Tiba-Tiba Zulhas Minta Maaf MBG Gonjang-ganjing, Janji Beresin Hal Ini

6 days ago  ·  4 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
menteri-koordinator-bidang-pangan-zulkifli-hasan-memberi-pemaparan-saat-konferensi-pers-terkait-rapbn-nota-keuangan-tahun-angg-1786703853972_169

Tiba Tiba Zulhas Minta Maaf: Menko Pangan Jelaskan Solusi Gonjang-Ganjing MBG

Dailynesia.com – Tiba Tiba Zulhas Minta Maaf menjadi headline hangat di media nasional setelah Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Langkah ini diambil menyusul berbagai kekeliruan dan tantangan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama hampir satu tahun terakhir. Menko Pangan meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah tetap berkomitmen penuh untuk memperbaiki dan memperkuat program strategis ini melalui berbagai langkah konkret.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Zulhas dalam konferensi pers yang membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) serta Nota Keuangan untuk tahun fiskal 2027. Acara yang berlangsung di kantor Ditjen Pajak di bawah naungan Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Jumat (14 Agustus 2026) ini menjadi momen penting bagi pemerintah untuk memberikan klarifikasi atas berbagai isu yang berkembang.

“Kami minta maaf hampir 1 tahun lebih ya gonjang-ganjing luar biasa, terjadi di sana-sini kami terus-menerus, hampir semua kementerian menemukan kejanggalan. Dan sudah diambil tindakan,” ujar Menko Pangan dengan tegas.

Transisi Kepemimpinan dan Penjadwalan Ulang Program

Zulhas menyoroti bahwa program MBG kini beroperasi di bawah kepemimpinan baru yang membawa angin segar. Mas Dar Sudaryono, yang baru saja ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dinilai membawa keterbukaan dan kecerdasan dalam mengelola program. Menko Pangan meminta waktu dua bulan untuk melakukan refocusing atau peninjauan ulang terhadap berbagai aspek program.

Prioritas utama saat ini adalah menangani tiga wilayah prioritas: Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Maluku. Ketiga daerah ini memerlukan perhatian mendesak dan ditargetkan akan diselesaikan dalam waktu satu bulan. Selain itu, cakupan untuk balita, ibu menyusui, dan ibu hamil yang mencapai sekitar 11 juta penerima manfaat juga akan dituntaskan dalam periode yang sama.

“Dan, Alhamdulillah sekarang dipimpin yang baru, anak muda, Mas Dar (Sudaryono-Kepala BGN), terbuka, cerdas. Kita minta waktu 2 bulan, refocusing. Kita minta menyelesaikan 3 T: NTT, Papua, Maluku, yang sangat memerlukan, kita akan selesaikan dalam 1 bulan ini. Kemudian Balita, Ibu Menyusui-Ibu Hamil, ada 11 juta akan kita selesaikan 1-2 bulan ini,”

Langkah Perbaikan Jangka Panjang

Beberapa aspek memerlukan periode penyelesaian yang lebih lama, yakni sekitar dua bulan. Di antaranya adalah perluasan cakupan MBG dengan mendirikan 13.000 titik layanan baru di seluruh Pulau Jawa. Selain itu, antara 7.000 hingga 8.000 fasilitas SPPG masih perlu menyelesaikan sertifikasi SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) agar memenuhi standar operasional.

“Dan menyelesaikan ada 7-8 ribu SPPG yang belum menyelesaikan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi )-nya. Ini kita minta waktu 2 bulan,” tambah Zulhas.

Zulhas menyatakan optimisme bahwa program MBG akan mengalami peningkatan signifikan dalam satu hingga dua bulan ke depan. Ia menekankan bahwa pemerintah akan bekerja keras untuk memenuhi harapan masyarakat dan meminta dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan.

“Insyaallah MBG dalam 1-2 bulan mendatang akan semakin bagus. Sesuai dengan harapan masyarakat kita akan bekerja keras dan mohon dukungannya,”

Presiden Prabowo Soroti Dampak Positif MBG

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga membahas topik MBG dalam sambutannya di Sidang Tahunan MPR dan sidang gabungan dengan DPR serta DPD, yang juga berlangsung pada Jumat (14 Agustus 2026). Presiden menegaskan bahwa program ini melampaui sekadar penyediaan makanan.

Menurut Presiden, MBG secara aktif membeli hasil pertanian, produk peternakan, seafood, dan barang dari usaha kecil dan menengah lokal di sekitar setiap dapur umum. Hal ini menunjukkan bahwa program tidak hanya bermanfaat bagi penerima manfaat langsung, tetapi juga mendorong ekonomi lokal.

“Janji Makanan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, dan hilirisasi tidak lagi menjadi rencana di atas kertas, semua telah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan rakyat,”

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut di Gedung Nusantara dalam Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81. Meskipun mengakui kemajuan yang telah dicapai, Presiden mengingatkan agar tidak terjadi rasa puas diri, mengingat masih banyak warga yang membutuhkan bantuan melalui berbagai inisiatif pemerintah.

“Ini bukan alasan untuk kita berpuas diri, ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi, karena kita sadari kemerdekaan bukan apa yang kita proklamasikan, kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,”

FAQ: Pertanyaan Umum tentang MBG dan Pernyataan Zulhas

1. Kapan Tiba Tiba Zulhas Minta Maaf untuk pertama kalinya? Zulhas menyampaikan permintaan maaf secara resmi pada 14 Agustus 2026 dalam konferensi pers di kantor Ditjen Pajak, Jakarta.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan gonjang-ganjing MBG? Menko Pangan menargetkan penyelesaian dalam 1-2 bulan, dengan beberapa aspek prioritas diselesaikan dalam satu bulan.

3. Siapa Kepala BGN yang baru? Mas Dar Sudaryono ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memimpin program MBG.

4. Wilayah mana saja yang menjadi prioritas penanganan? Tiga wilayah prioritas adalah NTT, Papua, dan Maluku yang memerlukan penanganan mendesak.

5. Apa saja langkah konkret yang akan dilakukan pemerintah? Pemerintah akan mendirikan 13.000 titik layanan baru di Jawa, menyelesaikan sertifikasi SLHS untuk 7.000-8.000 SPPG, dan memperluas cakupan untuk 11 juta penerima manfaat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program MBG dan perkembangan terbaru, pembaca dapat mengunjungi CNBC Indonesia sebagai sumber terpercaya.

More from this category