Sumatra Bakal Punya Rel KA dari Lampung Tembus Aceh, Begini Rencananya

2 months ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
09ebc215-7806-4fc9-ab92-a97f84d6c23d-0

Sumatra Akan Dibangun Rel Kereta Api dari Lampung Hingga Aceh, Begini Perencanaannya

Dailynesia.com – Proyek pembangunan rel kereta api (KA) di Pulau Sumatra yang menghubungkan Banda Aceh dengan Bandar Lampung menjadi isu utama dalam pembangunan infrastruktur transportasi nasional. Proyek ini disebut-sebut sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat keterhubungan antar daerah, khususnya daerah perekonomian dan wilayah strategis. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa rencana ini tidak hanya fokus pada pengembangan jaringan KA, tetapi juga mencakup pengaktifan kembali jalur lama dan pembangunan koridor baru untuk mempercepat aksesibilitas.

“Proyek ini merupakan wujud arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghubungkan Banda Aceh dengan Bandar Lampung. Saat ini, jaringan rel kereta api Sumatra belum lengkap, dari ujung utara hingga selatan pulau,” kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, seperti dilaporkan Minggu (14/6/2026).

Perencanaan Jaringan Utama

Dalam perencanaan jaringan utama, KAI menargetkan pembangunan rel KA sepanjang 478 km yang menghubungkan Banda Aceh, Aceh, dengan Bandar Lampung, Lampung. Proyek ini akan menjadi koridor utama yang menghubungkan dua daerah yang memiliki potensi ekonomi besar dan berperan penting dalam pengembangan wilayah Sumatra. Direktur Utama KAI menyebutkan bahwa Desain Detail Teknis (DED) proyek tersebut sedang disiapkan, dengan prioritas diberikan pada jalur yang dianggap strategis untuk meningkatkan konektivitas. “Jaringan ini termasuk dalam program reaktivasi jalur yang sebelumnya tidak aktif,” tambah Bobby, menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi kebanggaan nasional.

Reaktivasi Jalur Lama di Sumatra Barat

Di samping koridor utama, KAI juga menyiapkan reaktivasi beberapa jalur lama di Sumatra Barat yang telah lama tidak beroperasi. Jalur yang direncanakan antara lain Naras-Sungai Limau, Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi-Limbanang, Muarakalaban-Sawahlunto, dan sebagian lainnya. Total panjang jalur yang direaktivasi mencapai sekitar 248,5 km. Menurut Bobby, reaktivasi ini bertujuan untuk menyelesaikan kekurangan jaringan KA yang terpisah di berbagai segmen, sehingga mendorong pengembangan ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut. “Tema yang dibahas mencakup upaya memperbaiki infrastruktur transportasi yang sudah ada, sekaligus memperluas akses ke daerah-daerah terpencil,” jelasnya.

Pembangunan jalur baru juga menjadi bagian dari strategi KAI untuk melengkapi jaringan KA nasional. Koridor yang direncanakan meliputi Rantau Prapat-Dumai, Duri-Pekanbaru, Pekanbaru-Rengat, Rengat-Jambi, Kertapati-Tarahan-Bakauheni, serta Lubuklinggau-Bengkulu. Total panjang jalur baru ini mencapai sekitar 1.110 km. Proyek ini tidak hanya mendorong mobilitas masyarakat, tetapi juga akan meningkatkan kecepatan distribusi barang dan jasa di seluruh Sumatra. “Tema yang dibahas mencakup rencana pengembangan rel KA yang akan menghubungkan seluruh provinsi di Sumatra, termasuk yang belum terlayani sebelumnya,” tambah Bobby.

Investasi dan Biaya Proyek

Pembangunan rel KA dari Banda Aceh ke Bandar Lampung diperkirakan membutuhkan investasi sebesar US$25 miliar atau Rp350 triliun. Angka ini didasarkan pada biaya sekitar Rp20 miliar per kilometer untuk pembangunan rel tunggal. Selain itu, KAI juga merencanakan pengembangan jalur angkutan batu bara Tanjung Enim Baru-Tarahan II, yang melibatkan pembangunan jalur baru dan peningkatan kapasitas jalur yang sudah ada. Proyek ini memiliki panjang sekitar 313 km dan akan berdampak signifikan pada sektor ekonomi khususnya di daerah industri. “Tema yang dibahas mencakup pengalokasian dana yang akan digunakan untuk mempercepat pengerjaan proyek-proyek KA di Sumatra,” kata Bobby.

KAI menyatakan bahwa investasi ini akan didukung oleh pemerintah pusat dan daerah, serta mungkin juga melibatkan kerja sama dengan pihak swasta. Pembangunan rel KA di Sumatra juga diharapkan mampu mengurangi beban jalan raya dan menyediakan alternatif transportasi yang lebih efisien. “Proyek ini akan menjadi bagian dari rancangan jangka panjang pembangunan infrastruktur transportasi nasional, termasuk tema yang dibahas dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS),” terangnya. Dengan biaya yang cukup besar, KAI memperkirakan proyek ini akan selesai dalam beberapa tahun ke depan, bergantung pada koordinasi dan alokasi dana yang tepat.

Manfaat dan Tantangan

Proyek pembangunan rel KA di Sumatra memiliki manfaat signifikan bagi masyarakat. Selain mempercepat aksesibilitas antar kota, proyek ini juga diharapkan meningkatkan perekonomian daerah dengan mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah dan mencegah peningkatan kemacetan di jalan raya. Bobby Rasyidin menyebutkan bahwa “tema yang dibahas mencakup upaya untuk mewujudkan konektivitas yang lebih baik, baik dari segi kecepatan maupun biaya.” Namun, proyek ini juga menghadapi tantangan, seperti keterbatasan dana dan kesulitan memperoleh izin penggunaan lahan. “Tema yang dibahas mencakup perencanaan risiko dan solusi untuk mengatasi hambatan ini,” ujarnya.

Pembangunan rel KA dari Lampung hingga Aceh akan menjadi salah satu pilar dalam visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumatra. Proyek ini tidak hanya menghubungkan dua kota besar, tetapi juga membuka akses ke daerah-daerah lain yang

MORE FROM THIS CATEGORY