Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tol ‘Langit’ Anti Gempa 1.000 Tahun Milik Babah Alun Dibuka 2028

Published October 11, 2026 · Updated October 11, 2026 · By William Moore - dailynesia.com

Foto : William Moore - dailynesia.com

Harbour Road II Ditargetkan Berfungsi pada Awal 2028

Dailynesia.com – Pembangunan Jalan Tol Ancol Timur-Pluit atau Harbour Road II terus berjalan dengan capaian konstruksi sebesar 47,41%. Ruas tol layang sepanjang sekitar 9,68 kilometer ini dirancang untuk menghubungkan kawasan Ancol Timur dan Pluit, sekaligus menambah kapasitas jaringan jalan di Jakarta.

Target berikutnya adalah memfungsionalkan ruas tersebut pada kuartal I 2028. Tahap fungsional menjadi awal sebelum jalan tol memasuki masa pengoperasian penuh. Agar jadwal itu tercapai, penyelesaian pengadaan lahan dan koordinasi pekerjaan konstruksi menjadi dua faktor utama yang terus dikejar.

Pengadaan Lahan Masih Menjadi Tantangan

Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) Arief Budhy Hardono menjelaskan bahwa pembebasan lahan proyek telah mencapai 64,57%. Meski demikian, proses ini memerlukan penanganan teliti karena melibatkan persoalan kepemilikan serta aspek hukum yang beragam.

Pekerjaan pengadaan lahan perlu dilakukan secara hati-hati agar seluruh tahapan tetap sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan pada tahap selanjutnya. Selain lahan yang tercakup dalam penetapan lokasi sebelumnya, proyek ini juga memerlukan pembaruan penetapan lokasi untuk area sekitar 3,9 hektare.

Ada pula kebutuhan penetapan lokasi baru seluas kurang lebih 8,4 hektare. Tambahan ruang tersebut diperlukan terutama untuk mendukung kegiatan staging serta pelaksanaan konstruksi pada bagian-bagian tertentu dari proyek.

“Hingga saat ini, progres pengadaan lahan telah mencapai 64,57%,” kata Arief Budhy Hardono.

Dalam proyek infrastruktur perkotaan, pengadaan lahan sering menjadi bagian yang menentukan ritme pembangunan. Tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan ruang fisik, proses ini juga harus berjalan seiring dengan kepastian administrasi dan legalitas agar pekerjaan di lapangan dapat diteruskan tanpa hambatan yang tidak diperlukan.

Struktur Lebar untuk Tiga Lajur

Harbour Road II memiliki karakter konstruksi yang berbeda karena dibangun sebagai jalan tol elevated di kawasan dengan aktivitas perkotaan yang tetap berlangsung. Struktur utama menggunakan teknologi box girder selebar 14,3 meter untuk menopang tiga lajur kendaraan beserta bahu jalan.

Setiap bentang struktur memiliki panjang sekitar 45 meter. Penggunaan teknologi tersebut memungkinkan proses erection atau pemasangan elemen struktur dilakukan dengan mempertimbangkan keberadaan fasilitas dan kegiatan di bawah jalur tol.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menilai penyelesaian proyek perlu tetap berpegang pada target waktu, tanpa mengabaikan kualitas pengelolaan pekerjaan serta manfaat infrastruktur bagi masyarakat.

“Dari sisi konstruksi, proyek ini memiliki karakteristik khusus dengan penggunaan teknologi box girder selebar 14,3 meter yang menopang tiga lajur beserta bahu jalan. Struktur tersebut memiliki bentang sekitar 45 meter. Teknologi tersebut memungkinkan pelaksanaan erection dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aktivitas kawasan dan fasilitas yang berada di bawah struktur jalan tol,” tutur Diana.

Pemilihan metode konstruksi pada kawasan padat aktivitas menjadi penting karena pembangunan tidak berdiri sendiri. Lalu lintas, fasilitas umum, kegiatan usaha, hingga infrastruktur yang telah ada di sekitar koridor proyek perlu diperhatikan dalam setiap tahapan pengerjaan.

Koordinasi Drainase dan Pengendalian Banjir

Peninjauan proyek juga menyoroti perlunya penyelarasan antara pembangunan jalan tol, sistem drainase, serta upaya pengendalian banjir di area sekitar. Keterkaitan antarinfrastruktur di kawasan perkotaan membuat pekerjaan jalan, pengelolaan sumber daya air, dan fasilitas pendukung harus direncanakan secara terpadu.

Integrasi sejak masa pelaksanaan diharapkan membuat masing-masing pekerjaan dapat berjalan efektif tanpa saling menghambat. Hal ini juga penting untuk memastikan kebutuhan konstruksi tol tidak berbenturan dengan penanganan infrastruktur lain yang berada dalam koridor atau lingkungan yang sama.

Diana menekankan bahwa percepatan proyek harus dibarengi koordinasi yang kuat di antara pihak-pihak terkait. Keterpaduan tersebut diperlukan agar tahapan pembangunan dapat dilaksanakan secara efisien dan tidak mengganggu pekerjaan infrastruktur lain di kawasan sekitarnya.

Dukungan untuk Konektivitas Jakarta

Plt. Sekretaris BPJT Ira Ariani Chaerunisa menyatakan BPJT akan terus memberikan dukungan kebijakan sesuai kewenangannya. Dukungan itu dijalankan lewat koordinasi dan sinergi bersama badan usaha serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan.

Langkah tersebut mencakup tindak lanjut atas kebutuhan proyek, termasuk penyelesaian pengadaan lahan dan berbagai aspek lain yang diperlukan agar pembangunan tetap sejalan dengan aturan dan target yang telah ditetapkan.

Di luar Harbour Road II, pengembangan konektivitas menuju kawasan bandara juga terus didorong. Rencana kelanjutannya masih berada dalam proses perizinan pemrakarsa dan tahapan terkait lainnya. Pengembangan konektivitas hingga area bandara direncanakan dilakukan secara bertahap.

Apabila dapat difungsionalkan sesuai sasaran pada kuartal I 2028, Harbour Road II akan menjadi tambahan koridor tol layang di Jakarta. Kehadirannya diharapkan mendukung konektivitas antara Ancol Timur dan Pluit sekaligus membantu memperkuat jaringan jalan pada kawasan perkotaan yang memiliki kebutuhan mobilitas tinggi.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Tol Langit Anti Gempa 1 000 Tahun?

Tol Langit Anti Gempa 1 000 Tahun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tol Langit Anti Gempa 1 000 Tahun matter?

Tol Langit Anti Gempa 1 000 Tahun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.