Bulog Usulkan Penjualan Beraskita Premium Rp14.900/Kg untuk Stabilkan Harga
Jakarta, 9 Juni 2026
Dailynesia.com – Perum Bulog meluncurkan usulan strategis baru dalam upaya mengatasi kenaikan harga beras premium yang terus mengalami tekanan. Program Beraskita Premium, yang diusulkan dalam pertemuan pemerintah, bertujuan untuk menjaga stabilitas harga di pasar pangan nasional. Inisiatif ini dinilai penting karena harga beras premium telah naik secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, mengancam daya beli masyarakat dan keberlanjutan distribusi pangan. Usulan ini belum ditetapkan sebagai kebijakan resmi, tetapi menunggu finalisasi dari berbagai kementerian terkait.
“Kami mengusulkan program Beraskita Premium sebagai salah satu Topics Covered dalam langkah mitigasi untuk menahan kenaikan harga beras premium,”
kata Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, saat diwawancara di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Ia menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan pasokan beras, khususnya di segmen premium yang mulai menjadi fokus utama. Rizal menjelaskan bahwa kebijakan ini diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam menjaga keseimbangan harga.
Latar Belakang Usulan Beraskita Premium
Dalam upaya menghadapi inflasi yang terus meluas, pemerintah mencari solusi untuk mengendalikan harga beras, terutama yang dijual dalam kemasan premium. Beraskita Premium diusulkan sebagai bentuk intervensi yang menargetkan segmen konsumen dengan daya beli lebih tinggi, seperti kelas menengah ke atas. Program ini dirancang agar pasar bisa tetap terjangkau, bahkan di tengah kenaikan biaya produksi dan distribusi beras.
Beras premium, yang biasanya memiliki kualitas lebih baik dan harga lebih tinggi dibanding beras medium, saat ini mengalami fluktuasi yang signifikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras premium pada Mei 2026 naik 0,58% dibanding April 2026, sementara kenaikan tahunan mencapai 8,10%. Rizal menyoroti bahwa meski pasokan beras medium terpantau stabil, permintaan untuk beras premium terus meningkat, sehingga menimbulkan tekanan pada harga jual.
Usulan program Beraskita Premium dibuat dengan Topics Covered pada skema stabilisasi harga pangan yang telah berhasil diterapkan sebelumnya. Namun, targetnya berbeda: SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebelumnya fokus pada beras medium, sedangkan Beraskita Premium bertujuan untuk mengendalikan harga di segmen premium. Program ini diharapkan bisa menjadi alat untuk menjaga inflasi pangan tetap terkendali, terutama di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif.
Pelaksanaan dan Persyaratan Program Beraskita Premium
Proposal harga Beraskita Premium sebesar Rp14.900 per kilogram disampaikan Bulog sebagai langkah awal untuk menarik minat pembeli dan produsen beras. Harga ini ditetapkan agar dapat bersaing dengan harga pasar yang terus mengalami tekanan. Rizal menjelaskan bahwa usulan tersebut belum ditetapkan secara resmi, namun akan dipertimbangkan dalam rapat yang melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan lembaga terkait lainnya.
Program ini memerlukan kebijakan yang jelas dan mekanisme distribusi yang efisien. Bulog ingin memastikan bahwa Beraskita Premium dapat diterapkan secara luas, baik di tingkat distribusi maupun konsumen. Untuk itu, mereka mengusulkan adanya kerja sama dengan pihak swasta dan pemerintah daerah dalam pemasaran produk ini. Rizal menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada koordinasi yang baik antar lembaga, serta komitmen untuk menjaga kualitas beras sekaligus harga yang terjangkau.
Kebijakan Beraskita Premium juga diharapkan menjadi Topics Covered dalam upaya meningkatkan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Selain itu, program ini bertujuan untuk memberikan peluang bagi produsen beras premium untuk mendapatkan pasar yang stabil, sehingga dapat mengurangi risiko kenaikan harga yang tidak terduga. Dalam konteks ini, Bulog menegaskan bahwa harga beras premium yang terus meningkat perlu direspon dengan strategi yang lebih proaktif.
Meski usulan ini belum menjadi kebijakan resmi, Bulog telah menyiapkan rencana kerja yang terperinci. Mereka mengatakan bahwa program ini akan dijalankan dengan mekanisme pengiriman beras premium ke berbagai titik distribusi, baik di tingkat toko ritel maupun pasar tradisional. Rizal menjelaskan bahwa harga Rp14.900/kg dirasa wajar untuk mengakomodasi biaya produksi dan distribusi, sambil tetap menjaga kualitas produk.
Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan sistem pangan yang lebih seimbang. Dengan Topics Covered pada program Beraskita Premium, diharapkan kebijakan ini bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi masalah inflasi yang semakin mengkhawatirkan. Rizal menambahkan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur dalam efektivitas kebijakan pangan nasional.
Program Beraskita Premium bukan hanya solusi sementara, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam mengelola pasokan beras. Bulog yakin dengan Topics Covered pada inisiatif ini, kenaikan harga beras premium dapat diatasi secara sistematis. Selain itu, program ini juga diharapkan bisa meningkatkan keterjangkauan beras premium bagi masyarakat luas, terutama di daerah-daerah dengan daya beli yang terbatas.
Dalam beberapa bulan terakhir, kenaikan harga beras premium menjadi perhatian utama karena memengaruhi kebutuhan pokok masyarakat. Beraskita Premium diusulkan sebagai jawaban dari situasi ini, dengan harapan dapat menstabilkan harga dan meningkatkan aksesibilitas beras berkualitas. Rizal menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari Topics Covered dalam upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan bahan pangan yang seimbang, baik dalam jumlah maupun harga.
Langkah Bulog ini diharapkan bisa menjadi titik awal dalam program stabilisasi harga beras premium. Dengan Topics Covered pada mekanisme yang lebih transparan dan efektif, pemerintah bisa lebih cepat merespons perubahan dinamika pasar. Rizal juga menyebutkan bahwa kebijakan ini bisa menjadi model untuk segmen beras lainnya jika berhasil dijalankan.
Bulog berharap program Beraskita Premium dapat diimplementasikan dalam waktu dekat, agar dampak inflasi pangan bisa diminimalkan. Rizal menegaskan bahwa usulan harga ini merupakan bagian dari Topics Covered dalam upaya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan bisa menjadi solusi yang berkelanjutan untuk masalah kenaikan harga beras premium.

