Video: Atasi Ganjalan Regulasi, Zulhas Dorong Listrik Sampah di 2027

1 month ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
b4b429cb-4d02-4d26-9a5a-fa843f97c1bf-0

Special Plan: Zulkifli Hasan Dorong Pemanfaatan Sampah sebagai Energi Listrik pada 2027

Dailynesia.com – Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026 – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan langkah-langkah strategis yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif-inisiatif ini bertujuan memperkuat ekonomi nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan perikanan. Salah satu program utama yang menjadi fokus dalam Special Plan adalah pengembangan energi listrik dari sampah, yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2027.

Program Pemanfaatan Sampah untuk Energi Hijau

Dalam sesi wawancara dengan CNBC Indonesia, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya Special Plan dalam mendorong pengelolaan limbah menjadi sumber daya ekonomi baru. Ia menjelaskan bahwa konversi sampah menjadi energi listrik tidak hanya mengurangi volume limbah yang mengganggu lingkungan, tetapi juga memberikan peluang usaha bagi masyarakat pedesaan. Program ini akan mengintegrasikan teknologi pengolahan sampah dengan kebijakan pemerintah, sehingga menghasilkan energi hijau yang ramah lingkungan.

Menurut Zulkifli Hasan, penggunaan sampah sebagai bahan baku listrik akan menjadi bagian dari Special Plan untuk mengatasi hambatan regulasi dalam sektor energi. “Dengan Special Plan, kita bisa menyelesaikan masalah yang selama ini menghambat pemanfaatan sampah sebagai energi, termasuk mempercepat proses izin dan kebijakan terkait,” ujarnya.

Kemitraan dan Penguatan Sektor Pertanian

Special Plan juga mencakup pengembangan 2.000 Kampung Nelayan Merah Putih, yang menjadi pusat pengelolaan kehidupan masyarakat pesisir. Selain itu, pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa (Kopdes) hingga 2027-2028, dengan tujuan menguatkan distribusi bantuan sosial dan pupuk subsidi secara lebih efisien. Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Special Plan mengintegrasikan kebijakan pangan dan energi, sehingga menciptakan ekosistem yang lebih berkelanjutan.

Menko Pangan menjelaskan bahwa pembangunan Kopdes akan berjalan secara bertahap, mulai dari 40 ribu unit yang akan selesai pada September 2025. Ini merupakan bagian dari Special Plan yang menekankan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menciptakan kemandirian ekonomi daerah. Selain itu, program Special Plan juga akan mempercepat inisiatif pengurangan limbah melalui sistem pengumpulan dan daur ulang yang lebih efektif.

Peluang Ekonomi dan Manfaat untuk Masyarakat

Dalam Special Plan, pemanfaatan sampah sebagai energi listrik diharapkan bisa memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi biaya pengelolaan sampah, program ini akan menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan. Zulkifli Hasan menambahkan bahwa pengolahan sampah menjadi listrik juga mendukung Special Plan dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan memastikan pasokan pangan yang stabil.

Menurut Menteri Koordinator, ketersediaan energi listrik dari sampah akan membantu memperkuat ketahanan pangan, terutama di daerah-daerah yang belum memiliki akses ke energi bersih. Special Plan menargetkan perluasan program ini ke berbagai provinsi, dengan bantuan dari pihak swasta dan lembaga lokal. Program ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada energi fosil, sekaligus menurunkan emisi karbon.

Kompetensi Teknis dan Regulasi yang Diperkuat

Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa Special Plan dirancang untuk menciptakan kesinambungan antara teknologi dan regulasi. Ia menjelaskan bahwa penggunaan sampah sebagai sumber energi listrik memerlukan penyesuaian aturan, termasuk mempercepat pengajuan izin penggunaan limbah sebagai bahan bakar. “Regulasi yang fleksibel akan menjadi kunci keberhasilan Special Plan ini,” katanya.

Menko Pangan juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan sampah sebagai energi hijau akan diawasi oleh lembaga independen untuk memastikan kualitas dan transparansi. Dalam Special Plan, pemerintah berkomitmen untuk melibatkan berbagai pihak, seperti perusahaan energi, peneliti, dan komunitas lokal, dalam pengembangan teknologi daur ulang. Targetnya adalah menyelesaikan hambatan regulasi dan memastikan program ini berjalan sesuai rencana hingga 2027.

Selengkapnya, simak wawancara Crysania Suhartanto dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam Economic Update yang disiarkan CNBC Indonesia. Special Plan ini menjadi salah satu inisiatif penting dalam menghadapi tantangan lingkungan dan ekonomi di era baru. Dengan pendekatan yang terpadu, pemerintah ingin memastikan bahwa pengolahan sampah menjadi energi listrik tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

MORE FROM THIS CATEGORY