Prabowo Resmikan RSUD Baru di Lampung dalam Rangka Special Plan
Dailynesia.com – Dalam rangka memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat, Presiden Prabowo Subianto menghadiri upacara peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH. Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu (10/6/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari implementasi Special Plan yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dengan adanya fasilitas kesehatan baru ini, pemerintah mengharapkan masyarakat setempat mendapatkan penanganan medis yang lebih cepat dan efektif.
Fasilitas RSUD KH. Muhammad Thohir Krui
RSUD Krui yang diresmikan oleh Prabowo merupakan salah satu proyek penting dalam Special Plan yang memperbarui infrastruktur kesehatan nasional. Fasilitas rumah sakit ini telah ditingkatkan dari kelas D ke kelas C, sehingga mampu menyediakan layanan yang lebih lengkap. Terdapat instalasi gawat darurat, ruang operasi, ruang ICU/ICBCU, laboratorium, serta layanan hemodialisa. Kapasitas tempat tidur mencapai 101 unit, dengan target menyediakan layanan untuk 1.500 pasien per tahun. Peningkatan ini diharapkan memberikan solusi untuk kebutuhan kesehatan yang selama ini terpenuhi dengan kurang optimal.
Pembangunan RSUD Krui didukung oleh dana APBN sebesar Rp152,98 miliar, dengan penyelesaian proyek pada Desember 2025. Peresmian ini juga sejalan dengan Special Plan yang menargetkan pembangunan dan renovasi 350–400 RSUD di seluruh Indonesia. Fasilitas ini menjadi contoh nyata dari upaya pemerintah untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses, termasuk daerah seperti Pesisir Barat yang terletak di ujung barat Lampung.
Manfaat bagi Masyarakat 3T
Pasien dari daerah terpencil dan terluar akan menjadi prioritas utama dalam Special Plan ini. Prabowo menegaskan bahwa keberadaan RSUD Krui akan membantu mengurangi angka kematian akibat keterlambatan pengobatan. “Dengan Special Plan, kita bisa memastikan setiap warga, terlepas dari lokasinya, memiliki akses layanan kesehatan yang layak,” ujarnya. Ia menyoroti peran RSUD dalam menangani kondisi kritis seperti kegawatdaruratan, yang sebelumnya membutuhkan waktu lama untuk diatasi.
Dalam Special Plan, pemerintah juga menargetkan distribusi 1.000 unit alat kesehatan modern ke 514 wilayah. RSUD Krui menjadi salah satu dari 66 lokus nasional yang mendapat perhatian khusus. Peresmian ini diperkirakan akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat sistem kesehatan daerah. Para warga setempat menyambut baik kehadiran RSUD yang diperkirakan mampu melayani kebutuhan sekitar 200.000 penduduk.
Peran Tim Kesehatan dalam Special Plan
Di samping fasilitas fisik, Prabowo menekankan pentingnya tenaga medis yang berkompeten dalam Special Plan. RSUD Krui dilengkapi oleh 13 dokter umum, 76 perawat, dan 52 bidan yang siap melayani masyarakat setempat. “Tenaga medis harus menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” tambah Prabowo. Ia juga melakukan inspeksi langsung ke lokasi, berdialog dengan staf medis, serta menyampaikan dukungan untuk program ini.
Kehadiran tim kesehatan yang terlatih di bawah Special Plan akan memberikan efek domino dalam meningkatkan kesehatan warga. Terutama bagi daerah yang sebelumnya hanya memiliki satu dokter atau perawat, fasilitas ini menjadi titik balik. Selain itu, Prabowo juga berharap RSUD Krui menjadi pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam mengimplementasikan Special Plan secara maksimal.
Strategi Nasional dalam Special Plan
Special Plan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan layanan pemerintah. Dalam lima tahun terakhir, pemerintah telah menyelesaikan 200 RSUD, dengan rencana lanjutan hingga mencapai 350–400 unit. Peresmian RSUD Krui menjadi salah satu pencapaian strategis dalam Special Plan, yang bertujuan mempercepat peningkatan kesehatan masyarakat melalui infrastruktur yang modern.
Prabowo menyampaikan bahwa Special Plan dirancang untuk memastikan keadilan dalam akses layanan kesehatan. Ia mencontohkan kebutuhan warga 3T, seperti keterbatasan alat kesehatan dan ketersediaan tenaga medis. Dengan RSUD Krui, kebutuhan ini diharapkan terpenuhi. “Kita tidak hanya membangun rumah sakit, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi,” tegas Prabowo. Upaya ini selaras dengan visi pemerintah untuk menyediakan layanan kesehatan yang merata di seluruh Indonesia.
Komitmen Berkelanjutan dalam Special Plan
Peresmian RSUD Krui juga menjadi bukti komitmen pemerintah untuk memastikan Special Plan berjalan efektif. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut hadir dalam acara tersebut. Mereka menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program jangka panjang untuk membangun sistem kesehatan nasional yang lebih kuat.
Dalam Special Plan, pemerintah juga memprioritaskan modernisasi puskesmas dan penguatan infrastruktur kesehatan. Kebutuhan akan 10 ribu puskesmas yang diperbarui diharapkan mampu mendukung layanan primer di daerah terpencil. Prabowo menegaskan bahwa Special Plan akan terus dikembangkan, termasuk penggunaan teknologi dan pelatihan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Keberhasilan Special Plan di Lampung akan menjadi tolok ukur untuk proyek serupa di wilayah lain. Prabowo berharap RSUD Krui bisa menjadi contoh bagus dalam implementasi kebijakan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan warga. Dengan peningkatan infrastruktur dan layanan, Special Plan diharapkan menciptakan perubahan nyata dalam kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya bagi yang kurang terlayani.

