750 Ribu Warga Terusir Sejak 1948, Palestina Kenang Nakba di Jakarta

3 months ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
3a27c54d-e964-4635-ac54-2ef5054246b8-0

Palestina Kenang Nakba: 750 Ribu Warga Terusir Sejak 1948 di Jakarta

Perayaan Al-Nakba dan Pemaknaannya

Dailynesia.com – Pada hari Senin (18 Mei 2026), Kedutaan Besar Palestina di Jakarta menggelar perayaan ke-78 tahun Al-Nakba, sebuah peristiwa sejarah yang menggambarkan pengusiran sekitar 750 ribu warga Palestina pada 14 Mei 1948. Perayaan ini tidak hanya mengenang tragedi awal kemerdekaan Israel, tetapi juga menjadi ajang menyampaikan kepedulian terhadap nasib rakyat Palestina yang terus mengalami kesulitan sejak saat itu. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Konteks Sejarah dan Dukungan Diplomat

Acara yang dihadiri oleh ribuan warga dan tokoh-tokoh internasional ini diisi oleh pidato Duta Besar Palestina di Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa perayaan Al-Nakba tahun ini semakin berat, terutama mengingat kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

“Sejak Nakba 1948, warga Palestina terus mengalami penderitaan yang tidak pernah berakhir, baik melalui serangan militer maupun pengucilan global,” ujar Alsattari. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ketua Delegasi Palestina, Harith el-Amin, menambahkan bahwa peristiwa itu menjadi simbol kekecewaan rakyat Palestina terhadap perjanjian-perjanjian yang mengorbankan kepentingan mereka. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan internasional untuk mengembalikan hak-hak warga Palestina, termasuk hak atas tanah dan rumah mereka. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Timeline dan Konflik Terkini

Topics Covered – Nakba, atau kata Arab yang berarti “malapetaka,” terjadi tepat saat Israel mendeklarasikan kemerdekaannya setelah Mandat Inggris berakhir. Konflik ini memicu migrasi massal warga Palestina, dengan jumlah hampir 750 ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Perayaan tahun ini menyoroti bagaimana situasi yang sama masih relevan hingga hari ini, terutama dengan serangan terbaru yang mengakibatkan krisis kemanusiaan di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Para pembicara menyoroti Perang 1967, yang memperparah situasi dengan pengambilan wilayah Palestin oleh Israel. Meski konflik berlangsung selama lebih dari 70 tahun, perayaan Al-Nakba tetap menjadi momentum penting untuk menyampaikan keinginan kembali ke tanah kelahiran. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kegiatan Solidaritas dan Simbol Kebangsaan

Perayaan di Jakarta juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti demonstrasi, penampilan budaya, dan pembagian makanan. Warga Palestina dari seluruh penjuru dunia berkumpul untuk memperkuat solidaritas mereka terhadap saudara-saudara di tanah air. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

“Setiap tahun, kita mengingatkan dunia bahwa 750 ribu warga Palestina telah kehilangan rumah dan tanah mereka sejak Nakba. Ini adalah cerita perjuangan yang masih berlangsung,” kata aktivis lokal. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pidato diplomat dan peserta perayaan memperkuat pesan bahwa Nakba bukan hanya sejarah, tetapi juga momentum untuk melihat perjuangan Palestina dalam perspektif global. Pemaknaan kembali terhadap peristiwa tersebut diharapkan bisa membangkitkan kesadaran internasional terhadap masalah kemanusiaan yang dihadapi warga Palestina. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Peran Media dan Komunikasi Internasional

Topics Covered – Media Indonesia, termasuk CNBC Indonesia, menjadi bagian penting dalam menghimpun perhatian global terhadap Nakba. Perayaan di Jakarta menunjukkan bagaimana narasi sejarah tetap hidup dalam ruang publik, bahkan di tengah dinamika politik yang kompleks. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Dalam acara tersebut, Duta Besar Alsattari menekankan bahwa media memiliki peran kritis untuk menyampaikan kebenaran kepada dunia. Ia mengatakan, “Perayaan ini adalah upaya untuk memastikan bahwa 750 ribu warga yang terusir sejak Nakba tidak terlupakan dalam ingatan kolektif masyarakat internasional.” (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Acara penutup perayaan Al-Nakba di Jakarta menggarisbawahi bahwa warga Palestina tetap bersatu dalam mengingat kehilangan mereka sejak 1948. Pesan utama yang disampaikan adalah tentang keinginan untuk kembali ke tanah air, terlepas dari kondisi politik dan geografis yang sulit. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Menurut beberapa peneliti, Nakba masih menjadi referensi utama dalam diskusi konflik Timur Tengah. Dengan 750 ribu warga yang terusir sejak peristiwa tersebut, keinginan untuk kembali ke tanah kelahiran menjadi motivasi utama perjuangan Palestina. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

MORE FROM THIS CATEGORY