Purbaya Ketemu 15 Calon Investor Panda Bonds di China, Ini Daftarnya

2 months ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
direktur-jenderal-pengelolaan-pembiayaan-dan-risiko-direktorat-jenderal-pengelolaan-pembiayaan-dan-risiko-kementerian-keuangan-1779523694046_169

Purbaya Ketemu 15 Investor Panda Bonds di China, Ini Daftarnya

Penjelasan Awal tentang Panda Bonds

Dailynesia.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan kunjungan ke Tiongkok hari ini, Selasa (16/6/2026), untuk membahas peluang penerbitan obligasi negara berdenominasi yuan yang dikenal sebagai Panda Bonds. Tindakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia meningkatkan daya tarik pasar keuangan Tiongkok dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Panda Bonds, yang merupakan obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah asing di pasar domestik Tiongkok, diharapkan mampu menjadi sarana penghimpunan dana segar dengan skala besar.

Proses Pemilihan Investor Institusi

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Suminto, mengungkapkan bahwa selama kunjungan tersebut, tim keuangan telah bertemu dengan minimal 15 investor institusi yang menunjukkan minat signifikan terhadap panda bonds. Para investor ini dikenal memiliki kapasitas keuangan besar dan pengalaman dalam pasar keuangan Tiongkok, menjadikan mereka calon yang potensial untuk berkontribusi pada peningkatan pembiayaan negara.

“Kita ketemu lebih dari 15 investor yang terjadwal,” kata Suminto saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Jakarta, pada hari ini.

Menurut Suminto, investor-investor yang diundang termasuk perusahaan besar seperti Bank Pertanian Tiongkok, Zhong Ou Asset Management, hingga ICBC Wealth Management. Mereka akan memberikan masukan mengenai struktur obligasi dan kebijakan yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan penerbitan.

Dalam proses seleksi, pihak keuangan Indonesia memperhatikan beberapa aspek kunci, seperti reputasi investor, keandalan finansial, serta kemampuan mereka dalam memperkuat portofolio.

“Ini investor institusi besar semua. Ini kan lembaga-lembaga di China sana,” tegas Suminto.

Suminto menambahkan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi momen untuk memperdalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok, yang dapat berdampak positif pada kerja sama keuangan di masa depan.

Penjelasan Lebih Lanjut tentang Investor Panda Bonds

Pada kunjungan ke Beijing, Purbaya dan tim keuangan mengunjungi sejumlah perusahaan keuangan yang memiliki reputasi baik di pasar Tiongkok. Beberapa nama yang diangkat sebagai calon investor antara lain Bank Pertanian Tiongkok, yang merupakan salah satu lembaga keuangan terbesar di negeri tersebut. Institusi ini telah terlibat dalam beberapa proyek infrastruktur di Indonesia sebelumnya, sehingga dipercaya mampu memperkuat kemitraan ekonomi. Selain itu, Zhong Ou Asset Management, perusahaan manajemen investasi yang terkenal di Asia, juga turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka memiliki pengalaman dalam mengelola dana asing dan telah mencatatkan keberhasilan dalam berbagai instrumen keuangan.

Investor lain yang menjadi calon terbesar adalah ICBC Wealth Management, yang merupakan bagian dari China Industrial Bank Corporation. Dengan pangsa pasar yang luas, ICBC dikatakan mampu menarik dana besar dari investor individu dan institusi. Selain itu, beberapa perusahaan pembiayaan keuangan seperti China International Capital Corporation (CICC) dan China Development Bank juga turut menunjukkan minat dalam memperkuat investasi di sektor infrastruktur Indonesia.

“Kami sudah melalui tahap evaluasi awal dan kini fokus pada konsultasi strategis,” jelas Suminto.

Langkah ini diharapkan memberikan gambaran jelas tentang minat pasar Tiongkok terhadap obligasi Indonesia.

Strategi Penerbitan Panda Bonds

Penerbitan panda bonds yang akan dilakukan pemerintah Indonesia diperkirakan akan menjadi langkah strategis dalam menarik dana segar dari pasar Tiongkok. Menurut rencana, pihak keuangan akan memulai persiapan penerbitan setelah diskusi hingga akhir pekan ini.

“Targetkan peluncuran obligasi yuan tersebut pada akhir Juni atau awal Juli,” tambah Suminto.

Ia menjelaskan bahwa keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan respons pasar, termasuk permintaan dan penawaran dari investor.

Suminto juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses penerbitan obligasi. Pemerintah akan memastikan struktur panda bonds yang menarik bagi investor, baik dalam hal jangka waktu, bunga, maupun risiko. “Kami ingin menyampaikan visi jangka panjang Indonesia kepada pasar Tiongkok,” ujarnya. Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi Indonesia melalui pendekatan ekspor keuangan.

“Kami juga melibatkan konsultan keuangan internasional untuk memastikan kualitas dan keamanan penerbitan,” terang Suminto.

Potensi Pengaruh ke Pasar Eksternal

Kebijakan penerbitan panda bonds ini dianggap memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan daya tarik pasar eksternal terhadap investasi di Indonesia. Dengan berdenominasi yuan, obligasi ini memudahkan akses investor Tiongkok untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur yang memerlukan dana besar.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memperluas kemitraan ekonomi dengan Tiongkok,” ujar Suminto.

Selain itu, penerbitan panda bonds juga bisa menjadi langkah untuk meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata investor internasional, terutama di pasar Asia.

Menurut Suminto, keberhasilan panda bonds akan menjadi tolok ukur bagi pemerintah dalam menentukan langkah selanjutnya, seperti ekspansi ke pasar keuangan lainnya. “Kami ingin menjadi contoh bagus bagi negara-negara lain yang ingin memasuki pasar Tiongkok,” terangnya. Ia menambahkan bahwa pasar Tiongkok memiliki potensi besar untuk menjadi sumber dana segar bagi Indonesia, terutama dalam pembangunan sektor ekonomi yang mengandalkan investasi asing.

MORE FROM THIS CATEGORY