PLN Implementasi Special Plan, Dorong Kantor Efisien dan Rendah Emisi
Transformasi Energi Gedung melalui Teknologi Modern
Dailynesia.com – Dalam rangka meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi operasional, PT PLN (Persero) meluncurkan Special Plan yang fokus pada penerapan sistem energi canggih di lingkungan kantor perusahaan. Program ini, dikenal sebagai Smart & Green Building, diumumkan pada Jumat, 8 Mei 2026, di Kantor Pusat PLN, Jakarta. Melalui Special Plan, PLN mengintegrasikan teknologi seperti PLTS Atap, alat pengatur konsumsi listrik, dan pendingin ruangan digital untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi.
Strategi Terpadu untuk Efisiensi Energi
Special Plan tidak hanya menjadi bagian dari inisiatif PLN dalam menurunkan emisi tetapi juga sebagai strategi untuk mengadaptasi perubahan di sektor energi. Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menegaskan bahwa transformasi ini adalah langkah penting dalam menghadapi tantangan global terkait perubahan iklim. “Dengan Special Plan, PLN mengupayakan pengelolaan energi yang lebih fleksibel dan terpadu,” kata Darmawan dalam wawancara eksklusif.
“PLN harus berubah menjadi Energy Digital Platform yang mendorong ekosistem energi melalui kerja sama dan pembuatan nilai,” ujar Darmawan, menambahkan bahwa Special Plan merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk mencapai keberlanjutan operasional.
Kelanjutan dari Special Plan, menurut Darmawan, melibatkan pergeseran paradigma dari sekadar menjual listrik menjadi pengoptimalan penggunaan energi secara menyeluruh. “Gedung dan rumah tidak lagi hanya mengkonsumsi energi, tetapi juga bisa memproduksi dan mengelolanya sendiri,” jelasnya. Dengan demikian, PLN berharap menjadi contoh nyata dalam Special Plan yang diadopsi oleh berbagai organisasi.
Contoh Penerapan di Gedung Trapesium
Salah satu contoh konkrit dari Special Plan adalah pengelolaan energi di Gedung Trapesium, yang dilengkapi PLTS Atap berkapasitas 89,28 kilowatt peak (kWp) dan terhubung ke Energy Management System (EMS). Sistem ini memungkinkan pemantauan real-time penggunaan energi, sehingga meminimalkan pemborosan dan meningkatkan kinerja. “Dengan Special Plan, kita bisa mengurangi emisi karbon secara signifikan,” kata Khairullah, Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN.
“Gedung Trapesium menjadi titik awal dalam implementasi Special Plan yang akan diperluas ke berbagai fasilitas perusahaan,” tambah Khairullah. Ia menekankan bahwa Special Plan juga mencakup penggunaan IoT Smart AC sebanyak 471 unit dalam tahap awal 2026.
Dalam Special Plan, PLN juga menargetkan perubahan pola konsumsi energi di sekitar 400 gedung dari total 1.300 yang dikelola. “Program ini akan berlangsung bertahap hingga 2035, dengan rencana meningkatkan kapasitas PLTS Atap hingga 12 megawatt peak (MWp),” jelas Khairullah. Ia menambahkan bahwa Special Plan memiliki dampak besar dalam menurunkan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent.
Andi Arief, Komisaris Independen PLN, mendukung langkah Special Plan ini sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. “Dengan Special Plan, PLN tidak hanya menjadi penjual energi tetapi juga penyedia solusi yang berkelanjutan,” ujarnya. Ia menyoroti bahwa keberlanjutan bukan sekadar tambahan biaya, tetapi bagian integral dari keberhasilan Special Plan dalam menciptakan ekosistem energi yang lebih efisien.
Program Special Plan ini juga melibatkan kerja sama internal PLN Group, dengan PLN Icon Plus dan Dana Pensiun PLN sebagai penyedia layanan manajemen bangunan. “Melalui Special Plan, kita bisa mengoptimalkan penggunaan energi di seluruh gedung perusahaan,” kata Khairullah. Ia menambahkan bahwa Special Plan akan berdampak pada keberlanjutan operasional PLN hingga 2035.

