Pertamina Targetkan Perluasan BBM E5 Pertamax Green di 6 Kota

2 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
5715238d-b07e-4561-8d9c-e2876a823920-0

Pertamina Perluas Penggunaan BBM E5 Pertamax Green di 6 Kota untuk Dukung Energi Berkelanjutan

Strategi Perluasan BBM E5 Pertamax Green

Dailynesia.com – PT Pertamina (Persero) tengah fokus pada pengembangan BBM E5 Pertamax Green, bahan bakar berbioetanol 5% yang diharapkan dapat menyebar ke 6 kota utama pada tahun 2026. Langkah ini bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong transisi energi ke sumber daya lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar. Dalam pertemuan terbaru, Direksi Pertamina mengungkapkan rencana perluasan cakupan E5 sebagai bagian dari strategi hilirisasi energi nasional yang terus digencarkan.

Program perluasan BBM E5 Pertamax Green di 6 kota mencakup peningkatan jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menyediakan bahan bakar ini. Sampai saat ini, Pertamina telah mengoperasikan 178 SPBU yang menjual Pertamax Green (RON 95) dan berencana melanjutkan implementasi ke bahan bakar RON 92 (Pertamax) sejak Juli 2026. Proyek ini juga melibatkan sinergi dengan BP BUMN dan Danantara Dony Oskaria, yang menjadi pengawas utama pengembangan hilirisasi energi di sektor bahan bakar.

Manfaat BBM E5 untuk Ketahanan Energi Nasional

Topics Covered – Penggunaan BBM E5 Pertamax Green tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada penurunan emisi karbon serta penghematan devisa. Dony Oskaria, COO Danantara, menekankan bahwa proyek ini bertujuan strategis untuk menekan angka impor bahan bakar, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan energi nasional. E5, yang terbuat dari campuran bioetanol dan bensin, menjadi alternatif ramah lingkungan yang semakin mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat.

Keberhasilan perluasan BBM E5 Pertamax Green di 6 kota diharapkan meningkatkan keberlanjutan industri bahan bakar di Indonesia. Proyek ini juga sejalan dengan komitmen Pertamina untuk mencapai target hilirisasi energi fase pertama, yang mencakup bioetanol dan bioavtur. Peningkatan cakupan E5 diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi impor bahan bakar, sekaligus memperkuat posisi Pertamina sebagai pelaku utama transisi energi di sektor minyak.

“Melalui sinergi BP BUMN, Danantara, dan Pertamina, percepatan proyek hilirisasi energi ini didorong tidak sekadar untuk memberikan manfaat finansial, melainkan secara strategis bertujuan menekan angka impor bahan bakar (gasoline), menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat, dan membangun ketahanan energi nasional yang berkelanjutan,” tulis akun BP BUMN tersebut, Rabu (17/6/2026).

Topics Covered – Proses perluasan BBM E5 Pertamax Green di 6 kota saat ini tengah berjalan secara bertahap. Pertamina telah menetapkan roadmap yang terstruktur untuk memastikan adopsi bahan bakar ini berjalan efisien. Pemerintah memberikan dukungan penuh melalui kebijakan yang mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan. Dengan menyebar ke lebih banyak kota, BBM E5 diharapkan dapat mencapai lebih dari 50% pasaran bahan bakar minyak di Indonesia, sesuai dengan target jangka panjang perusahaan.

Pertamina juga sedang menyiapkan infrastruktur pendukung untuk memastikan kelancaran distribusi dan penjualan BBM E5 Pertamax Green. Proyek ini membutuhkan koordinasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, operator SPBU, dan mitra industri. Dengan peningkatan volume penjualan, Pertamina berharap dapat mengurangi defisit bahan bakar dan memperkuat kemandirian energi nasional. Selain itu, BBM E5 juga diprediksi memberikan manfaat ekonomi bagi petani tanaman bioetanol serta mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan bahan bakar fosil.

Topics Covered – Proyek perluasan BBM E5 Pertamax Green di 6 kota diharapkan menjadi langkah awal dalam transformasi energi Indonesia menuju lebih banyak bahan bakar alternatif. Dengan dukungan dari Kepala BP BUMN dan tim manajemen, Pertamina terus mempercepat pelaksanaannya. Selain E5, proyek hilirisasi fase pertama juga mencakup pengembangan bioavtur yang akan segera dimulai tahun ini. Dengan lebih dari 178 SPBU yang sudah aktif, pertumbuhan pasar BBM E5 di Indonesia dinilai sangat positif dan berpotensi mengubah pola konsumsi bahan bakar nasional.

MORE FROM THIS CATEGORY