Pertamina Bangun PLTS di Pulau Kecil RI, 1 Jam dari Singapura

1 month ago  ·  3 min read
By William Moore - dailynesia.com
8454007e-b82a-41b9-900c-c832a2992c57-0

Pertamina Perluas Akses Listrik di Pulau Kecil RI Melalui Special Plan

Dailynesia.com – Yang dicanangkan oleh Pertamina New and Renewable Energy (NRE) menargetkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pulau Sembur, Batam, Kepulauan Riau. Lokasi ini, yang hanya berjarak sekitar satu jam dari Singapura, menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan akses listrik di daerah-daerah terpencil. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini menjadi sumber energi utama di wilayah tersebut.

Menurut John Anis, Direktur Utama Pertamina NRE, penerapan Special Plan ini diharapkan memberikan dampak signifikan pada kualitas hidup warga Pulau Sembur. “Kita bangun di situ, mudah-mudahan bulan Juli atau awal Agustus ini 1 Mega Watt bisa jalan. Tujuannya apa? Untuk meningkatkan taraf hidup mereka, karena mereka kebanyakan nelayan, untuk jual ikannya karena nggak ada cold storage, nggak ada ice maker, ya murah,” tambahnya dalam Energy Forum CNBC Indonesia, pekan lalu.

Pilot Project sebagai Awal Implementasi Special Plan

Proyek PLTS di Pulau Sembur merupakan bagian dari implementasi Special Plan yang bertujuan menciptakan model pembangunan berkelanjutan. “Solar panel tadi Bu Dirjen (Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi) bilang untuk desa-desa kita akan masuk untuk daerah-daerah yang off-grid, kami bikin pilot untuk 1 MW di Pulau Sembur. Pulau Sembur itu di Batam, sekitar 1 jam dari Singapura,” ungkap John dalam acara yang sama. Ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk mendorong inovasi dalam menyediakan energi terbarukan, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik konvensional.

Pembangunan PLTS ini tidak hanya mengatasi kebutuhan energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Dengan adanya pasokan listrik 24 jam, para nelayan bisa menjual hasil tangkapan mereka secara lebih stabil, karena tidak lagi terbatas oleh ketersediaan penyimpanan dingin. Selain itu, fasilitas ini diharapkan bisa digunakan untuk keperluan perikanan modern, seperti pengolahan ikan secara lebih terstruktur dan meningkatkan nilai tambah.

Special Plan juga bertujuan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan menggantikan PLTD yang menggunakan bahan bakar fosil, PLTS di Pulau Sembur diharapkan mengurangi emisi karbon dan kontribusi terhadap polusi udara. Selain itu, pembangunan ini memanfaatkan sumber daya lokal, seperti lahan pertanian atau permukaan laut, tanpa mengorbankan ekosistem yang vital.

Strategi Kementerian ESDM untuk Pembangunan PLTS Skala Besar

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merancang strategi pembangunan PLTS skala besar dengan kapasitas 100 Giga Watt (GW). Beberapa inisiatif, seperti penggunaan bendungan, lahan bekas tambang, dan atap bangunan, menjadi pilihan untuk mengefisiensikan area. Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa Special Plan ini juga mencakup kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengembangkan PLTS terapung di waduk.

“Nah, konsep energi baru terbarukan ini menjangkau semuanya. Kalau kita bicara 100 Giga Watt, ini kayak membangun pembangkit yang selama ini sudah ada, kita itu kapasitas pembangkitnya sekarang kan 107 Giga Watt. Ini digelontorkan lagi 100 Giga seperti membangun sesuatu yang besar sekali,” kata Eniya dalam acara yang sama. Dia menekankan bahwa pemerintah ingin memastikan proyek PLTS bisa berjalan tanpa mengorbankan ruang terbuka yang digunakan untuk keperluan lain, seperti pertanian atau konservasi alam.

Special Plan yang dikembangkan Kementerian ESDM dan Pertamina NRE diharapkan mendorong investasi dari sektor swasta. Proyek PLTS di Pulau Sembur adalah contoh nyata bagaimana teknologi surya bisa diadopsi di wilayah yang sebelumnya tidak memiliki akses ke listrik yang cukup. Selain itu, upaya ini juga bisa menjadi pilot project untuk pengembangan PLTS di wilayah lain yang memiliki kondisi serupa.

Langkah-langkah dalam Special Plan tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat. Pertamina NRE menyediakan program pelatihan untuk warga Pulau Sembur agar mereka bisa memanfaatkan PLTS secara optimal. Program ini bertujuan membangun kapasitas lokal, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga penanggung jawab utama dalam pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas tersebut.

MORE FROM THIS CATEGORY