Video: Bos Phytochemindo Reksa: Produk Jamu Bisa Kurangi Impor Obat RI

2 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
bos-phytochemindo-reksa-produk-jamu-industri-ekstrak-herbal-ri-bisa-kurangi-obat-impor-1779796754457_169

Topics Covered: Jamu Industry’s Potential to Reduce Indonesia’s Drug Import Dependency

Pengembangan Industri Jamu sebagai Solusi untuk Meningkatkan Kemandirian Kesehatan Nasional

Dailynesia.com – In the Health Forum 2026, yang digelar di Jakarta pada Selasa, 26 Mei 2026, membahas peran penting jamu dalam mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor obat. Acara ini menghadirkan para pemangku kebijakan, pengusaha, dan ahli kesehatan untuk mendiskusikan strategi yang dapat mendorong pertumbuhan industri jamu secara berkelanjutan. Tantangan utama yang dibahas meliputi perluasan produksi, pengendalian kualitas, serta penguasaan teknologi modern dalam pengolahan bahan herbal.

Potensi Ekspor dan Diversifikasi Produk Jamu

Menurut Patrick Kalona, Presiden Direktur PT Phytochemindo Reksa, jamu memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari ekosistem kesehatan global. Ia menekankan bahwa perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ekstrak herbal telah berkembang pesat, meningkat dari 6 menjadi hampir 22 dalam 10 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan kesiapan industri dalam memenuhi permintaan pasar nasional dan internasional.

Patrick Kalona juga menyebutkan bahwa kolaborasi antara sektor pemerintah, produsen, dan pengusaha jamu akan mempercepat proses inovasi. “Produk jamu bisa berperan dalam mengurangi ketergantungan pada impor obat,” ujarnya dalam sesi diskusi. Ia menambahkan bahwa pengembangan standar kualitas dan penggunaan teknologi modern akan meningkatkan daya saing jamu di tingkat internasional.

Kebijakan Pemerintah dan Regulasi yang Mendukung Industri Jamu

Dalam sesi yang sama, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, Mohamad Kashuri, menjelaskan bahwa pemerintah telah memberikan kebijakan yang memfasilitasi pertumbuhan industri jamu. Ia menyoroti perluasan regulasi yang memungkinkan produksi jamu skala besar dengan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional.

Kashuri juga menekankan pentingnya kerja sama dengan lembaga kesehatan dan pihak swasta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat jamu. “Topics Covered dalam forum ini mencakup bagaimana ekstrak herbal dapat diintegrasikan ke dalam sistem kesehatan nasional,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa industri jamu harus berperan aktif dalam mengurangi biaya kesehatan yang dihabiskan untuk impor obat.

Kesiapan Industri untuk Memasuki Pasar Global

Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu), Jony Yuwono, industri jamu Indonesia sudah siap menyaingi negara-negara seperti Tiongkok dan India. Ia menyoroti keunggulan bahan baku alami yang berasal dari sumber daya lokal, sehingga memungkinkan produksi obat dengan biaya lebih rendah.

Yuwono juga menekankan bahwa pengembangan jamu harus diiringi oleh penguatan ekosistem bisnis. “Topics Covered dalam diskusi ini menunjukkan bahwa pengusaha jamu perlu berinovasi untuk memenuhi standar internasional,” katanya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antarperusahaan dan kerja sama dengan institusi penelitian akan menjadi kunci sukses industri jamu di masa depan.

Langkah-Langkah untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Jamu

Sebagai bagian dari Topics Covered, acara ini membahas beberapa langkah konkret yang dapat diambil untuk memperkuat daya saing jamu. Salah satunya adalah penerapan teknologi kemasan dan pengemasan modern agar produk jamu lebih menarik di pasar global. Selain itu, pihak pemerintah diharapkan dapat memberikan dukungan melalui insentif pajak dan pengurangan birokrasi dalam proses produksi.

Patrick Kalona menekankan bahwa industri jamu harus fokus pada penelitian dan pengembangan produk. “Topics Covered ini mencakup kebutuhan untuk mengubah jamu dari produk tradisional menjadi solusi kesehatan modern,” katanya. Dengan adanya penelitian yang terstruktur dan pengawasan yang ketat, produk jamu bisa menjadi alternatif yang lebih efektif dan terjangkau bagi masyarakat.

MORE FROM THIS CATEGORY