Waspada Wabah Ebola, Ini Daftar Negara Berlakukan Larangan Perjalanan

2 months ago  ·  2 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
dc20654e-e75b-4fed-aa2b-5d1e7404410d-0

Topics Covered: Waspada Wabah Ebola dan Negara-Negara yang Melarang Perjalanan

Dailynesia.com – Menjadi isu utama saat wabah virus Ebola strain Bundibugyo (BVD) meluas di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sejak DRC mengumumkan wabah pada 15 Mei 2026, terdapat 220 kematian diduga dan 900 kasus positif. Di Uganda, lima kasus serta satu kematian telah dikonfirmasi, memicu respons dari berbagai negara untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Langkah Pemerintah Kanada dan Bahama

Pemerintah Kanada serta Bahama mengambil langkah tegas dengan melarang pendatang dari DRC, Uganda, dan Sudan Selatan. Kanada menetapkan kebijakan larangan perjalanan selama 90 hari, termasuk karantina 21 hari untuk warga negara, penduduk tetap, dan pemegang visa yang pernah berada di daerah terdampak dalam dua minggu terakhir. Sementara itu, Bahama memperpanjang pembatasan masuk selama 30 hari, dengan peninjauan lanjutan oleh kementerian kesehatan.

Kata badan kesehatan masyarakat Kanada, warga negara asing yang melakukan perjalanan ke DRC, Uganda, atau Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir harus menjalani isolasi selama 21 hari, bahkan jika tidak menunjukkan gejala. Ini sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus yang berpotensi mengancam kesehatan global.

Amerika Serikat dan Negara-Negara Lain

Amerika Serikat (AS) melarang semua warga asing yang pernah bepergian ke DRC, Uganda, atau Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperluas kebijakan ini hingga mencakup pemegang kartu hijau yang berada di daerah terdampak. Langkah ini dilakukan setelah WHO meningkatkan tingkat risiko wabah dari tinggi menjadi sangat tinggi secara nasional untuk DRC, meski ancaman global dianggap rendah.

Kata CDC, warga AS yang berada di DRC, Uganda, atau Sudan Selatan harus kembali ke negara tersebut melalui bandara yang memiliki pemeriksaan ketat, seperti Bandara Washington Dulles (IAD), untuk penerbangan setelah 21 Mei 2026. Ini mencakup pengawasan lebih ketat terhadap gerakan orang dari wilayah terdampak.

Di Timur Tengah, Yordania dan Bahrain juga mengambil langkah serupa. Yordania melarang pendatang dari DRC dan Uganda sejak 19 Mei, sementara Bahrain menahan pelancong asing dari Sudan Selatan, DRC, dan Uganda selama 30 hari. Negara-negara ini mempertimbangkan risiko penularan yang lebih tinggi akibat strain virus ini.

India dan Negara-Negara Lain dalam Kebijakan Perjalanan

India meningkatkan pemeriksaan di bandara utama dan menerbitkan peringatan perjalanan. Warganya dianjurkan menghindari kunjungan ke DRC, Uganda, serta Sudan Selatan, terutama di tengah penyebaran wabah yang masih berkembang. Pemerintah juga memutuskan menunda KTT India-Afrika untuk fokus pada langkah pencegahan.

Topics Covered dalam laporan ini meliputi kebijakan negara-negara seperti Kanada, Bahama, AS, Yordania, dan Bahrain yang menerapkan pembatasan perjalanan sebagai upaya mengendalikan wabah Ebola. Selain itu, ada penyesuaian protokol kesehatan di berbagai bandara dan pengawasan terhadap warga yang berasal dari negara-negara terdampak.

Wabah Ebola strain Bundibugyo (BVD) terus menjadi perhatian internasional karena memicu respons drastis dari pemerintah. Negara-negara yang terkena dampak langsung, seperti DRC dan Uganda, serta negara-negara tetangga, berupaya memutus penyebaran virus melalui pembatasan perjalanan. Topics Covered ini mencakup penyebab wabah, kebijakan negara-negara, dan dampaknya terhadap ekonomi dan mobilitas internasional.

MORE FROM THIS CATEGORY