Terungkap! Rudal Pencari Panas Iran Buru Air Force One, Trump Ngungsi
Presiden AS Pindah Pesawat Tanpa Pemberitahuan di Tengah Ancaman Rudal Iran
Dailynesia.com – Terungkap Rudal Pencari Panas Iran yang menjadi ancaman serius terhadap pesawat kepresidenan Amerika Serikat. Donald Trump secara diam-diam meninggalkan pesawat Air Force One dan beralih ke pesawat C-32A yang lebih kecil saat berada di Turki pada awal Juli lalu. Keputusan strategis ini diambil setelah Secret Service mengidentifikasi adanya ancaman rudal yang dinilai serius dan akan segera terjadi dalam waktu dekat.
Menurut laporan Reuters yang diterbitkan Kamis (13/8/2026), situasi tegang ini muncul pada hari terakhir kunjungan Trump ke Ankara untuk menghadiri pertemuan puncak NATO. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran saat itu sedang memuncak, menciptakan kondisi yang memungkinkan serangan mendadak terhadap target bernilai tinggi.
Operasi Rahasia dengan Truk Katering
Pada 8 Juli, Trump beserta beberapa ajudan terdekatnya berpindah ke pesawat C-32A yang tidak mencolok. Perpindahan ini dilakukan menggunakan truk katering agar tidak menarik perhatian publik. Setelah itu, Trump terbang dari Ankara menuju Inggris untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, Air Force One tetap melanjutkan perjalanan dari Turki secara terpisah. Pesawat tersebut membawa Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung, sejumlah staf, serta 13 wartawan yang biasa mengikuti perjalanan presiden.
Trump sendiri mengonfirmasi perpindahan ini pada hari Selasa. Ia menjelaskan bahwa keputusan berpindah pesawat dilakukan atas arahan Secret Service, lembaga yang bertanggung jawab penuh atas keamanan presiden.
"Saya sebenarnya berpikir pesawat yang saya tumpangi memiliki risiko lebih besar," kata Trump kepada wartawan tanpa memberikan bukti tambahan.
"Menurut saya, risikonya lebih besar karena itu adalah pesawat yang kemungkinan besar akan mereka incar," lanjutnya.
Ancaman Rudal Pencari Panas
Douglas Birkey, Direktur Eksekutif Mitchell Institute for Aerospace Studies, menjelaskan bahwa ancaman tersebut kemungkinan berkaitan dengan rudal baru yang menggunakan teknologi pencari panas. Senjata ini mampu mendeteksi dan mengunci mesin pesawat yang menghasilkan panas, menjadikannya ancaman mematikan bagi pesawat kepresidenan.
Birkey menambahkan bahwa senjata jenis ini lebih sulit dideteksi dibandingkan ancaman konvensional yang mengandalkan radar. Rudal pencari panas tidak memancarkan gelombang radio yang mudah terdeteksi, sehingga serangan bisa muncul secara tiba-tiba tanpa peringatan.
Salah satu contoh senjata ini adalah SA-67 buatan Iran yang menggunakan peluncur sederhana dan diyakini memiliki sistem pemandu berbasis panas serta laser. Senjata lain yang disebutkan adalah 9K333 Verba, rudal pencari panas yang dipasang di bahu dan diproduksi oleh Rusia.
Apakah Air Force One Jadi "Umpan"?
Keberadaan Rubio yang telah diberi tahu mengenai manuver tersebut, serta perpindahan Trump bersama Wakil Kepala Staf Dan Scavino, Asisten Eksekutif Natalie Harp, dan Direktur Operasional Oval Office Walt Nauta menggunakan truk katering, menimbulkan pertanyaan.
Sejumlah komentator media dan anggota parlemen mempertanyakan apakah operasi ini justru menempatkan ajudan dan wartawan di Air Force One dalam risiko lebih besar. Pesawat yang membawa mereka diduga menjadi "umpan" karena dianggap membawa presiden.
Sumber Reuters menyatakan bahwa Secret Service memutuskan menjaga kerahasiaan operasi sebagai pilihan terbaik untuk keselamatan Trump, terutama ketika ketegangan dengan Iran semakin meningkat. Turki hingga saat ini belum memberikan komentar resmi mengenai ancaman tersebut.
Peristiwa ini bukanlah pertama kalinya presiden AS melakukan perjalanan secara rahasia. Sebelumnya, termasuk Trump, pernah melakukan perjalanan tersembunyi ketika mengunjungi wilayah konflik atau zona perang.
FAQ: Ancaman Rudal Iran terhadap Pesawat AS
Apa itu rudal pencari panas? Rudal pencari panas adalah senjata yang menggunakan sensor inframerah untuk mendeteksi sumber panas, terutama mesin pesawat. Senjata ini tidak bergantung pada radar konvensional, sehingga lebih sulit dideteksi.
Mengapa Trump pindah dari Air Force One? Secret Service mengidentifikasi bahwa Air Force One memiliki risiko lebih tinggi menjadi target rudal pencari panas Iran. Perpindahan ke C-32A dilakukan secara rahasia untuk melindungi presiden.
Apakah Iran memiliki rudal pencari panas? Ya, Iran telah mengembangkan SA-67 yang menggunakan sistem pemandu berbasis panas dan laser. Senjata ini diyakini mampu mengancam pesawat AS di wilayah Timur Tengah.
Berapa kali Trump melakukan perjalanan rahasia? Ini bukan pertama kalinya Trump melakukan perjalanan rahasia. Sebelumnya, ia juga pernah melakukan perjalanan tersembunyi ketika mengunjungi wilayah konflik atau zona perang.
Bagaimana Iran bisa melancarkan serangan? Rudal pencari panas tidak memancarkan gelombang radio yang mudah terdeteksi, sehingga serangan bisa muncul secara tiba-tiba tanpa peringatan dari sistem radar konvensional.