Wamendag RI Terbang ke Rusia untuk Genjot Ekspor Kopi dan Pupuk
Dailynesia.com – Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Dyah Roro Esti, melakukan kunjungan resmi ke Moskow sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi dengan Rusia. Tujuan utama dari perjalanan ini adalah mempromosikan pertumbuhan ekspor produk unggulan seperti kopi dan pupuk, serta mendorong investasi strategis di berbagai sektor. Pertemuan dengan Wakil Menteri Pengembangan Ekonomi Rusia, Vladimir Ilyichev, menitikberatkan pada peningkatan pertukaran dagang dan pengembangan kerja sama bilateral yang lebih luas.
Ekspor Indonesia ke Rusia Mengalami Pertumbuhan Signifikan
Kunjungan Wamendag ini mengungkapkan bahwa ekspor Indonesia ke Rusia telah tumbuh 21,7% pada tahun 2025, mencapai nilai sebesar US$4,8 miliar. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan permintaan pasar Rusia terhadap produk-produk Indonesia, seperti kopi, pupuk, dan komoditas pertanian lainnya. “Topics Covered: Kami ingin memastikan momentum ini terus dipertahankan dan diperkuat melalui strategi yang lebih efektif,” kata Roro, sementara berada di Kota Kazan, Rusia.
Ekspor Indonesia ke Rusia terus menjadi prioritas dalam strategi penguatan ekonomi bilateral. Dengan mendukung produk unggulan seperti kopi dan pupuk, kita berupaya membangun hubungan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Peran Strategis Rusia dalam Pasar Ekspor Indonesia
Rusia memainkan peran penting sebagai mitra utama ekspor Indonesia, terutama dalam kawasan EAEU. Kontribusi ekspor ke kawasan tersebut mencapai hampir 91%, dengan sektor pertanian dan kehutanan menjadi bagian utama dari komoditas yang diekspor. “Topics Covered: Indonesia terus memperkuat posisi pasar Rusia sebagai pemasok strategis, terutama melalui produk-produk berkualitas tinggi yang memiliki daya saing global,” ujar Roro selama pertemuan dengan pihak Rusia.
Salah satu fokus utama Wamendag adalah menawarkan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan. Rusia menyediakan bahan baku penting seperti batu bara dan baja, sementara Indonesia mengekspor produk unggulan, termasuk kopi yang menjadi salah satu komoditas unggulan nasional. “Dengan meningkatkan koordinasi, kita bisa menciptakan keseimbangan yang lebih baik antara impor dan ekspor,” terangnya.
Pembentukan FTA dan Kemitraan Usaha
Salah satu isu penting yang dibahas adalah kemajuan ratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-EAEU yang ditandatangani Desember 2025 di St. Petersburg. Proses ratifikasi ini sedang dipercepat oleh pemerintah Indonesia, dengan target penerapan pada kuartal III atau IV 2026. “Topics Covered: FTA ini akan menjadi landasan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan pertukaran investasi antara kedua negara,” jelas Roro.
Sebagai langkah konkret, Indonesia mengusulkan pembentukan Indonesia-EAEU Business Council bekerja sama dengan KADIN. “Katalis ini diharapkan mendorong kolaborasi bisnis yang lebih intensif, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui kebijakan perdagangan yang lebih inklusif,” imbuhnya. Pertemuan ini juga menjadi wadah untuk mengkoordinasikan kebijakan internasional terkait hilirisasi industri dan pengembangan ekspor.
Kerja Sama di Sektor Jasa dan Teknologi
Selain komoditas barang, Wamendag juga menyoroti potensi kerja sama di sektor jasa. Indonesia memiliki keunggulan dalam teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, dan layanan digital yang dapat diadopsi oleh Rusia. “Topics Covered: Kemitraan di bidang jasa bisa menjadi pilar baru dalam hubungan ekonomi kita, terutama dengan memperkuat daya saing Indonesia dalam pasar global,” kata Roro.
Untuk meningkatkan interaksi ekonomi, Indonesia mengajak perusahaan Rusia berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan diadakan 14-18 Oktober mendatang di ICE BSD City. “TEI menjadi platform penting untuk membangun kemitraan baru dan mendorong ekspor berkelanjutan,” tutur Wamendag. Acara ini juga diharapkan mendorong peningkatan pemahaman terhadap kebutuhan ekonomi Rusia dan potensi pasar Indonesia.
Upaya Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Dalam penutupan pertemuan, Roro menegaskan komitmen Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Topics Covered: Pemerintah fokus pada hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah, serta pengembangan ekspor yang selaras dengan kebutuhan pasar global,” tambahnya.
Ekspor kopi dan pupuk dianggap sebagai elemen kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. “Dengan memperkuat hubungan perdagangan, kita bisa meningkatkan kualitas produk, daya saing, dan kapasitas ekspor Indonesia ke pasar Rusia serta EAEU secara keseluruhan,” pungkas Roro. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan strategi ekonomi yang lebih dinamis dan berbasis data.

