kim Yo Jong, saudari perempuan sekaligus salah satu pejabat paling berpengaruh di Korea Utara, menegaskan bahwa ia tidak mengetahui apakah adiknya, Kim Jong Un, baru-baru ini menjalin komunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah pada hari Rabu, sebagaimana dikutip CNN pada Kamis (20/8/2026).

"Saya sama sekali tidak menyadarinya, dan mungkin itu satu-satunya hal yang tidak saya ketahui terkait kebijakan luar negeri kepemimpinan tertinggi kami."

Kesaksian ini menjadi sorotan tajam mengingat posisi Kim Yo Jong sebagai letnan utama dan orang kepercayaan terdekat sang pemimpin. Ia kerap hadir di samping Kim Jong Un dan rutin menyampaikan pesan-pesan penting atas nama rezim yang terkenal sangat tertutup itu. Meski demikian, ia mengakui bahwa sang kakak memang menjalin hubungan yang sangat baik dengan Trump, dan secara pribadi menyimpan kenangan serta perasaan positif terhadap presiden AS tersebut.

Klaim Sepihak dari Gedung Putih

Keriuhan dari Pyongyang ini dipicu oleh pengumuman Trump pada hari Senin, ketika ia memberitahu wartawan bahwa Kim Jong Un telah merespons permintaannya untuk berbicara. Pada hari Rabu, Trump melangkah lebih jauh dengan menyatakan niatnya bertemu Kim menjelang akhir tahun, tanpa merinci waktu, tempat, atau mengonfirmasi apakah surat-surat telah bertukar tangan.

"Saya rukun dengannya. Dan tahukah Anda? Fakta bahwa saya rukun dengannya - itu hal yang baik."

Klaim sepihak itu dilontarkan tepat setelah Trump menuntut pemangkasan mendadak terhadap latihan militer gabungan dengan Korea Selatan, sekutu dekat Washington. Alasan yang dikemukakan mencakup hubungan positifnya dengan Kim Jong Un serta ketidakhadiran dukungan Seoul dalam perang di Iran. Akibatnya, latihan tahunan yang semula dirancang berlangsung sepuluh hari kini dipangkas menjadi hanya lima hari.

Latihan Militer dan Ketegangan Tersembunyi

Juru bicara Pasukan AS di Korea menjelaskan pada pekan sebelumnya bahwa latihan gabungan tersebut sesungguhnya dirancang untuk beradaptasi terhadap kemampuan Korea Utara yang terus berkembang, mencakup pelatihan anti-drone, penanggulangan gangguan GPS, hingga ancaman serangan siber. Selama ini, latihan militer gabungan AS-Korsel telah menjadi sumber kemarahan berkepanjangan bagi Pyongyang.

Menanggapi penyusutan skala latihan, Kim Yo Jong dengan tegas menolak narasi bahwa pemangkasan tersebut mengubah karakter kegiatan militer.

"Mengurangi latihan militer seharusnya tidak dilihat sebagai ukuran niat baik."

Para analis menambahkan bahwa latihan gabungan memuat modul krusial yang memberikan sesuatu yang belum pernah dimiliki Seoul sejak Perang Korea pecah pada tahun 1950, yakni kendali operasional masa perang atas pasukan gabungan. Mereka memperingatkan bahwa dengan memangkas porsi latihan, Trump justru berisiko bertentangan dengan tujuan sendiri agar Seoul memikul lebih banyak tanggung jawab pertahanan.

Respons Seoul dan Bayang-Bayang Masa Lalu

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, di sisi lain, secara terbuka menyambut baik permintaan Trump dan menegaskan kembali dukungannya terhadap jalur dialog dengan Korea Utara.

"Kami bersimpati dengan tekad dan upaya Presiden Trump untuk menciptakan kondisi dialog guna membangun rezim perdamaian di Semenanjung Korea, meskipun itu berarti mengurangi latihan militer gabungan Korea Selatan-AS dan latihan lapangan baru-baru ini, dan kami memberikan penghormatan pada keputusan itu."

Lee juga kembali menegaskan kesepakatannya dengan pandangan Trump bahwa Korea Selatan memang harus menanggung tanggung jawab atas keamanan negerinya secara mandiri.

"Membangun kemampuan yang memadai untuk membela semenanjung secara mandiri dengan meningkatkan pengeluaran pertahanan secara cepat guna mencapai pengeluaran pertahanan sebesar 3,5% dari PDB."

Sebagai konteks historis, Trump pernah mengambil langkah serupa pada Maret 2019 selama masa jabatan pertamanya, yakni memangkas operasi gabungan dengan Korea Selatan. Ia bahkan telah bertemu Kim Jong Un sebanyak tiga kali dalam upaya negosiasi denuklirisasi, yang pada akhirnya berakhir buntu dan justru memicu program senjata nuklir Korea Utara berkembang semakin agresif sejak saat itu. Pertumbuhan armada nuklir tersebut kemudian divalidasi oleh Menteri Pertahanan terkait.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Trump Pamer Kontak Kim Jong Un Adiknya?

Trump Pamer Kontak Kim Jong Un Adiknya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Trump Pamer Kontak Kim Jong Un Adiknya matter?

Trump Pamer Kontak Kim Jong Un Adiknya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.