Pedagang Pasar Cipulir Tiba-Tiba Takut Hujan, Ada Apa?

2 months ago  ·  4 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
pedagang-menunggu-pembeli-saat-banjir-melanda-pasar-cipulir-di-jakarta-jumat-2022026-1771558245380_169

Pedagang Pasar Cipulir Tiba-Tiba Takut Hujan, Ada Apa?

Dailynesia.com – Kota Jakarta terus menghadapi masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan sehari-hari, termasuk di Pasar Cipulir, wilayah Selatan Jakarta. Pada masa kini, para pedagang tidak hanya mengeluhkan penurunan jumlah pelanggan, tetapi juga menyebutkan bahwa banjir di area pasar semakin sering terjadi. Hal ini membuat para penjual mengalami ketidaknyamanan yang signifikan, terutama saat hujan deras. Topics Covered menyebutkan bahwa air yang menggenangi lantai dasar pasar menghambat aktivitas jual beli dan menyulitkan pengelolaan barang. Dalam beberapa bulan terakhir, kenaikan volume hujan yang tidak terduga berdampak langsung pada kenyamanan para pengusaha kecil dan menengah di sana.

Kondisi Pasar Cipulir yang Rentan Banjir

Pasar Cipulir, yang sebelumnya dikenal sebagai pusat aktivitas perdagangan, kini menjadi lokasi yang rentan terhadap perubahan iklim. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu ekonomi masyarakat sekitar. Menurut laporan Topics Covered, air yang menggenangi lantai dasar pasar terjadi lebih sering dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Para pedagang mengeluhkan bahwa genangan air sering menghambat pergerakan, terutama saat hujan berkepanjangan atau intensitas tinggi.

“Sebelumnya, kami hanya perlu waspada saat hujan deras, tetapi kini bahkan hujan ringan pun bisa membuat air masuk ke dalam pasar,” kata Cece, penjual pakaian remaja, kepada CNBC Indonesia, Minggu (30/5/2026).

Menurut Cece, sumber banjir di Pasar Cipulir bukan hanya dari Kali Pesanggrahan, tetapi juga dari selokan di tepi jalan raya yang tidak terawat. “Kadang airnya masuk lebih cepat, kami kewalahan memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi,” tambahnya. Banjir yang terjadi ini tidak hanya merusak kios-kios, tetapi juga mengancam barang dagangan yang rentan terhadap kelembapan. Dengan keadaan ini, para pedagang mulai mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti memasang kran air atau menggunakan rak yang lebih tinggi.

Perubahan Infrastruktur dan Dampaknya

Perubahan infrastruktur yang terjadi di sekitar Pasar Cipulir ternyata memperburuk masalah banjir. Dalam beberapa bulan terakhir, trotoar di depan pasar dibongkar untuk memperluas jalan, tetapi penggantian tersebut tidak diikuti oleh perbaikan sistem drainase. Susi, pedagang celana pendek pria, mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat para pedagang waswas saat cuaca berubah. “Sudah setahun ini, para pedagang mulai waswas saat langit mendung, karena hujan sedikit pun bisa menggenangi area dagangan,” ujarnya.

“Selokan mampet membuat air tak bisa mengalir dengan baik dan meluber ke dalam pasar, padahal sebelumnya tidak begitu parah,” terang Susi.

Menurut Mamat, tukang parkir di depan pasar, genangan air terjadi karena selokan yang tidak diperbaiki sejak dua tahun terakhir. “Drainase yang buruk membuat air menumpuk di jalan dan masuk ke dalam pasar,” katanya. Hal ini menyebabkan kerusakan pada barang dagangan dan penurunan omzet hingga 30% bagi sejumlah pedagang. Masalah ini juga memengaruhi keberlangsungan bisnis mereka, karena beberapa hari setiap minggu harus dialihkan ke tempat lain.

Solusi yang Dibutuhkan

Para pedagang di Pasar Cipulir meminta pemerintah setempat untuk segera mengambil tindakan. Mereka menyarankan perbaikan sistem drainase di sekitar pasar, serta penggantian trotoar yang rusak. “Topics Covered menyebutkan bahwa solusi ini diperlukan untuk menghindari dampak buruk terhadap ekonomi warga sekitar,” kata Cece. Selain itu, pedagang juga menyarankan pemerintah memperhatikan pengelolaan air hujan di kawasan tersebut, karena banjir sering terjadi bahkan di saat musim kemarau.

Menurut analisis Topics Covered, kondisi Pasar Cipulir membutuhkan perbaikan yang lebih terencana. Perbaikan infrastruktur seperti saluran air dan trotoar yang tertata rapi akan mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kenyamanan para pedagang. “Jika tidak segera diperbaiki, Pasar Cipulir bisa kehilangan daya tariknya sebagai pusat perdagangan,” tambah Susi. Solusi ini juga akan memperbaiki hubungan antara masyarakat dan pemerintah, karena warga sekitar merasa keberatan dengan kondisi yang terus memburuk.

Analisis Pemangku Kebijakan

Menurut penjelasan dari pemangku kebijakan kecamatan, pemerintah telah berupaya memperbaiki sistem drainase, tetapi progresnya tergantung pada anggaran. “Topics Covered menyebutkan bahwa perbaikan infrastruktur memerlukan waktu, karena ada banyak proyek yang harus diutamakan,” kata seorang pejabat setempat. Meski demikian, pedagang menilai kecepatan penanganan masih kurang, terutama karena banjir yang terjadi setiap musim hujan membuat mereka terus menerus mengalami kesulitan.

“Kami berharap pemerintah lebih fokus pada area pasar, karena banjir bisa mengganggu kegiatan ekonomi warga sekitar,” lanjut pejabat tersebut.

Analisis dari Topics Covered menunjukkan bahwa masalah banjir di Pasar Cipulir bukan hanya akibat perubahan iklim, tetapi juga karena keterlambatan pengelolaan. Selama dua tahun terakhir, tidak ada perbaikan signifikan yang dilakukan, meskipun masalah ini sudah terus menerus muncul. Dengan peningkatan frekuensi hujan, pemerintah diwajibkan mengambil langkah lebih tegas untuk mencegah kerugian yang lebih besar di masa depan.

Pendapat Warga Sekitar

Para warga sekitar Pasar Cipulir juga memberikan pernyataan mengenai masalah banjir. Mereka menyebutkan bahwa keadaan ini tidak hanya memengaruhi pedagang, tetapi juga kehidupan sehari-hari mereka. “Kadang air menggenangi jalan, membuat kami kesulitan beraktivitas,” kata salah satu warga. Menurut mereka, masalah banjir di pasar telah berlangsung lama, tetapi pemerintah hanya merespons saat kondisi memburuk.

“Kami sudah memberi tahu pihak kecamatan berulang kali, tapi hingga kini belum ada tindakan nyata,” tutur warga lainnya.

Dalam survei Topics Covered, sekitar 70% warga mengatakan bahwa kondisi pasar harus diperbaiki secepat mungkin. Dengan peningkatan kesadaran masyarakat, mereka berharap pemerintah lebih proaktif dalam menangani masalah ini. Selain itu, warga juga mengusulkan untuk melakukan sosialisasi mengenai cara mengelola air hujan di sekitar pasar, agar tidak memicu genangan yang parah.

MORE FROM THIS CATEGORY