Prabowo Undang Cak Imin ke Istana Bahas KUR UMKM dan Pemagangan SMK
Pertemuan dan Pemaparan Cak Imin di Istana
Dailynesia.com – Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengundang Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, atau lebih dikenal sebagai Cak Imin, ke Istana Negara pada Selasa (12/5/2026) pukul 14.30 WIB. Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda diskusi rutin yang diadakan di lingkungan pemerintahan untuk meninjau progres berbagai inisiatif yang telah diterapkan. Cak Imin menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, ia akan melaporkan seluruh tanggung jawab tugasnya selama masa pemerintahan, termasuk upaya mengurangi angka kemiskinan, serta proyek strategis dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan produktivitas usaha kecil menengah (UMKM).
“Hari ini saya akan melaporkan semua tanggung jawab pekerjaan saya sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat, mulai dari pengembangan kebijakan pengentasan kemiskinan, program-program pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan modal perusahaan UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja yang berkualitas,” ujar Cak Imin dalam wawancara dengan media.
Pertemuan tersebut dianggap sebagai kesempatan untuk mengevaluasi keberhasilan program kebijakan pemerintahan yang terkait dengan pemberdayaan ekonomi. Cak Imin menyebutkan bahwa berbagai inisiatif telah berjalan cukup baik, termasuk peningkatan akses permodalan UMKM melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat). Menurutnya, peningkatan KUR menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan, karena dianggap sebagai kunci untuk mendukung pertumbuhan usaha rakyat. “KUR terus meningkat dan kita akan terus tingkatkan untuk UMKM kita. Besok pagi, 1.000 UMKM akan menerima KUR di Bali,” lanjutnya.
Program SMK Go Global dan Langkah Pemagangan
Dalam sesi diskusi, Cak Imin menyebutkan bahwa program SMK Go Global menjadi salah satu topik yang dibahas secara mendalam. Program ini bertujuan untuk memperluas peluang kerja bagi lulusan SMK, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal. Menurutnya, jumlah peserta program SMK Go Global terus meningkat setiap hari, dan rencananya, target 500.000 lulusan yang akan ditempatkan sebagai pekerja migran hingga 2029 akan tercapai dengan komitmen dari pihak terkait. “Ini bukan hanya upaya memperkuat ekonomi UMKM, tapi juga strategi jangka panjang untuk menyejahterakan rakyat,” tambahnya.
Cak Imin juga menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga dalam mengakselerasi proyek pemberdayaan masyarakat. Ia menuturkan bahwa program SMK Go Global, selain memberikan pelatihan, juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Kerja sama yang solid akan memastikan program ini berjalan optimal, karena melibatkan berbagai pihak seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Perdagangan, dan sektor swasta,” jelasnya.
Pertemuan di Istana Negara ini diharapkan menjadi pemicu untuk mempercepat implementasi kebijakan yang mendukung pemberdayaan ekonomi. Topik yang dibahas mencakup perluasan akses modal usaha rakyat, penguatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, serta strategi pemagangan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas. Cak Imin menyatakan bahwa kebijakan tersebut harus selaras dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
Kebijakan KUR UMKM, yang menjadi salah satu topik utama dalam pembahasan, dinilai sebagai langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dari bawah. Menurut data terbaru, jumlah pengajuan KUR tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dari sektor UMKM yang mengalami kesulitan akses permodalan. Cak Imin mengatakan bahwa kebijakan ini harus terus diperluas, termasuk melibatkan lembaga keuangan swasta dan perbankan nasional untuk memastikan kelancaran distribusi dana.
Terlepas dari proyek KUR, Cak Imin juga menyebutkan bahwa peningkatan lapangan kerja melalui pemagangan SMK menjadi fokus utama dalam pembahasan. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya menempatkan lulusan SMK di luar negeri, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat umum. “Pemagangan SMK akan memberikan dampak langsung pada ekonomi keluarga, karena meningkatkan keterampilan dan memperluas jaringan kerja,” ujarnya.
Dengan topik yang dibahas, Prabowo dan Cak Imin berharap kebijakan ini mampu memberikan solusi untuk tantangan ekonomi yang dihadapi oleh rakyat Indonesia. Kebijakan KUR UMKM dan SMK Go Global menjadi dua strategi utama dalam upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dari sisi produsen dan konsumen. Pertemuan di Istana Negara juga menjadi ajang untuk mengkoordinasikan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan selama periode pemerintahan berikutnya.

