Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tok! Mantan Presiden Divonis 25 Tahun, Pendukung Ngamuk di Jalan

Published September 17, 2026 · Updated September 17, 2026 · By David Williams - dailynesia.com

Foto : David Williams - dailynesia.com

Tok Mantan Presiden Divonis 25 Tahun, Pendukung Hashim Thaci Bentrok dengan Polisi

Dailynesia.com – Tok Mantan Presiden Divonis 25 Tahun menjadi kabar yang memicu ketegangan setelah Hashim Thaci, mantan Presiden Kosovo, menerima hukuman penjara selama 25 tahun. Putusan pengadilan khusus Kosovo tersebut dibacakan pada Rabu, 16 September 2026, dalam perkara kejahatan perang yang berkaitan dengan konflik Kosovo pada dekade 1990-an.

Setelah vonis dijatuhkan, ratusan pendukung Thaci dilaporkan berkumpul di Den Haag, Belanda. Aksi tersebut berkembang menjadi ketegangan dengan aparat keamanan. Polisi pun mengerahkan pengamanan besar untuk menjaga situasi di sekitar lokasi demonstrasi dan mencegah kericuhan meluas.

Thaci dinyatakan bersalah atas sejumlah pelanggaran berat, termasuk pembunuhan, penyiksaan, dan penahanan secara melawan hukum. Perkara ini menjadi salah satu proses hukum paling penting yang melibatkan tokoh politik Kosovo sejak konflik bersenjata di wilayah tersebut berakhir.

Water Cannon Dikerahkan untuk Mengurai Massa

Kerumunan pendukung Hashim Thaci muncul setelah sidang pembacaan putusan berlangsung. Dalam situasi yang memanas, sebagian peserta aksi dilaporkan terlibat aksi saling dorong dengan petugas kepolisian. Aparat menggunakan kendaraan water cannon untuk membubarkan massa dan mengendalikan keadaan.

Pengamanan ketat dilakukan karena perkara ini memiliki dimensi politik, sejarah, dan emosional yang kuat. Bagi sebagian warga Kosovo, terutama dari kelompok etnis Albania, Thaci masih dipandang sebagai figur penting dalam perjuangan Kosovo pada masa perang.

Reaksi atas putusan tidak hanya terlihat di Belanda. Di Pristina, ibu kota Kosovo, pendukung Thaci juga berkumpul ketika putusan diumumkan. Dalam aksi tersebut, seorang peserta terlihat membawa suar asap di tengah kerumunan yang menyampaikan dukungan kepada mantan kepala negara itu.

Peristiwa setelah vonis memperlihatkan bahwa proses hukum terhadap tokoh yang terkait sejarah perang dapat memunculkan respons publik yang besar. Ketika pendukung melihat seorang pemimpin sebagai simbol perjuangan, putusan pengadilan dapat dipahami secara berbeda dari sekadar perkara hukum biasa.

Vonis Berkaitan dengan Konflik Kosovo pada 1990-an

Pengadilan menyatakan kejahatan yang menjadi dasar hukuman dilakukan ketika Thaci menjabat komandan tertinggi Tentara Pembebasan Kosovo atau Kosovo Liberation Army (KLA). Kelompok bersenjata etnis Albania tersebut terlibat dalam konflik melawan Serbia pada 1990-an.

Konflik Kosovo yang berlangsung pada 1998 hingga 1999 meninggalkan dampak panjang bagi kawasan Balkan. Ketegangan antara komunitas etnis Albania Kosovo dan etnis Serbia masih menjadi isu sensitif hingga saat ini, meskipun Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan pada 2008.

Karena latar belakang tersebut, vonis terhadap Thaci kembali membawa sejarah konflik Kosovo ke perhatian internasional. Kasus ini tidak hanya menyangkut masa depan seorang mantan presiden, tetapi juga memunculkan pembahasan mengenai tanggung jawab atas pelanggaran serius selama perang.

Bagi korban dan pihak yang mendorong akuntabilitas, proses pengadilan menjadi bagian dari upaya menilai tindakan yang terjadi di masa konflik. Namun, bagi pendukung Thaci, putusan tersebut dapat dipandang melalui pengalaman politik dan sejarah perjuangan Kosovo yang berbeda.

Perbedaan pandangan itu menunjukkan rumitnya warisan perang. Banyak warga etnis Albania Kosovo menghormati Thaci sebagai tokoh penting, sementara pengadilan kejahatan perang Kosovo sendiri disebut tidak memiliki penerimaan yang luas di negara tersebut.

Hashim Thaci Membantah Seluruh Tuduhan

Saat putusan dibacakan, Thaci dilaporkan berdiri di ruang sidang tanpa menunjukkan reaksi berarti. Sebelum vonis dijatuhkan, ia telah membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya dalam perkara tersebut.

Hukuman 25 tahun penjara belum tentu menjadi akhir dari proses hukum. Thaci masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding. Jalur itu memungkinkan tim hukumnya menantang pertimbangan dan kesimpulan yang digunakan pengadilan dalam menjatuhkan putusan.

Perhatian terhadap perkembangan kasus ini diperkirakan akan terus berlanjut. Selain proses banding yang mungkin ditempuh, publik juga akan mengamati dampak putusan terhadap suasana sosial dan politik di Kosovo maupun respons para pendukungnya di luar negeri.

Kasus Tok Mantan Presiden Divonis 25 Tahun juga menegaskan bahwa ingatan mengenai perang Kosovo masih kuat. Hubungan Kosovo dan Serbia, posisi mantan pejuang dalam politik, serta tuntutan keadilan bagi pihak terdampak konflik tetap menjadi bagian dari perdebatan yang belum selesai.

FAQ Seputar Vonis Hashim Thaci

Siapa Hashim Thaci?

Hashim Thaci adalah mantan Presiden Kosovo yang sebelumnya dikenal sebagai komandan tertinggi Kosovo Liberation Army atau KLA pada masa konflik Kosovo di 1990-an.

Berapa hukuman yang dijatuhkan kepada Thaci?

Pengadilan khusus Kosovo menjatuhkan hukuman penjara selama 25 tahun kepada Thaci dalam perkara kejahatan perang.

Apakah Thaci masih dapat mengajukan banding?

Ya. Thaci masih memiliki kesempatan menempuh proses banding atas putusan pengadilan tersebut.

Mengapa putusan ini memicu aksi pendukung?

Thaci masih dipandang sebagai tokoh penting oleh sebagian warga Kosovo, khususnya pendukung dari kelompok etnis Albania. Karena itu, vonis tersebut memunculkan reaksi emosional dan aksi dukungan di Den Haag serta Pristina.

Related Reading