Viral Video Menkeu Purbaya Bagi Modal Usaha, Kemenkeu: Hoaks!
Dailynesia.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengklaim bahwa video viral yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu tidak benar. Video tersebut menggambarkan Menteri Keuangan Purbaya menyampaikan bantuan modal usaha dalam rangka implementasi Special Plan pemerintah. Namun, pihak Kemenkeu menegaskan bahwa klaim ini merupakan kebohongan dan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap informasi yang menyebar di internet. Dalam pernyataan terbaru, Kemenkeu menjelaskan bahwa video tersebut dibuat dengan teknologi deepfake, yaitu alat kecerdasan buatan (AI) yang mampu meniru ekspresi, wajah, dan suara para pejabat dengan sangat detail.
Penjelasan Kemenkeu Mengenai Special Plan
Kemenkeu menyatakan bahwa Special Plan merupakan kebijakan pemerintah yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui berbagai program bantuan keuangan. Namun, video yang beredar selama ini mengklaim bahwa Purbaya langsung memberikan modal usaha kepada warga secara langsung, padahal hal tersebut tidak sesuai dengan skema resmi. Dalam pernyataannya, tim PPID Kemenkeu menegaskan bahwa Special Plan disampaikan melalui jalur resmi, seperti acara publik atau media digital, bukan melalui video yang diubah dengan teknik deepfake.
Viral video ini menciptakan kebingungan di tengah masyarakat, karena kontennya terlihat sangat realistis. Video tersebut menampilkan Purbaya berbicara tentang program bantuan modal usaha yang diduga terkait Special Plan, dengan menyebutkan adanya dana hibah senilai 900 miliar rupiah. Namun, Kemenkeu mengklaim bahwa jumlah dana yang disebutkan dalam video tidak sesuai dengan data resmi, dan bahwa program ini sedang dalam proses pembahasan internal. Pihak Kemenkeu juga menjelaskan bahwa kebijakan Special Plan memang merupakan salah satu upaya untuk mendorong akses pendanaan bagi usaha kecil menengah (UKM), tetapi tidak melalui metode seperti dalam video tersebut.
Dalam upaya mengantisipasi penyebaran informasi yang tidak akurat, Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk memverifikasi sumber berita sebelum mempercayai dan membagikannya. Hal ini penting terutama dalam konteks Special Plan, karena program tersebut memiliki dampak besar terhadap kebijakan fiskal dan perekonomian nasional. Tim PPID Kemenkeu juga memperlihatkan video asli yang disebut sebagai bukti bahwa adegan dalam video viral tidak sesuai dengan kebenaran.
Video viral ini menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram, Facebook, dan TikTok. Sejumlah netizen awalnya percaya dan membagikan video tersebut, tetapi setelah Kemenkeu memverifikasi, banyak yang langsung membenarkan bahwa klaim tersebut tidak benar. Dengan adanya Special Plan, Kemenkeu berharap masyarakat dapat lebih mudah memahami kebijakan pemerintah, tetapi perlu memastikan bahwa informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
Sebagai langkah preventif, Kemenkeu telah memperkenalkan layanan PRIME untuk menerima laporan mengenai informasi hoaks. Masyarakat dapat melaporkan video atau berita yang diduga tidak benar melalui nomor 134, email [email protected], atau situs resmi kemenkeu.go.id. Dengan adanya fitur ini, Kemenkeu berharap dapat mengurangi penyebaran berita palsu yang bisa mengganggu kepercayaan publik terhadap kebijakan Special Plan. Selain itu, pihak Kemenkeu juga memberikan petunjuk teknis mengenai cara mengenali deepfake, seperti memeriksa kejelasan wajah, ekspresi, dan suara dalam video yang dibagikan.

