Zulhas Sudah Bertitah, Masalah Sampah di RI Selesai Tahun 2029

3 months ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
a63fa2d0-f1c5-4b51-b6e0-7d3e6919a500-0

Topics Covered: Zulhas Berkomitmen Selesaikan Masalah Sampah RI Tahun 2029

Percepatan Proyek PSEL sebagai Solusi Darurat Limbah

Dailynesia.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa masalah sampah di Indonesia akan menjadi fokus utama pemerintah hingga 2029. Dalam upaya mengatasi krisis limbah yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah mempercepat pengembangan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah strategis. Proyek ini diharapkan selesai pada 2028, dengan target mengubah pengelolaan sampah menjadi solusi berkelanjutan. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan saat Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Daerah dan Danantara, Senin (11/5/2026), yang menandai langkah konkret dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Teknologi Terkini dalam Penanganan Sampah

Proyek PSEL tidak hanya berfokus pada pengolahan fisik sampah, tetapi juga mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan efisiensi. Zulhas menjelaskan bahwa metode seperti RDF (Refuse Derived Fuel), TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu), dan Pirolisis akan diprioritaskan. Teknologi ini dirancang untuk mengurangi volume sampah yang menumpuk di TPA besar seperti Bantar Gebang, Cipecang, dan Burangkeng. Menurut Menteri Zulhas, proyek ini akan memastikan bahwa sekitar 22,5% dari sampah yang dikategorikan darurat bisa dikelola dalam waktu 6 bulan administrasi dan 2 tahun pembangunan. Dengan teknologi yang semakin canggih, pemerintah optimis bisa mengubah cara penanganan sampah dari yang kini berbasis pengelolaan tradisional menjadi solusi inovatif.

“Perintah bapak presiden itu, beliau mengatakan tidak mungkin kita akan menjadi negara maju kalau sampah saja kita tidak bisa selesaikan, yang menyebabkan polusi, polusi tanah, air, udara, mengancam kesehatan, keselamatan masyarakat. Yang kita bahas hari ini, itu kategori darurat, yang open dumping,”

kata Zulhas. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan sampah adalah kunci keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi. Proyek PSEL dianggap sebagai salah satu dari beberapa topik yang dibahas untuk mempercepat penyelesaian masalah krisis limbah.

Analisis Situasi Sampah di Wilayah Terpenuh

Menurut data terkini, sampah di sejumlah daerah seperti Jakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan, terus menumpuk hingga mencapai volume yang mengkhawatirkan. TPA Bantar Gebang, misalnya, pernah mengalami longsoran yang menewaskan korban dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap ekosistem lokal. Situasi ini menjadi bukti bahwa masalah sampah bukan hanya sekadar tumpukan, tetapi juga ancaman terhadap kehidupan masyarakat. Dalam konteks ini, Zulhas menyoroti bahwa 22,5% sampah yang dikelompokkan sebagai darurat mengalami penumpukan kronis, yang memerlukan intervensi serius. Masalah ini mengingatkan kembali pentingnya penanganan sampah yang terpadu dan berkelanjutan.

“Yang darurat, yang di atas 1.000 ton, yang terus menumpuk 1.000, 1.000, 1.000 (ton), nah itu jumlahnya 22,5%. Kita selesaikan prosesnya 6 bulan, administrasi, pembangunan 2 tahun,”

tambahnya. Zulhas menjelaskan bahwa proyek PSEL bukan hanya untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga untuk menciptakan energi listrik dari limbah. Teknologi ini akan memperkuat keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung kebutuhan energi daerah. Sebagai salah satu topik yang dibahas, PSEL menjadi prioritas utama dalam upaya pemerintah menyelesaikan krisis sampah.

Target Tahun 2029: Penyelesaian Masalah Sampah Nasional

Dalam Peraturan Presiden Nomor 109/2025, pemerintah menetapkan target penyelesaian seluruh masalah sampah perkotaan hingga 2029. Dengan melibatkan 62 kabupaten/kota yang tergabung dalam 25 lokasi prioritas, proyek ini menjadi bagian dari strategi nasional. Zulhas menyatakan bahwa pihaknya berharap seluruh provinsi, kabupaten, dan kota dapat menyelesaikan penanganan sampah perkantoran, sekolah, pasar, dan restoran secara optimal. Selain itu, peran BRIN dalam memastikan teknologi penanganan sampah bisa diterapkan secara luas menjadi salah satu topik yang dibahas dalam perencanaan ini.

“Yang sampai 2029 ini kita berharap di seluruh provinsi, kabupaten, kota, sampah-sampah yang bisa di-manage itu bisa selesai. Perkantoran, kantor gubernur sampah harus selesai. Kantor Wali Kota, Bupati, Pasar harus selesai di situ. Sekolah, restoran, toko, harus selesai di situ,”

tambahnya. Menurut Menteri Zulhas, masalah sampah adalah salah satu topik yang dibahas secara intensif dalam upaya transformasi lingkungan nasional. Dengan penerapan teknologi modern, keberhasilan proyek ini akan menjadi indikator kinerja dalam mengatasi krisis lingkungan yang terus mengintai.

Proyek PSEL juga menjadi salah satu topik yang dibahas dalam rapat strategis antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan anggaran yang terus dikucurkan, pemerintah berharap bisa mempercepat pembangunan infrastruktur pengolahan sampah. Zulhas menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan penanganan sampah. Dengan kesadaran kolektif, teknologi yang tepat, dan kebijakan yang konsisten, target 2029 akan menjadi harapan baru dalam menciptakan keberlanjutan lingkungan. Seluruh upaya ini dipandang sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang menjadi fokus utama pemerintah.

MORE FROM THIS CATEGORY