Di Forum KTT G7, Trump Janjikan Selat Hormuz Terbuka Penuh Mulai Jumat

2 months ago  ·  4 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
presiden-as-donald-trump-memberi-isyarat-saat-tiba-untuk-menyampaikan-pidato-di-rockland-community-college-di-suffern-new-york-1780374429325_169-2

Trump Janjikan Selat Hormuz Terbuka Penuh di KTT G7

Jakarta, 16 Juni 2026

Dailynesia.com – Dalam pertemuan KTT G7 di Evian-les-Bains, Prancis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menjanjikan bahwa Selat Hormuz akan sepenuhnya terbuka mulai Jumat pekan ini. Janji ini terkait dengan kesepakatan damai yang telah ditandatangani antara AS dan Iran, yang diharapkan mampu menstabilkan aliran energi global dan mengurangi ketegangan di wilayah Timur Tengah. “Kami sudah mencapai kesepakatan, dan selat tersebut akan dibuka sepenuhnya,” terang Trump, seperti dilaporkan The Guardian pada Selasa (16/6/2026).

Konteks Kesepakatan Hormuz

KTT G7 menjadi panggung penting bagi Trump untuk mengumumkan pencairan blokade Selat Hormuz, yang sebelumnya menjadi titik pemanasan perang dagang antara AS dan Iran. Keputusan ini menandai langkah strategis untuk mengamankan pasokan minyak dan gas, yang menjadi tulang punggung ekonomi dunia. Trump menekankan bahwa MoU (Nota Kesepahaman) yang dijadwalkan ditandatangani di Jenewa, Swiss, pada Jumat ini, akan mengubah dinamika geopolitik dan menawarkan peluang baru bagi kerja sama internasional. “Selat Hormuz tidak lagi menjadi hambatan, tapi jalan kebebasan bagi perdagangan,” tambahnya.

“Yang utama adalah Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Mereka sepenuhnya menyetujui hal itu dengan pengawasan ketat. Itu inti dari kesepakatan ini,” papar Trump, menjelaskan bahwa penghapusan blokade AS menjadi imbalan utama bagi Iran untuk mematuhi ketentuan non-nuklir. Hal ini diperkirakan akan mengurangi risiko konflik militer dan menghindari kerusakan pada infrastruktur strategis.

Dampak Ekonomi Global

Topics Covered: Janji Trump untuk membuka Selat Hormuz segera memicu harapan di pasar keuangan global. Pasar saham Timur Tengah diperkirakan akan mengalami peningkatan tajam, sementara harga minyak berpotensi turun 5-10% dalam beberapa hari ke depan. Pejabat AS menyatakan bahwa MoU ini bukan hanya mengenai pembukaan selat, tetapi juga mencakup pencairan sanksi dan pengembalian aset miliaran dolar yang dibekukan. “Ini adalah keuntungan ekonomi yang besar bagi seluruh dunia,” ujar salah satu pejabat Gedung Putih.

Kesepakatan ini diharapkan akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi regional, terutama di negara-negara yang bergantung pada impor energi. Namun, pejabat AS juga menegaskan bahwa penarikan pasukan di dekat Iran tidak akan segera dilakukan, dengan kebijakan militer tetap dipertahankan selama negosiasi berlangsung. “Kami akan memastikan keamanan sebelum mengurangi kehadiran militer,” tambah salah satu pejabat.

“Kami juga memperkuat komitmen dengan negara-negara Teluk untuk mencegah konflik yang bisa memicu krisis global,” tutur pejabat lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa AS berupaya membangun aliansi untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut. Selain itu, keputusan membuka Selat Hormuz diperkirakan akan memberi tekanan terhadap Iran untuk memenuhi kewajiban dalam perjanjian non-nuklir.

Peran Anggota G7 Lainnya

Topics Covered: Selain Trump, pemimpin G7 lainnya seperti Jerman, Prancis, dan Inggris turut berperan dalam menegaskan komitmen untuk kestabilan kawasan. Kanselir Jerman Friedrich Merz menyoroti bahwa kesepakatan ini bisa memberi dampak besar pada stabilitas ekonomi internasional. “Selat Hormuz adalah pintu gerbang ke Timur Tengah, dan pencairannya akan mempercepat pertukaran barang dan jasa,” ujar Merz dalam sesi debat kTT.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendukung upaya AS untuk membuka akses ke Selat Hormuz, sekaligus mengingatkan bahwa pengawasan internasional tetap diperlukan. “Kami akan memastikan Iran tidak menyalahgunakan kesempatan ini untuk mengubah kebijakan militer mereka,” kata Macron. Sementara itu, Inggris menekankan peran kritisnya dalam memastikan keterbukaan selat sebagai bagian dari misi gabungan angkatan laut yang diumumkan awal pekan ini.

“Selat Hormuz tidak hanya penting bagi AS, tetapi juga bagi negara-negara seperti Jerman dan Inggris yang membutuhkan jalur pengangkutan energi stabil,” imbuh pejabat Komisi Eropa. Kesepakatan ini dianggap sebagai langkah penting dalam menegakkan perdamaian abadi, meski masih ada tantangan dalam menjaga konsistensi implementasi perjanjian.

Topics Covered: Kanselir Jerman Friedrich Merz juga menyoroti perluasan kesepakatan ini ke negara-negara lain, termasuk Israel dan Lebanon. Ia memperingatkan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon harus segera ditegakkan untuk menghindari efek domino pada ketegangan di kawasan tersebut. “Jika Selat Hormuz terbuka, pasokan energi akan lancar, tetapi konflik Israel-Lebanon tetap bisa mengganggu stabilitas,” tambah Merz.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menekankan bahwa perjanjian ini harus diperkuat dengan kebijakan yang memastikan perdamaian abadi. “Dampak ekonomi tidak akan tercapai jika Lebanon masih mengalami konflik,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan pencairan Selat Hormuz tergantung pada keterlibatan negara-negara lain dalam menjaga stabilitas di Timur Tengah.

Topics Covered: Dengan adanya keputusan membuka Selat Hormuz, minyak mentah yang berasal dari Iran dan negara-negara tetangganya bisa mengalir lebih lancar ke pasar global. Ini akan berdampak langsung pada harga minyak, yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan tajam akibat ancaman blokade. Selain itu, pemerintah AS berharap kesepakatan ini akan mendorong peningkatan investasi di kawasan Timur Tengah, terutama di bidang energi dan infrastruktur.

Kebijakan ini juga memberi ruang bagi negara-negara anggota G7 untuk meningkatkan kerja sama dalam menghadapi tantangan geopolitik. Trump menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah diskusi intensif dengan para pemimpin lain, termasuk dari negara-negara kawasan Timur Tengah. “Kami tidak ingin menunda-nunda, tetapi harus memastikan keputusan ini mendapat dukungan internasional,” pungkasnya, menjelaskan bahwa MoU akan menjadi dasar bagi kebijakan ekonomi dan militer di masa depan.

MORE FROM THIS CATEGORY