Dailynesia News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Tak Walkout, Negara Muslim Ini Masih Dengarkan Pidato Netanyahu di PBB

Published September 26, 2026 · Updated September 26, 2026 · By Linda Davis - dailynesia.com

Foto : Linda Davis - dailynesia.com

Delegasi PBB Terbelah Saat Netanyahu Berpidato

Dailynesia.com – Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (24/9/2026), diwarnai protes terbuka ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato. Puluhan delegasi meninggalkan ruang sidang secara bersamaan, membuat banyak kursi di aula utama tampak kosong saat pidato berlangsung.

Aksi itu terjadi di tengah sorotan internasional terhadap operasi militer Israel di Gaza, kebijakan Israel di Tepi Barat yang diduduki, serta serangan Israel di sejumlah wilayah lain di kawasan. Sejumlah negara memilih menunjukkan keberatan mereka dengan tidak mengikuti pidato tersebut atau keluar dari ruangan ketika Netanyahu menuju podium.

Lebih dari 70 negara disebut meninggalkan tempat duduk mereka atau tidak mengisi kursi delegasi ketika pidato dimulai. Dalam beberapa kasus, sebuah negara tetap menyisakan satu diplomat atau perwakilan tingkat junior. Ada pula delegasi yang sama sekali tidak hadir pada sesi tersebut.

Sejumlah Negara Mayoritas Muslim Tetap Hadir

Di tengah gelombang walkout, tidak semua negara mayoritas Muslim mengambil sikap yang sama. Uni Emirat Arab, Bahrain, Azerbaijan, dan Kazakhstan masih memiliki perwakilan di ruang Majelis Umum ketika Netanyahu berbicara.

Albania, Maroko, dan Senegal juga tercatat tidak ikut meninggalkan sidang. Kehadiran perwakilan dari negara-negara itu menunjukkan bahwa respons diplomatik terhadap pidato Netanyahu tidak seragam, termasuk di antara negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim.

Perbedaan pilihan tersebut penting dilihat dalam konteks forum multilateral. Walkout menjadi bentuk pesan politik yang terlihat langsung di hadapan publik internasional, sedangkan keputusan untuk tetap berada di ruangan dapat mencerminkan pilihan untuk terus mengikuti jalannya forum, tanpa serta-merta menghilangkan posisi suatu negara terhadap konflik yang sedang berlangsung.

Indonesia Bergabung dalam Aksi Protes

Indonesia termasuk negara yang mengikuti aksi keluar dari ruang sidang. Rekaman sidang memperlihatkan sejumlah besar delegasi bergerak meninggalkan aula setelah Netanyahu mendekati mimbar. Indonesia berada dalam kelompok negara mayoritas Muslim yang mengambil langkah serupa.

Negara-negara lain dalam kelompok tersebut mencakup Turki, Palestina, Tunisia, Suriah, Aljazair, Yaman, Mesir, Irak, Arab Saudi, Yordania, Iran, Qatar, Lebanon, Malaysia, dan Kuwait. Sikap kolektif ini membuat suasana sidang berubah drastis sebelum Netanyahu menyampaikan bagian utama pidatonya.

Selain negara-negara tersebut, sejumlah negara dari kawasan lain juga tidak berada di kursi mereka atau melakukan walkout. Di antaranya Spanyol, Brasil, Peru, Kuba, Nigeria, Ghana, Libya, Bangladesh, Afghanistan, Oman, Niger, Madagaskar, Botswana, Bahama, Antigua dan Barbuda, serta Cabo Verde.

Dengan banyaknya delegasi yang meninggalkan ruangan, pemandangan kursi-kursi kosong menjadi salah satu gambaran paling mencolok dari sesi Majelis Umum itu. Aksi tersebut menegaskan bahwa konflik Gaza dan kebijakan Israel di wilayah Palestina tetap menjadi isu yang memicu ketegangan kuat dalam diplomasi internasional.

Negara Barat dan Sejumlah Negara Lain Tetap di Aula

Sejumlah negara Barat memilih mempertahankan kehadiran mereka. Amerika Serikat, Jerman, Argentina, Hungaria, Serbia, Ukraina, Republik Ceko, dan Yunani masih memiliki wakil di ruang sidang. Inggris, Prancis, Irlandia, Belgia, Norwegia, serta delegasi Uni Eropa juga tetap hadir.

China, yang selama ini kerap mengkritik tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, hanya diwakili oleh seorang diplomat. Kehadiran dengan tingkat perwakilan yang terbatas menjadi salah satu cara negara menjaga partisipasi dalam forum tanpa menampilkan delegasi penuh.

Australia, Austria, Kanada, Portugal, Polandia, Denmark, Rumania, Slovakia, Estonia, Lithuania, Luksemburg, Islandia, Meksiko, Kenya, dan El Salvador juga tetap memiliki perwakilan selama Netanyahu berbicara.

Komposisi kehadiran itu memperlihatkan kompleksitas posisi negara-negara anggota PBB. Satu negara dapat memiliki pandangan kritis terhadap kebijakan Israel, tetapi tetap memilih menghadiri pidato pemimpinnya. Sebaliknya, negara lain menggunakan absensi atau walkout sebagai pernyataan diplomatik yang lebih tegas.

Latar Belakang Tekanan Internasional

Protes di Majelis Umum berlangsung ketika Israel terus menghadapi tekanan dan kritik internasional terkait perang di Gaza. Pada September 2025, Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Pemerintah Israel menolak kesimpulan itu.

Netanyahu juga menjadi subjek surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional yang diterbitkan pada 21 November 2024. Surat perintah tersebut berkaitan dengan dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Perbedaan antara sikap negara yang memilih tetap duduk dan negara yang meninggalkan aula tidak mengubah kenyataan bahwa konflik Gaza telah menjadi salah satu persoalan paling sensitif dalam hubungan internasional. Sidang Majelis Umum PBB kembali memperlihatkan bagaimana ketegangan politik, hukum internasional, dan kemanusiaan bertemu dalam ruang diplomasi global.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Tak Walkout Negara Muslim Ini Masih?

Tak Walkout Negara Muslim Ini Masih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tak Walkout Negara Muslim Ini Masih matter?

Tak Walkout Negara Muslim Ini Masih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.